Seputar Kaltim

    Banjir Rendam Sawah di Kukar, Distanak Siapkan Program Asuransi Lahan

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    31 Januari 2025 pukul 11:35 WITA

    Lahan persawahan petani di Kelurahan Bukit Biru yang masih terendam banjir. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com).

    Tenggarong - Banjir membuat sejumlah petani tak bisa melanjutkan aktifitas menanam padi karena sawahnya terendam air, khususnya di Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong. 

    Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran hingga memicu pertanyaan terkait langkah penanganan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar).

    Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Taufik mengatakan banjir ini merupakan dampak dari kondisi wilayah yang saat ini sedang memasuki musim penghujan.

    “Curah hujan tinggi ditambah mahakam sedang pasang juga membuat air tidak turun,” kata Taufik Jumat (31/1/2025).

    Untuk proyek irigasi yang belum selesai, kata dia, banjir semacam ini sudah menjadi pola tahunan di wilayah Bukit Biru dan setiap kali intensitas curah hujan meningkat, pasti lahan sawah terendam. Ditambah Sungai Mahakam yang mengalami pasang.

    Dirinya menilai proyek irigasi tidak menjadi faktor utama penyebab banjir karena situasi serupa juga terjadi di daerah lain, seperti Loa kulu dan Desa Jonggon Jaya yang tidak memiliki proyek pembangunan serupa.

    “Ini banjir tahunan yang terjadi saat curah hujan tinggi. Tidak ada kaitannya dengan proyek irigasi,” ucapnya. 

    Kini, Distanak Kukar sedang menentukan langkah penanganan yang tepat dengan memulai langkah program asuransi lahan sawah untuk para petani. 

    "Pemerintah sudah mulai program asuransi lahan sawah di beberapa wilayah, meskipun kebijakan itu belum dilakukan di Bukit Biru, tapi sudah dilakukan di beberapa lokasi lain," pungkasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Banjir Rendam Sawah di Kukar, Distanak Siapkan Program Asuransi Lahan

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    31 Januari 2025 pukul 11:35 WITA

    Lahan persawahan petani di Kelurahan Bukit Biru yang masih terendam banjir. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com).

    Tenggarong - Banjir membuat sejumlah petani tak bisa melanjutkan aktifitas menanam padi karena sawahnya terendam air, khususnya di Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong. 

    Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran hingga memicu pertanyaan terkait langkah penanganan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar).

    Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Taufik mengatakan banjir ini merupakan dampak dari kondisi wilayah yang saat ini sedang memasuki musim penghujan.

    “Curah hujan tinggi ditambah mahakam sedang pasang juga membuat air tidak turun,” kata Taufik Jumat (31/1/2025).

    Untuk proyek irigasi yang belum selesai, kata dia, banjir semacam ini sudah menjadi pola tahunan di wilayah Bukit Biru dan setiap kali intensitas curah hujan meningkat, pasti lahan sawah terendam. Ditambah Sungai Mahakam yang mengalami pasang.

    Dirinya menilai proyek irigasi tidak menjadi faktor utama penyebab banjir karena situasi serupa juga terjadi di daerah lain, seperti Loa kulu dan Desa Jonggon Jaya yang tidak memiliki proyek pembangunan serupa.

    “Ini banjir tahunan yang terjadi saat curah hujan tinggi. Tidak ada kaitannya dengan proyek irigasi,” ucapnya. 

    Kini, Distanak Kukar sedang menentukan langkah penanganan yang tepat dengan memulai langkah program asuransi lahan sawah untuk para petani. 

    "Pemerintah sudah mulai program asuransi lahan sawah di beberapa wilayah, meskipun kebijakan itu belum dilakukan di Bukit Biru, tapi sudah dilakukan di beberapa lokasi lain," pungkasnya.

    (Sf/By)