Cari disini...
Seputar Kaltim
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan, Robi Ariadi saat sampaikan mengenai program QRIS Jelajah Indonesia (QJI) 2025. (Foto: Humas/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Bank Indonesia terus mendorong penggunaan sistem pembayaran digital di masyarakat melalui program QRIS Jelajah Indonesia (QJI) 2025, yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan pada 23–24 Agustus 2025.
Kegiatan ini menjadi bagian dari kampanye nasional Bank Indonesia untuk memperluas adopsi QRIS di berbagai sektor.
Kepala KPwBI Balikpapan, Robi Ariadi, menjelaskan bahwa kegiatan QJI merupakan bentuk edukasi dan promosi penggunaan QRIS secara langsung kepada masyarakat, melalui pendekatan berbasis budaya dan wisata lokal.
“Peserta kami ajak untuk merasakan langsung kemudahan bertransaksi non tunai menggunakan QRIS di berbagai titik wisata, UMKM, transportasi umum, hingga layanan publik. Ini adalah bentuk nyata inklusi keuangan digital,” ucap Robi dalam siaran persnya, Senin (25/8/2025).
Selama dua hari pelaksanaan, sebanyak 30 peserta muda berpartisipasi dalam kompetisi yang menjelajahi Kota Balikpapan secara cashless. Mereka menggunakan QRIS untuk membayar transportasi seperti angkutan kota dan Balikpapan City Trans, membeli produk UMKM di Pasar Pandansari dan Mall BSB, serta membayar parkir dan retribusi di Pelabuhan Semayang.
Peserta juga mengedukasi masyarakat tentang berbagai fitur QRIS, termasuk QRIS Tap dan penggunaannya dalam sistem elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (Pemda).
“Melalui misi-misi ini, Bank Indonesia menekankan pentingnya digitalisasi pembayaran dalam menunjang efisiensi dan transparansi,” jelasnya.
KPwBI Balikpapan mencatat capaian positif dalam pengembangan QRIS hingga Juli 2025. Total volume transaksi mencapai 33,1 juta transaksi, melebihi target tahun 2025 sebesar 30,11 juta. Dari sisi merchant, telah terdaftar 28.045 merchant baru atau 115,56 persen dari target, dengan total merchant aktif mencapai 251.654.
Adapun jumlah pengguna QRIS di wilayah Kaltim mencapai 819.281 pengguna, di mana sekitar 50 persen di antaranya berasal dari wilayah kerja KPwBI Balikpapan seperti Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Paser.
“Capaian ini menunjukkan bahwa masyarakat Balikpapan dan sekitarnya semakin terbiasa menggunakan QRIS dalam aktivitas sehari-hari,” tambahnya.
Tak hanya di dalam negeri, Bank Indonesia juga mengembangkan QRIS Antarnegara (Cross Border). Terbaru, pada 17 Agustus 2025, QRIS resmi terintegrasi dengan sistem pembayaran Jepang. Kolaborasi ini memungkinkan wisatawan Jepang dan Indonesia untuk saling menggunakan QR masing-masing negara saat bertransaksi di luar negeri.
“Langkah ini dinilai mampu mendukung sektor pariwisata, perdagangan ritel, dan UMKM lintas negara secara Cepat, Mudah, Murah, Aman, dan Andal (CeMuMuAH),” terangnya.
Sebagai tambahan informasi, Bank Indonesia menegaskan bahwa Merchant Discount Rate (MDR) yang dikenakan pada transaksi QRIS tidak dibebankan kepada konsumen, melainkan menjadi biaya operasional yang ditanggung merchant dan disalurkan kepada industri penyelenggara sistem pembayaran seperti issuer, acquirer, dan switching.
Melalui QJI 2025, KPwBI Balikpapan berharap penggunaan QRIS tidak hanya menjadi gaya hidup baru masyarakat, tetapi juga menjadi pendorong ekonomi lokal, khususnya bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif.
“Inklusi keuangan digital harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Melalui QRIS, kami ingin menjembatani kemudahan transaksi sekaligus memperluas akses ekonomi digital,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan, Robi Ariadi saat sampaikan mengenai program QRIS Jelajah Indonesia (QJI) 2025. (Foto: Humas/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Bank Indonesia terus mendorong penggunaan sistem pembayaran digital di masyarakat melalui program QRIS Jelajah Indonesia (QJI) 2025, yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan pada 23–24 Agustus 2025.
Kegiatan ini menjadi bagian dari kampanye nasional Bank Indonesia untuk memperluas adopsi QRIS di berbagai sektor.
Kepala KPwBI Balikpapan, Robi Ariadi, menjelaskan bahwa kegiatan QJI merupakan bentuk edukasi dan promosi penggunaan QRIS secara langsung kepada masyarakat, melalui pendekatan berbasis budaya dan wisata lokal.
“Peserta kami ajak untuk merasakan langsung kemudahan bertransaksi non tunai menggunakan QRIS di berbagai titik wisata, UMKM, transportasi umum, hingga layanan publik. Ini adalah bentuk nyata inklusi keuangan digital,” ucap Robi dalam siaran persnya, Senin (25/8/2025).
Selama dua hari pelaksanaan, sebanyak 30 peserta muda berpartisipasi dalam kompetisi yang menjelajahi Kota Balikpapan secara cashless. Mereka menggunakan QRIS untuk membayar transportasi seperti angkutan kota dan Balikpapan City Trans, membeli produk UMKM di Pasar Pandansari dan Mall BSB, serta membayar parkir dan retribusi di Pelabuhan Semayang.
Peserta juga mengedukasi masyarakat tentang berbagai fitur QRIS, termasuk QRIS Tap dan penggunaannya dalam sistem elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (Pemda).
“Melalui misi-misi ini, Bank Indonesia menekankan pentingnya digitalisasi pembayaran dalam menunjang efisiensi dan transparansi,” jelasnya.
KPwBI Balikpapan mencatat capaian positif dalam pengembangan QRIS hingga Juli 2025. Total volume transaksi mencapai 33,1 juta transaksi, melebihi target tahun 2025 sebesar 30,11 juta. Dari sisi merchant, telah terdaftar 28.045 merchant baru atau 115,56 persen dari target, dengan total merchant aktif mencapai 251.654.
Adapun jumlah pengguna QRIS di wilayah Kaltim mencapai 819.281 pengguna, di mana sekitar 50 persen di antaranya berasal dari wilayah kerja KPwBI Balikpapan seperti Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Paser.
“Capaian ini menunjukkan bahwa masyarakat Balikpapan dan sekitarnya semakin terbiasa menggunakan QRIS dalam aktivitas sehari-hari,” tambahnya.
Tak hanya di dalam negeri, Bank Indonesia juga mengembangkan QRIS Antarnegara (Cross Border). Terbaru, pada 17 Agustus 2025, QRIS resmi terintegrasi dengan sistem pembayaran Jepang. Kolaborasi ini memungkinkan wisatawan Jepang dan Indonesia untuk saling menggunakan QR masing-masing negara saat bertransaksi di luar negeri.
“Langkah ini dinilai mampu mendukung sektor pariwisata, perdagangan ritel, dan UMKM lintas negara secara Cepat, Mudah, Murah, Aman, dan Andal (CeMuMuAH),” terangnya.
Sebagai tambahan informasi, Bank Indonesia menegaskan bahwa Merchant Discount Rate (MDR) yang dikenakan pada transaksi QRIS tidak dibebankan kepada konsumen, melainkan menjadi biaya operasional yang ditanggung merchant dan disalurkan kepada industri penyelenggara sistem pembayaran seperti issuer, acquirer, dan switching.
Melalui QJI 2025, KPwBI Balikpapan berharap penggunaan QRIS tidak hanya menjadi gaya hidup baru masyarakat, tetapi juga menjadi pendorong ekonomi lokal, khususnya bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif.
“Inklusi keuangan digital harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Melalui QRIS, kami ingin menjembatani kemudahan transaksi sekaligus memperluas akses ekonomi digital,” pungkasnya.
(Sf/Rs)