Seputar Kaltim

    Banjir Samarinda Meluas: 1.121 Jiwa Terdampak, BPBD Dirikan Dapur Umum di Sempaja Timur

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    28 Januari 2025 pukul 12:29 WITA

    Dapur umum yang diproyeksikan untuk melayani warga yang terdampak banjir di Kelurahan Sempaja Timur, Selasa (28/1/2025). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, Suwarso, menyampaikan kondisi terkini terkait banjir yang melanda beberapa wilayah di Samarinda. Berdasarkan pantauan di Bendungan Benanga pagi ini, ketinggian air berada di kategori siaga. Ia menyebut level air ini tercatat stabil sejak tengah malam.  

    Namun, penurunan ketinggian air di Bendungan Benanga menyebabkan limpasan air menuju daerah-daerah rendah, seperti Betapus, Bengkuring, Griya Mukti, hingga Pemuda. 

    Suwarso menambahkan bahwa laporan yang diterimanya dari Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) menunjukkan ketinggian air di Sungai Karang Mumus mulai surut, menjadi indikator bahwa kondisi banjir perlahan membaik.  

    Sebagai langkah tanggap darurat, BPBD Samarinda bersama relawan mendirikan dapur umum di Kantor Kelurahan Sempaja Timur untuk membantu warga terdampak. 

    “Ada 9 RT di wilayah Sempaja Timur yang terdampak banjir dengan total 357 kepala keluarga atau sekitar 1.121 jiwa,” ujar Suwarso. 

    Ia menjelaskan bahwa ketinggian air di Sempaja Timur bervariasi, mulai dari 75 cm hingga 1 meter di beberapa titik terdalam.  

    Penyebab banjir ini, kata dia, adalah curah hujan tinggi yang terjadi pada 26 Januari lalu, di mana Bandara APT Pranoto mencatat curah hujan sebesar 115 mm, sementara di Bandara Temindung mencapai 75 mm. Ditambah lagi, pasang laut setinggi 2,5 meter yang berlangsung selama empat hari ke depan memperburuk kondisi. Aliran air dari hulu, seperti Badak Mekar melalui Sungai Siring menuju Bendungan Benanga, turut menyumbang genangan air di Samarinda.  

    BPBD Samarinda terus berkoordinasi dengan tim gabungan dan relawan untuk memantau kondisi di lapangan. Berdasarkan prakiraan cuaca hari ini, potensi hujan di Samarinda diperkirakan rendah, hanya hujan ringan di sore hari. “Kami tetap siaga sesuai arahan Wali Kota Samarinda, dengan melibatkan seluruh kekuatan pentahelix untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut,” ujar Suwarso.  

    Dampak banjir ini juga menyebabkan gangguan lalu lintas di beberapa wilayah. BPBD mengimbau warga untuk tetap waspada dan mematuhi arahan petugas di lapangan. 

    Ia juga menginformasikan, di Desa Budaya Pampang, ketinggian air tertinggi kemarin mencapai 130 cm, namun kini sudah mulai surut. Meski begitu, dapur umum di wilayah tersebut tetap beroperasi untuk mendukung warga yang masih melakukan pembersihan rumah. 

    Sementara itu, dapur umum di Sempaja Timur kini menjadi fokus utama untuk melayani kebutuhan warga yang terdampak parah. Saat ini di lapangan, terlihat beberapa warga mulai mengamankan barang-barangnya, dan kebutuhan untuk dapur umum sudah mulai berdatangan. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Banjir Samarinda Meluas: 1.121 Jiwa Terdampak, BPBD Dirikan Dapur Umum di Sempaja Timur

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    28 Januari 2025 pukul 12:29 WITA

    Dapur umum yang diproyeksikan untuk melayani warga yang terdampak banjir di Kelurahan Sempaja Timur, Selasa (28/1/2025). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, Suwarso, menyampaikan kondisi terkini terkait banjir yang melanda beberapa wilayah di Samarinda. Berdasarkan pantauan di Bendungan Benanga pagi ini, ketinggian air berada di kategori siaga. Ia menyebut level air ini tercatat stabil sejak tengah malam.  

    Namun, penurunan ketinggian air di Bendungan Benanga menyebabkan limpasan air menuju daerah-daerah rendah, seperti Betapus, Bengkuring, Griya Mukti, hingga Pemuda. 

    Suwarso menambahkan bahwa laporan yang diterimanya dari Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) menunjukkan ketinggian air di Sungai Karang Mumus mulai surut, menjadi indikator bahwa kondisi banjir perlahan membaik.  

    Sebagai langkah tanggap darurat, BPBD Samarinda bersama relawan mendirikan dapur umum di Kantor Kelurahan Sempaja Timur untuk membantu warga terdampak. 

    “Ada 9 RT di wilayah Sempaja Timur yang terdampak banjir dengan total 357 kepala keluarga atau sekitar 1.121 jiwa,” ujar Suwarso. 

    Ia menjelaskan bahwa ketinggian air di Sempaja Timur bervariasi, mulai dari 75 cm hingga 1 meter di beberapa titik terdalam.  

    Penyebab banjir ini, kata dia, adalah curah hujan tinggi yang terjadi pada 26 Januari lalu, di mana Bandara APT Pranoto mencatat curah hujan sebesar 115 mm, sementara di Bandara Temindung mencapai 75 mm. Ditambah lagi, pasang laut setinggi 2,5 meter yang berlangsung selama empat hari ke depan memperburuk kondisi. Aliran air dari hulu, seperti Badak Mekar melalui Sungai Siring menuju Bendungan Benanga, turut menyumbang genangan air di Samarinda.  

    BPBD Samarinda terus berkoordinasi dengan tim gabungan dan relawan untuk memantau kondisi di lapangan. Berdasarkan prakiraan cuaca hari ini, potensi hujan di Samarinda diperkirakan rendah, hanya hujan ringan di sore hari. “Kami tetap siaga sesuai arahan Wali Kota Samarinda, dengan melibatkan seluruh kekuatan pentahelix untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut,” ujar Suwarso.  

    Dampak banjir ini juga menyebabkan gangguan lalu lintas di beberapa wilayah. BPBD mengimbau warga untuk tetap waspada dan mematuhi arahan petugas di lapangan. 

    Ia juga menginformasikan, di Desa Budaya Pampang, ketinggian air tertinggi kemarin mencapai 130 cm, namun kini sudah mulai surut. Meski begitu, dapur umum di wilayah tersebut tetap beroperasi untuk mendukung warga yang masih melakukan pembersihan rumah. 

    Sementara itu, dapur umum di Sempaja Timur kini menjadi fokus utama untuk melayani kebutuhan warga yang terdampak parah. Saat ini di lapangan, terlihat beberapa warga mulai mengamankan barang-barangnya, dan kebutuhan untuk dapur umum sudah mulai berdatangan. 

    (Sf/Rs)