Cari disini...
Seputar Kaltim
Banjir kiriman menggenangi permukiman warga di Gang Bone, Teluk Lingga, Sangatta Utara. (foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Sejumlah kawasan permukiman di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali terendam banjir karena tingginya curah hujan di wilayah hulu.
Salah satu titik yang terdampak berada di Gang Bone, RT 13 Kelurahan Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara.
Warga setempat menyebut banjir yang terjadi merupakan kiriman. Meski di wilayah Sangatta tidak diguyur hujan, luapan air dari hulu sungai tetap menggenangi permukiman warga.
Salah satu warga, Enal mengungkapkan banjir serupa sudah beberapa kali terjadi di tahun ini. Menurutnya, air mulai naik setiap kali hujan deras mengguyur wilayah hulu sungai.
“Walaupun di Sangatta tidak hujan, air tetap naik karena kiriman dari hulu. Tahun ini sudah dua kali terjadi, sementara warga masih bertahan di rumah,” ujar Enal, Kamis (5/2/2026).
Ketinggian air berbeda-beda di setiap lokasi. Di beberapa titik, genangan mencapai lutut orang dewasa, bahkan di bagian belakang permukiman air dilaporkan setinggi dada orang dewasa.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim, Sulastin mengatakan pihaknya telah mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke sejumlah lokasi terdampak untuk melakukan pemantauan dan pendataan.
“Tim sudah turun ke lapangan bersama relawan kecamatan dan desa. Titik-titik banjir itu sudah kami pantau, jadi semua tim sudah turun,” kata Sulastin.
Ia menjelaskan ketinggian air di lokasi banjir naik dan surut dalam waktu relatif cepat. Berdasarkan prakiraan cuaca, curah hujan di Kutim diperkirakan masih tinggi hingga Maret, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.
"Kami sudah menyurati seluruh camat di Kutim untuk waspada terhadap bencana alam ini dan juga sudah membuat peringatan dini kepada masyarakat," pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Banjir kiriman menggenangi permukiman warga di Gang Bone, Teluk Lingga, Sangatta Utara. (foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Sejumlah kawasan permukiman di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali terendam banjir karena tingginya curah hujan di wilayah hulu.
Salah satu titik yang terdampak berada di Gang Bone, RT 13 Kelurahan Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara.
Warga setempat menyebut banjir yang terjadi merupakan kiriman. Meski di wilayah Sangatta tidak diguyur hujan, luapan air dari hulu sungai tetap menggenangi permukiman warga.
Salah satu warga, Enal mengungkapkan banjir serupa sudah beberapa kali terjadi di tahun ini. Menurutnya, air mulai naik setiap kali hujan deras mengguyur wilayah hulu sungai.
“Walaupun di Sangatta tidak hujan, air tetap naik karena kiriman dari hulu. Tahun ini sudah dua kali terjadi, sementara warga masih bertahan di rumah,” ujar Enal, Kamis (5/2/2026).
Ketinggian air berbeda-beda di setiap lokasi. Di beberapa titik, genangan mencapai lutut orang dewasa, bahkan di bagian belakang permukiman air dilaporkan setinggi dada orang dewasa.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim, Sulastin mengatakan pihaknya telah mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke sejumlah lokasi terdampak untuk melakukan pemantauan dan pendataan.
“Tim sudah turun ke lapangan bersama relawan kecamatan dan desa. Titik-titik banjir itu sudah kami pantau, jadi semua tim sudah turun,” kata Sulastin.
Ia menjelaskan ketinggian air di lokasi banjir naik dan surut dalam waktu relatif cepat. Berdasarkan prakiraan cuaca, curah hujan di Kutim diperkirakan masih tinggi hingga Maret, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.
"Kami sudah menyurati seluruh camat di Kutim untuk waspada terhadap bencana alam ini dan juga sudah membuat peringatan dini kepada masyarakat," pungkasnya.
(Sf/Lo)