Cari disini...
Seputar Kaltim
Sebagian warga membutuhkan perahu untuk memudahkan mobilisasi di tengah banjir, Rabu (29/1/1025). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Banjir yang melanda Kota Samarinda sejak Minggu terus meluas hingga hari keempat, Rabu (29/1/2025). Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, Suwarso, melaporkan bahwa selain ketinggian air yang meningkat, wilayah terdampak juga semakin meluas.
Pergerakan banjir ini yang awalnya terjadi di Desa Budaya Pampang dan Sempaja Timur, lalu turun ke kawasan Gunung Lingai di antaranya Perum Griya Mukti. "Sekarang, dampaknya sudah merambah ke Temindung Permai," ujar Suwarso.
Secara khusus, wilayah Samarinda Utara, Sungai Pinang, dan Samarinda Ulu mengalami perluasan dampak, baik dari segi wilayah terdampak, ketinggian air, maupun jumlah warga yang terkena dampaknya.
Berdasarkan data sementara, ia menyebut terdapat 2.009 kepala keluarga (KK) terdampak, dengan total bangunan yang terendam sebanyak 1.833 unit dan jumlah jiwa terdampak mencapai 5.979 orang. Wilayah yang paling terkena dampak meliputi Sempaja Timur, Gunung Lingai, Temindung Permai, dan Kelurahan Sidodadi.
Ia menyebut, secara keseluruhan, banjir telah melanda lima kecamatan di Samarinda, meskipun yang paling terdampak adalah Samarinda Utara dan Sungai Pinang.
Melihat luasnya dampak banjir, BPBD Samarinda telah berkoordinasi dengan wali kota untuk membahas kemungkinan menetapkan status tanggap darurat.
"Saya sudah berkonsultasi dengan Wali Kota terkait status ini, mengingat luas wilayah terdampak serta prediksi cuaca dari BMKG. Beliau mengarahkan agar segera dilakukan rapat dengan Forkopimda. Jika seluruh pihak menyatakan layak untuk tanggap darurat, maka prinsipnya beliau mendukung," ungkap Suwarso.
Sejumlah langkah telah dilakukan untuk membantu warga terdampak, termasuk pendirian dua dapur umum di Kantor Kelurahan Sempaja Timur dan kawasan Perum Griya Mukti. BPBD Samarinda juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta relawan untuk mengevakuasi warga yang membutuhkan pertolongan.
"Pada hari kedua, kami mengevakuasi warga yang mengalami stroke dan harus segera dibawa ke rumah sakit. Pagi tadi, kami juga mengevakuasi warga yang meninggal dunia akibat sakit," jelasnya.
Distribusi bantuan terus dilakukan, termasuk pemeriksaan kesehatan di daerah yang sulit dijangkau. BPBD juga telah menyediakan perahu untuk membantu mobilitas warga, mengingat genangan air yang cukup tinggi menghambat akses di sejumlah lokasi.
Saat ini, ketinggian air bervariasi antara 30 cm hingga 1,5 meter.
"Kami terus memperbarui data dan akan segera melaporkan jika ada perkembangan lebih lanjut," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Sebagian warga membutuhkan perahu untuk memudahkan mobilisasi di tengah banjir, Rabu (29/1/1025). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Banjir yang melanda Kota Samarinda sejak Minggu terus meluas hingga hari keempat, Rabu (29/1/2025). Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, Suwarso, melaporkan bahwa selain ketinggian air yang meningkat, wilayah terdampak juga semakin meluas.
Pergerakan banjir ini yang awalnya terjadi di Desa Budaya Pampang dan Sempaja Timur, lalu turun ke kawasan Gunung Lingai di antaranya Perum Griya Mukti. "Sekarang, dampaknya sudah merambah ke Temindung Permai," ujar Suwarso.
Secara khusus, wilayah Samarinda Utara, Sungai Pinang, dan Samarinda Ulu mengalami perluasan dampak, baik dari segi wilayah terdampak, ketinggian air, maupun jumlah warga yang terkena dampaknya.
Berdasarkan data sementara, ia menyebut terdapat 2.009 kepala keluarga (KK) terdampak, dengan total bangunan yang terendam sebanyak 1.833 unit dan jumlah jiwa terdampak mencapai 5.979 orang. Wilayah yang paling terkena dampak meliputi Sempaja Timur, Gunung Lingai, Temindung Permai, dan Kelurahan Sidodadi.
Ia menyebut, secara keseluruhan, banjir telah melanda lima kecamatan di Samarinda, meskipun yang paling terdampak adalah Samarinda Utara dan Sungai Pinang.
Melihat luasnya dampak banjir, BPBD Samarinda telah berkoordinasi dengan wali kota untuk membahas kemungkinan menetapkan status tanggap darurat.
"Saya sudah berkonsultasi dengan Wali Kota terkait status ini, mengingat luas wilayah terdampak serta prediksi cuaca dari BMKG. Beliau mengarahkan agar segera dilakukan rapat dengan Forkopimda. Jika seluruh pihak menyatakan layak untuk tanggap darurat, maka prinsipnya beliau mendukung," ungkap Suwarso.
Sejumlah langkah telah dilakukan untuk membantu warga terdampak, termasuk pendirian dua dapur umum di Kantor Kelurahan Sempaja Timur dan kawasan Perum Griya Mukti. BPBD Samarinda juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta relawan untuk mengevakuasi warga yang membutuhkan pertolongan.
"Pada hari kedua, kami mengevakuasi warga yang mengalami stroke dan harus segera dibawa ke rumah sakit. Pagi tadi, kami juga mengevakuasi warga yang meninggal dunia akibat sakit," jelasnya.
Distribusi bantuan terus dilakukan, termasuk pemeriksaan kesehatan di daerah yang sulit dijangkau. BPBD juga telah menyediakan perahu untuk membantu mobilitas warga, mengingat genangan air yang cukup tinggi menghambat akses di sejumlah lokasi.
Saat ini, ketinggian air bervariasi antara 30 cm hingga 1,5 meter.
"Kami terus memperbarui data dan akan segera melaporkan jika ada perkembangan lebih lanjut," pungkasnya.
(Sf/Rs)