Seputar Kaltim

    Bank Sampah di Karang Joang Diklaim Berhasil Kurangi Volume Sampah ke TPS

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    22 Juni 2026 pukul 18:05 WITA

    Warga Kelurahan Karang Joang, Balikpapan lakukan pemilahan sampah organik, berikan penghasilan tambahan. (Foto: Kelurahan Karang Joang/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui program bank sampah mulai menunjukkan hasil positif di Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara. Saat ini, terdapat tiga Rukun Tetangga (RT) yang aktif mengelola bank sampah, yakni RT 63, RT 30, dan RT 27.

    Lurah Karang Joang, Maryana mengatakan, keberadaan bank sampah telah membantu mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke Tempat Penampungan Sementara (TPS). Selain itu, program tersebut juga mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap pemilahan dan pengolahan sampah sejak dari rumah.

    “Di Karang Joang ada tiga RT yang aktif mengelola bank sampah, yaitu RT 63, RT 30, dan RT 27. Alhamdulillah, keberadaannya cukup membantu mengurangi sampah yang masuk ke TPS,” ucap Maryana kepada media, Senin (22/6/2026).

    Ia menjelaskan, bank sampah di RT 30 mampu mengumpulkan sekitar 300 kilogram sampah organik setiap pekan. Sampah tersebut kemudian diolah sehingga memiliki nilai manfaat bagi masyarakat.

    Sementara itu, sistem pengelolaan di RT 63 dan RT 27 dilakukan dengan pola yang berbeda. Warga membawa sampah yang telah dipilah dan diolah dari rumah untuk kemudian dijual melalui bank sampah yang beroperasi satu kali dalam sepekan.

    “Untuk dua RT itu, jadwal pengumpulannya berbeda. Ada yang dilaksanakan pada Sabtu, ada juga yang Minggu, tergantung jumlah sampah yang terkumpul. Sistem ini dilakukan untuk menghindari penumpukan sampah karena lokasi bank sampah berada di rumah warga,” jelasnya.

    Maryana menambahkan, warga yang belum memahami cara memilah sampah juga dapat langsung datang ke lokasi bank sampah. Pengurus akan membantu memberikan edukasi, sekaligus melakukan pemilahan sampah di tempat.

    Menurutnya, edukasi kepada masyarakat terus dilakukan secara berkelanjutan. Salah satunya melalui kegiatan kunjungan ke lingkungan RT dan pertemuan warga yang dimanfaatkan untuk menyosialisasikan pentingnya pemilahan sampah.

    “Setiap kali kami melakukan kunjungan ke RT, kami selalu menyisipkan sosialisasi mengenai pengelolaan sampah. Ini menjadi salah satu upaya agar RT lain dapat mencontoh dan mengembangkan bank sampah di wilayahnya masing-masing,” katanya.

    Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengelolaan sampah di Karang Joang. Salah satunya adalah masih adanya warga yang membuang sampah di luar TPS yang telah disediakan.

    “Saat ini, jumlah TPS di Kelurahan Karang Joang hanya tiga unit, sehingga kapasitasnya belum mampu menampung seluruh volume sampah yang dihasilkan masyarakat,” akunya.

    Selain itu, rendahnya harga jual sampah plastik juga menjadi kendala yang kerap dihadapi para pengelola bank sampah. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi semangat warga dalam mengumpulkan dan memilah sampah.

    Karena itu, pihak kelurahan berharap adanya dukungan dari pemerintah maupun pihak terkait dalam bentuk bantuan sarana dan prasarana bagi bank sampah.

    “Jika ada bantuan untuk bank sampah, kami berharap Karang Joang juga bisa mendapatkannya. Bantuan tersebut dapat menjadi penyemangat bagi ibu-ibu dan bapak-bapak yang selama ini aktif mengelola bank sampah,” ungkapnya.

    Ke depan, lurah Karang Joang berharap semakin banyak warga yang melakukan pemilahan sampah dari rumah, sehingga jumlah residu sampah yang dibuang ke TPS dapat terus berkurang.

    “Harapan kami, sampah yang dikirim ke TPS hanya residunya saja. Sampah yang masih memiliki nilai guna dapat dipilah dan diolah terlebih dahulu di lingkungan masing-masing,” tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Bank Sampah di Karang Joang Diklaim Berhasil Kurangi Volume Sampah ke TPS

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    22 Juni 2026 pukul 18:05 WITA

    Warga Kelurahan Karang Joang, Balikpapan lakukan pemilahan sampah organik, berikan penghasilan tambahan. (Foto: Kelurahan Karang Joang/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui program bank sampah mulai menunjukkan hasil positif di Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara. Saat ini, terdapat tiga Rukun Tetangga (RT) yang aktif mengelola bank sampah, yakni RT 63, RT 30, dan RT 27.

    Lurah Karang Joang, Maryana mengatakan, keberadaan bank sampah telah membantu mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke Tempat Penampungan Sementara (TPS). Selain itu, program tersebut juga mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap pemilahan dan pengolahan sampah sejak dari rumah.

    “Di Karang Joang ada tiga RT yang aktif mengelola bank sampah, yaitu RT 63, RT 30, dan RT 27. Alhamdulillah, keberadaannya cukup membantu mengurangi sampah yang masuk ke TPS,” ucap Maryana kepada media, Senin (22/6/2026).

    Ia menjelaskan, bank sampah di RT 30 mampu mengumpulkan sekitar 300 kilogram sampah organik setiap pekan. Sampah tersebut kemudian diolah sehingga memiliki nilai manfaat bagi masyarakat.

    Sementara itu, sistem pengelolaan di RT 63 dan RT 27 dilakukan dengan pola yang berbeda. Warga membawa sampah yang telah dipilah dan diolah dari rumah untuk kemudian dijual melalui bank sampah yang beroperasi satu kali dalam sepekan.

    “Untuk dua RT itu, jadwal pengumpulannya berbeda. Ada yang dilaksanakan pada Sabtu, ada juga yang Minggu, tergantung jumlah sampah yang terkumpul. Sistem ini dilakukan untuk menghindari penumpukan sampah karena lokasi bank sampah berada di rumah warga,” jelasnya.

    Maryana menambahkan, warga yang belum memahami cara memilah sampah juga dapat langsung datang ke lokasi bank sampah. Pengurus akan membantu memberikan edukasi, sekaligus melakukan pemilahan sampah di tempat.

    Menurutnya, edukasi kepada masyarakat terus dilakukan secara berkelanjutan. Salah satunya melalui kegiatan kunjungan ke lingkungan RT dan pertemuan warga yang dimanfaatkan untuk menyosialisasikan pentingnya pemilahan sampah.

    “Setiap kali kami melakukan kunjungan ke RT, kami selalu menyisipkan sosialisasi mengenai pengelolaan sampah. Ini menjadi salah satu upaya agar RT lain dapat mencontoh dan mengembangkan bank sampah di wilayahnya masing-masing,” katanya.

    Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengelolaan sampah di Karang Joang. Salah satunya adalah masih adanya warga yang membuang sampah di luar TPS yang telah disediakan.

    “Saat ini, jumlah TPS di Kelurahan Karang Joang hanya tiga unit, sehingga kapasitasnya belum mampu menampung seluruh volume sampah yang dihasilkan masyarakat,” akunya.

    Selain itu, rendahnya harga jual sampah plastik juga menjadi kendala yang kerap dihadapi para pengelola bank sampah. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi semangat warga dalam mengumpulkan dan memilah sampah.

    Karena itu, pihak kelurahan berharap adanya dukungan dari pemerintah maupun pihak terkait dalam bentuk bantuan sarana dan prasarana bagi bank sampah.

    “Jika ada bantuan untuk bank sampah, kami berharap Karang Joang juga bisa mendapatkannya. Bantuan tersebut dapat menjadi penyemangat bagi ibu-ibu dan bapak-bapak yang selama ini aktif mengelola bank sampah,” ungkapnya.

    Ke depan, lurah Karang Joang berharap semakin banyak warga yang melakukan pemilahan sampah dari rumah, sehingga jumlah residu sampah yang dibuang ke TPS dapat terus berkurang.

    “Harapan kami, sampah yang dikirim ke TPS hanya residunya saja. Sampah yang masih memiliki nilai guna dapat dipilah dan diolah terlebih dahulu di lingkungan masing-masing,” tutupnya.

    (Sf/Rs)