Seputar Kaltim

    Banjir Melanda Beberapa Wilayah di Kaltim, BPBD Ingatkan Warga Waspada Ular

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    28 Januari 2025 pukul 16:45 WITA

    Salah satu lokasi banjir di Samarinda yang masih hingga kini. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat beberapa wilayah di Benua Etam yang mengalami banjir dampak dari cuaca ektrem.

    Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Agus Tianur, menjelaskan bahwa curah hujan tinggi di atas 100 milimeter telah menyebabkan banjir di beberapa wilayah Kaltim, terutama di wilayah utara seperti Kutai Kartanegara (Kukar), Kutai Barat (Kubar), dan Samarinda.

    "Kita mengalami cuaca ekstrem di seluruh provinsi. Di beberapa tempat, curah hujan di atas 100 milimeter itu termasuk kategori tinggi," kata Agus Tianur.

    Agus menambahkan bahwa banjir juga terjadi di Sangatta, Kutai Timur, namun kondisinya berbeda dengan banjir di Mahulu. 

    Di Sangatta, banjir surut setelah hujan reda, sementara di Mahulu, genangan air cukup tinggi dan mengganggu aktivitas ekonomi warga.

    BPBD Kaltim telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, dan relawan, untuk menangani situasi banjir ini. Dapur umum telah dibuka di Pampang dan Bengkuring untuk menyediakan makanan bagi warga yang terdampak banjir.

    "Tadi malam kita buka posko dapur umum di Pampang, mudah-mudahan hari ini bisa surut. Kemudian hari ini pagi tadi kita buka dapur umum lagi di Bengkuring," ujar Agus.

    Agus menjelaskan bahwa air dari Waduk Benanga terus keluar, meskipun pengeluarannya sudah agak turun dibandingkan tadi malam. Namun, hal ini tetap menyebabkan penumpukan air di wilayah Bengkuring dan Giri Mukti.

    "Pentingnya Sungai Karamumus kan sudah reklamasi jadi lumayan lah, lumayan sudah keluarnya air. Arah air ke Sungai Karamumus, yang perlu kita antisipasi kan karena ada kenaikan permukaan air Sungai Mahakam. Nah ini juga akan mengganggu keluarnya air," jelasnya.

    BPBD Kaltim juga telah menyiapkan perahu-perahu untuk membantu mengevakuasi warga yang terdampak banjir. Selain itu, mereka juga menyediakan lampu penerangan untuk membantu penerangan jika terjadi gangguan listrik.

    Agus mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati, terutama anak-anak kecil, dan tidak membiarkan mereka bermain di dekat air. Ia juga mengingatkan tentang bahaya binatang buas seperti ular yang mungkin keluar dari sarangnya akibat banjir.

    "Hati-hati ular segala macam, terutama ular. Biasanya di busung-busung mereka juga harus mencari tempat," pesannya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Banjir Melanda Beberapa Wilayah di Kaltim, BPBD Ingatkan Warga Waspada Ular

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    28 Januari 2025 pukul 16:45 WITA

    Salah satu lokasi banjir di Samarinda yang masih hingga kini. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat beberapa wilayah di Benua Etam yang mengalami banjir dampak dari cuaca ektrem.

    Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Agus Tianur, menjelaskan bahwa curah hujan tinggi di atas 100 milimeter telah menyebabkan banjir di beberapa wilayah Kaltim, terutama di wilayah utara seperti Kutai Kartanegara (Kukar), Kutai Barat (Kubar), dan Samarinda.

    "Kita mengalami cuaca ekstrem di seluruh provinsi. Di beberapa tempat, curah hujan di atas 100 milimeter itu termasuk kategori tinggi," kata Agus Tianur.

    Agus menambahkan bahwa banjir juga terjadi di Sangatta, Kutai Timur, namun kondisinya berbeda dengan banjir di Mahulu. 

    Di Sangatta, banjir surut setelah hujan reda, sementara di Mahulu, genangan air cukup tinggi dan mengganggu aktivitas ekonomi warga.

    BPBD Kaltim telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, dan relawan, untuk menangani situasi banjir ini. Dapur umum telah dibuka di Pampang dan Bengkuring untuk menyediakan makanan bagi warga yang terdampak banjir.

    "Tadi malam kita buka posko dapur umum di Pampang, mudah-mudahan hari ini bisa surut. Kemudian hari ini pagi tadi kita buka dapur umum lagi di Bengkuring," ujar Agus.

    Agus menjelaskan bahwa air dari Waduk Benanga terus keluar, meskipun pengeluarannya sudah agak turun dibandingkan tadi malam. Namun, hal ini tetap menyebabkan penumpukan air di wilayah Bengkuring dan Giri Mukti.

    "Pentingnya Sungai Karamumus kan sudah reklamasi jadi lumayan lah, lumayan sudah keluarnya air. Arah air ke Sungai Karamumus, yang perlu kita antisipasi kan karena ada kenaikan permukaan air Sungai Mahakam. Nah ini juga akan mengganggu keluarnya air," jelasnya.

    BPBD Kaltim juga telah menyiapkan perahu-perahu untuk membantu mengevakuasi warga yang terdampak banjir. Selain itu, mereka juga menyediakan lampu penerangan untuk membantu penerangan jika terjadi gangguan listrik.

    Agus mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati, terutama anak-anak kecil, dan tidak membiarkan mereka bermain di dekat air. Ia juga mengingatkan tentang bahaya binatang buas seperti ular yang mungkin keluar dari sarangnya akibat banjir.

    "Hati-hati ular segala macam, terutama ular. Biasanya di busung-busung mereka juga harus mencari tempat," pesannya.

    (Sf/Rs)