Seputar Kaltim

    Bankeu Kutim 2026 Menyusut Tajam, Anggaran Terpangkas 50 Persen Lebih

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    26 Januari 2026 pukul 21:16 WITA

    (Ilustrasi Freepik)

    Sangatta - Anggaran bantuan keuangan (bankeu) Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) pada APBD 2026 mengalami penurunan tajam. Dari sebelumnya Rp60,87 miliar pada 2025, alokasi bankeu kini hanya tersisa Rp27,49 miliar, terjadi pemangkasan Rp33,38 miliar, atau turun lebih dari 50 persen.

    Kepala Bappeda Kutim, Januar Bayu Irawan, melalui Perencana Muda Ahli, Ibnu Khaldun, menyampaikan penurunan anggaran tersebut terjadi akibat kebijakan fiskal yang menurun secara nasional hingga berdampak ke daerah.

    "Kita tidak bisa berbuat apa-apa karena kebijakan fiskal seluruh Indonesia memang lagi turun. Kebijakan fiskal secara nasional memang sedang menurun. Di tingkat provinsi juga mengalami penurunan, sehingga berpengaruh ke kabupaten dan kota,” ujar Ibnu. 

    Ia menambahkan, selama ini, bankeu menjadi salah satu sumber pendanaan untuk kegiatan pembangunan, terutama di desa dan penerima hibah. Dengan berkurangnya anggaran, sejumlah kegiatan dipastikan harus disesuaikan.

    Meski demikian, Pemkab Kutim tidak menghentikan kegiatan sepenuhnya. Program yang biasanya dibiayai bankeu akan sementara diback up melalui APBD Kutim, meskipun tidak bisa berjalan maksimal.

    "Kegiatan-kegiatan yang biasanya didanai dari bankeu diback up dulu dari APBD, meskipun kondisi di daerah juga tidak akan maksimal karena kita tahu APBD Kutim juga turun," tambahnya. 

    Ibnu mengatakan, sebagai langkah antisipasi Pemkab Kutim memasukkan kegiatan ke dalam 50 program prioritas bupati. 

    “Ke depan, kita berusaha menggandeng CSR perusahaan dan juga Baznas untuk membantu menopang kegiatan-kegiatan yang terdampak," tutupnya. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Bankeu Kutim 2026 Menyusut Tajam, Anggaran Terpangkas 50 Persen Lebih

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    26 Januari 2026 pukul 21:16 WITA

    (Ilustrasi Freepik)

    Sangatta - Anggaran bantuan keuangan (bankeu) Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) pada APBD 2026 mengalami penurunan tajam. Dari sebelumnya Rp60,87 miliar pada 2025, alokasi bankeu kini hanya tersisa Rp27,49 miliar, terjadi pemangkasan Rp33,38 miliar, atau turun lebih dari 50 persen.

    Kepala Bappeda Kutim, Januar Bayu Irawan, melalui Perencana Muda Ahli, Ibnu Khaldun, menyampaikan penurunan anggaran tersebut terjadi akibat kebijakan fiskal yang menurun secara nasional hingga berdampak ke daerah.

    "Kita tidak bisa berbuat apa-apa karena kebijakan fiskal seluruh Indonesia memang lagi turun. Kebijakan fiskal secara nasional memang sedang menurun. Di tingkat provinsi juga mengalami penurunan, sehingga berpengaruh ke kabupaten dan kota,” ujar Ibnu. 

    Ia menambahkan, selama ini, bankeu menjadi salah satu sumber pendanaan untuk kegiatan pembangunan, terutama di desa dan penerima hibah. Dengan berkurangnya anggaran, sejumlah kegiatan dipastikan harus disesuaikan.

    Meski demikian, Pemkab Kutim tidak menghentikan kegiatan sepenuhnya. Program yang biasanya dibiayai bankeu akan sementara diback up melalui APBD Kutim, meskipun tidak bisa berjalan maksimal.

    "Kegiatan-kegiatan yang biasanya didanai dari bankeu diback up dulu dari APBD, meskipun kondisi di daerah juga tidak akan maksimal karena kita tahu APBD Kutim juga turun," tambahnya. 

    Ibnu mengatakan, sebagai langkah antisipasi Pemkab Kutim memasukkan kegiatan ke dalam 50 program prioritas bupati. 

    “Ke depan, kita berusaha menggandeng CSR perusahaan dan juga Baznas untuk membantu menopang kegiatan-kegiatan yang terdampak," tutupnya. 

    (Sf/Rs)