Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Brida Kukar, Maman Setiawan. (Foto:M.Anshori/Seputarfakta.com).
Tenggarong - Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Forum Group Discussion (FGD), Selasa (19/9/23) kemarin.
FGD tersebut untuk melaksanakan Rancangan Program Pembangunan Kawasan Wisata UMKM di Bantaran Sungai Tenggarong.
Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari rencana pengembangan proyek perubahan kawasan.
Kepala Brida Kukar, Maman Setiawan mengatakan proyek tersebut memiliki banyak tahapan. Tahapan pertama dimulai pada 2024 dengan melakukan normalisasi sungai dan pembangunan jalan inspeksi di belakang rumah warga.
"Proyek ini telah melalui proses panjang. Sejak 2021 sampai sekarang dan dokumen teknisnya sudah di siapkan," ujar Maman, Kamis (21/9/2023).
Masyarakat, kata dia, juga mendukung proyek tersebut dan berharap agar segera dilaksanakan. Pemerintah pun akan memberikan subsidi kepada warga yang terdampak, seperti bantuan sewa rumah selama proses pembangunan itu berlangsung.
Dalam proyek ini juga akan diperhatikan ruang terbuka hijau dan sekitar 30 persen dari total luas yang direncanakan akan dialokasikan untuk ruang terbuka.
Selain itu, warga yang terdampak akan diprioritaskan sebagai pelaku usaha di kawasan tersebut.
"Proyek ini merupakan upaya dalam mengembangkan kawasan wisata UMKM di bantaran Sungai Tenggarong dan memberikan efek positif terhadap masyarakat setempat," tutupnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Brida Kukar, Maman Setiawan. (Foto:M.Anshori/Seputarfakta.com).
Tenggarong - Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Forum Group Discussion (FGD), Selasa (19/9/23) kemarin.
FGD tersebut untuk melaksanakan Rancangan Program Pembangunan Kawasan Wisata UMKM di Bantaran Sungai Tenggarong.
Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari rencana pengembangan proyek perubahan kawasan.
Kepala Brida Kukar, Maman Setiawan mengatakan proyek tersebut memiliki banyak tahapan. Tahapan pertama dimulai pada 2024 dengan melakukan normalisasi sungai dan pembangunan jalan inspeksi di belakang rumah warga.
"Proyek ini telah melalui proses panjang. Sejak 2021 sampai sekarang dan dokumen teknisnya sudah di siapkan," ujar Maman, Kamis (21/9/2023).
Masyarakat, kata dia, juga mendukung proyek tersebut dan berharap agar segera dilaksanakan. Pemerintah pun akan memberikan subsidi kepada warga yang terdampak, seperti bantuan sewa rumah selama proses pembangunan itu berlangsung.
Dalam proyek ini juga akan diperhatikan ruang terbuka hijau dan sekitar 30 persen dari total luas yang direncanakan akan dialokasikan untuk ruang terbuka.
Selain itu, warga yang terdampak akan diprioritaskan sebagai pelaku usaha di kawasan tersebut.
"Proyek ini merupakan upaya dalam mengembangkan kawasan wisata UMKM di bantaran Sungai Tenggarong dan memberikan efek positif terhadap masyarakat setempat," tutupnya.
(Sf/By)