Cari disini...
Seputarfakta.com - Agus Saputra -
Seputar Kaltim
Jalan Poros Tenggarong-Kota Bangun Km 40 yang tergenang banjir (Dok: istimewa)
Tenggarong - Jalan Poros penghubung Tenggarong-Kota Bangun Kilometer (Km) 40, Desa Sanggulan, Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara (Kukar) terendam banjir, Senin (2/2/2026).
Dampak dari insiden ini mengakibatkan kendaraan roda dua tidak dapat melintas akibat arus sungai yang cukup deras.
“Banjir itu naik sejak pagi sekitar jam 06.00 WITA dan terjadi kemacetan. Banjir ini akibat hujan turun pada subuh tadi sekitar jam 02.00 WITA,” ujar Kepala Desa Sanggulan, Fahruddin.
Ia menduga insiden banjir ini terjadi akibat dampak dari aktivitas penebangan pohon yang dilakukan PT Ichi Hutani Manunggal (IHM) sejak beberapa tahun terakhir.
“Baru kali ini terjadi setelah PT IHM melakukan penebangan. Dulu mereka sering melakukan penebangan dengan siklus lima tahun dan aman karena tidak kena musim hujan, tidak seperti sekarang,” ungkapnya.
Fahruddin juga menyoroti keberadaan kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang dikelola PT Ichi Hutani Manunggal (IHM) di wilayah Desa Sanggulan.
Menurutnya, hampir seluruh wilayah desa masuk dalam kawasan kehutanan tersebut, tapi tidak memberikan dampak positif kepada masyarakat setempat.
“Kalau kami, IHM itu tidak ada manfaatnya bagi desa. Tidak ada pemberian apa-apa, tidak ada kontribusinya terhadap masyarakat,” tegas Fahruddin.
Ia berharap persoalan ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan instansi terkait, khususnya dalam melakukan evaluasi terhadap aktivitas penebangan hutan di kawasan HTI.
Hingga berita ini terbit, Seputarfakta.com masih melakukan upaya konfirmasi kepada PT IHM.
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Agus Saputra -
Seputar Kaltim

Jalan Poros Tenggarong-Kota Bangun Km 40 yang tergenang banjir (Dok: istimewa)
Tenggarong - Jalan Poros penghubung Tenggarong-Kota Bangun Kilometer (Km) 40, Desa Sanggulan, Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara (Kukar) terendam banjir, Senin (2/2/2026).
Dampak dari insiden ini mengakibatkan kendaraan roda dua tidak dapat melintas akibat arus sungai yang cukup deras.
“Banjir itu naik sejak pagi sekitar jam 06.00 WITA dan terjadi kemacetan. Banjir ini akibat hujan turun pada subuh tadi sekitar jam 02.00 WITA,” ujar Kepala Desa Sanggulan, Fahruddin.
Ia menduga insiden banjir ini terjadi akibat dampak dari aktivitas penebangan pohon yang dilakukan PT Ichi Hutani Manunggal (IHM) sejak beberapa tahun terakhir.
“Baru kali ini terjadi setelah PT IHM melakukan penebangan. Dulu mereka sering melakukan penebangan dengan siklus lima tahun dan aman karena tidak kena musim hujan, tidak seperti sekarang,” ungkapnya.
Fahruddin juga menyoroti keberadaan kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang dikelola PT Ichi Hutani Manunggal (IHM) di wilayah Desa Sanggulan.
Menurutnya, hampir seluruh wilayah desa masuk dalam kawasan kehutanan tersebut, tapi tidak memberikan dampak positif kepada masyarakat setempat.
“Kalau kami, IHM itu tidak ada manfaatnya bagi desa. Tidak ada pemberian apa-apa, tidak ada kontribusinya terhadap masyarakat,” tegas Fahruddin.
Ia berharap persoalan ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan instansi terkait, khususnya dalam melakukan evaluasi terhadap aktivitas penebangan hutan di kawasan HTI.
Hingga berita ini terbit, Seputarfakta.com masih melakukan upaya konfirmasi kepada PT IHM.
(Sf/Lo)