Cari disini...
Seputarfakta.com-Lisda -
Seputar Kaltim
Petugas kepolisian memantau kondisi banjir di salah satu permukiman warga di Sangatta, Kutai Timur. (foto: Polres Kutim)
Sangatta - Banjir kembali merendam sejumlah permukiman di Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Jumat (6/2/2026).
Banjir dipicu hujan deras sejak dini hari yang disertai pasang air laut sehingga sungai meluap. Hasil pemantauan kepolisian menunjukkan genangan air terjadi di beberapa desa dan kelurahan. Puluhan Rukun Tetangga (RT) terdampak dengan ketinggian air bervariasi, mulai dari mata kaki hingga lebih dari satu meter di beberapa lokasi.
Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto mengatakan personel kepolisian telah disiagakan untuk memantau wilayah rawan banjir dan membantu warga terdampak.
“Prioritas utama kami adalah keselamatan jiwa. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, segera amankan barang berharga ke tempat tinggi dan matikan aliran listrik jika air sudah masuk ke dalam rumah,” ujarnya.
Sementara Kapolsek Sangatta Utara, Iptu Alan Firdaus menyampaikan banjir melanda sejumlah kawasan padat penduduk. Di Kecamatan Sangatta Utara, banjir terjadi di Desa Sangatta Utara dengan puluhan RT terdampak, termasuk di Jalan Gajah Mada, Gang Durian dan kawasan Apt Pranoto.
Di Kelurahan Teluk Lingga, ketinggian air berkisar antara 30-80 Cm. Dampak cukup besar terjadi di RT 13 Gang Murung dan Bone dengan sekitar 80 Kepala Keluarga (KK) terdampak dan ketinggian air mencapai 80 Cm.
Banjir cukup parah juga terjadi di Desa Persiapan Teluk Rawa, khususnya di RT 22 Gang PDAM atau Borneo Etam. Sekitar 147 KK terdampak dengan ketinggian air sepinggang orang dewasa.
"Untuk wilayah Sangatta Selatan, kondisi air di beberapa titik bahkan mencapai dada orang dewasa atau lebih dari 1 meter, seperti di Dusun Gunung Tehnik dan Masabang. Di Desa Persiapan Pinang Raya, ratusan KK di Dusun Pinang Emas dan Danau Raya juga terendam dengan estimasi ketinggian air sekitar 1 meter," jelas Iptu Alan.
Meski banjir masih terjadi, pemantauan debit air sungai menunjukkan adanya penurunan. Level air yang sempat berada di RL 7,08 pada dini hari, turun menjadi RL 6,79 di siang hari.
"Berdasarkan data yang kami terima, ada tren penurunan debit air. Jika pada pukul 00.55 dini hari level air berada di RL 7,08, pada pukul 13.09 siang tadi sudah turun ke angka RL 6,79. Ini indikasi positif, namun kami tetap meminta warga tidak lengah karena cuaca masih bisa berubah sewaktu-waktu," tutupnya.
Hingga sore hari, polisi bersama instansi terkait masih melakukan patroli dan pendataan di wilayah lain seperti Desa Singa Gembara, Swarga Bara, Teluk Singkama dan Sangkima. Warga yang membutuhkan bantuan diminta segera menghubungi posko siaga bencana atau aparat setempat.
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com-Lisda -
Seputar Kaltim

Petugas kepolisian memantau kondisi banjir di salah satu permukiman warga di Sangatta, Kutai Timur. (foto: Polres Kutim)
Sangatta - Banjir kembali merendam sejumlah permukiman di Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Jumat (6/2/2026).
Banjir dipicu hujan deras sejak dini hari yang disertai pasang air laut sehingga sungai meluap. Hasil pemantauan kepolisian menunjukkan genangan air terjadi di beberapa desa dan kelurahan. Puluhan Rukun Tetangga (RT) terdampak dengan ketinggian air bervariasi, mulai dari mata kaki hingga lebih dari satu meter di beberapa lokasi.
Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto mengatakan personel kepolisian telah disiagakan untuk memantau wilayah rawan banjir dan membantu warga terdampak.
“Prioritas utama kami adalah keselamatan jiwa. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, segera amankan barang berharga ke tempat tinggi dan matikan aliran listrik jika air sudah masuk ke dalam rumah,” ujarnya.
Sementara Kapolsek Sangatta Utara, Iptu Alan Firdaus menyampaikan banjir melanda sejumlah kawasan padat penduduk. Di Kecamatan Sangatta Utara, banjir terjadi di Desa Sangatta Utara dengan puluhan RT terdampak, termasuk di Jalan Gajah Mada, Gang Durian dan kawasan Apt Pranoto.
Di Kelurahan Teluk Lingga, ketinggian air berkisar antara 30-80 Cm. Dampak cukup besar terjadi di RT 13 Gang Murung dan Bone dengan sekitar 80 Kepala Keluarga (KK) terdampak dan ketinggian air mencapai 80 Cm.
Banjir cukup parah juga terjadi di Desa Persiapan Teluk Rawa, khususnya di RT 22 Gang PDAM atau Borneo Etam. Sekitar 147 KK terdampak dengan ketinggian air sepinggang orang dewasa.
"Untuk wilayah Sangatta Selatan, kondisi air di beberapa titik bahkan mencapai dada orang dewasa atau lebih dari 1 meter, seperti di Dusun Gunung Tehnik dan Masabang. Di Desa Persiapan Pinang Raya, ratusan KK di Dusun Pinang Emas dan Danau Raya juga terendam dengan estimasi ketinggian air sekitar 1 meter," jelas Iptu Alan.
Meski banjir masih terjadi, pemantauan debit air sungai menunjukkan adanya penurunan. Level air yang sempat berada di RL 7,08 pada dini hari, turun menjadi RL 6,79 di siang hari.
"Berdasarkan data yang kami terima, ada tren penurunan debit air. Jika pada pukul 00.55 dini hari level air berada di RL 7,08, pada pukul 13.09 siang tadi sudah turun ke angka RL 6,79. Ini indikasi positif, namun kami tetap meminta warga tidak lengah karena cuaca masih bisa berubah sewaktu-waktu," tutupnya.
Hingga sore hari, polisi bersama instansi terkait masih melakukan patroli dan pendataan di wilayah lain seperti Desa Singa Gembara, Swarga Bara, Teluk Singkama dan Sangkima. Warga yang membutuhkan bantuan diminta segera menghubungi posko siaga bencana atau aparat setempat.
(Sf/Lo)