Seputar Kaltim

    Banjir di Kecamatan Telen Kutai Timur Sudah Mulai Surut, Begini Kondisi Terbarunya

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Banjir Kecamatan Telen, (Dok. BPBD Kaltim)

    Sangatta - Banjir yang sejak beberapa hari terakhir merendam wilayah Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan. 

    Menurut laporan terbaru yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim pada Jumat pagi, ketinggian air di sejumlah desa sudah berangsur surut meski belum signifikan.

    Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutim, Muhammad Naim, menyampaikan kondisi air kini terus mengalami penurunan tipis dibanding hari sebelumnya.

    “Laporan tadi pagi dari Telen sudah mulai berangsur turun, sekitar empat jari. Walaupun tidak signifikan, tapi sudah ada penurunan dibanding kemarin yang cenderung naik,” ujar Naim.

    Ia menjelaskan, wilayah terdampak banjir cukup luas, terutama di Desa Marah Halok, Long Melah, hingga Muara Pantun. Sementara untuk Long Noran, BPBD masih menunggu laporan lanjutan dari pihak desa.

    BPBD Kutim menerima data terbaru terkait jumlah kepala keluarga (KK) yang terdampak di Kecamatan Telen. 

    Desa Marah Halok yang 5 RT dengan total 86 KK yang terdampak, Desa Muara Pantun 8 KK, Desa Krayan 24 KK, Desa Long Segar 20 KK dan Desa Long Melah 6 KK.

    “Long Noran kami belum dapat informasi. Yang masuk baru dari RT-RT tersebut,” tambahnya.

    BPBD Kutim memastikan pemantauan terus dilakukan melalui jajaran kecamatan dan desa. Selain itu, BPBD telah menyalurkan perahu untuk membantu warga di desa-desa terdampak.

    “BPBD tetap melakukan pemantauan. Kami selalu siap siaga jika sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat dan harus segera turun ke lapangan dan Alhamdulillah kami sudah menyalurkan beberapa perahu pinjam pakai sampai ke tingkat desa,” katanya.

    Naim berharap penurunan debit air terus berlanjut agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal.

    “Pagi ini laporan yang masuk sudah turun sekitar empat jari. Mudah-mudahan saja terus menurun,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Banjir di Kecamatan Telen Kutai Timur Sudah Mulai Surut, Begini Kondisi Terbarunya

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Banjir Kecamatan Telen, (Dok. BPBD Kaltim)

    Sangatta - Banjir yang sejak beberapa hari terakhir merendam wilayah Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan. 

    Menurut laporan terbaru yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim pada Jumat pagi, ketinggian air di sejumlah desa sudah berangsur surut meski belum signifikan.

    Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutim, Muhammad Naim, menyampaikan kondisi air kini terus mengalami penurunan tipis dibanding hari sebelumnya.

    “Laporan tadi pagi dari Telen sudah mulai berangsur turun, sekitar empat jari. Walaupun tidak signifikan, tapi sudah ada penurunan dibanding kemarin yang cenderung naik,” ujar Naim.

    Ia menjelaskan, wilayah terdampak banjir cukup luas, terutama di Desa Marah Halok, Long Melah, hingga Muara Pantun. Sementara untuk Long Noran, BPBD masih menunggu laporan lanjutan dari pihak desa.

    BPBD Kutim menerima data terbaru terkait jumlah kepala keluarga (KK) yang terdampak di Kecamatan Telen. 

    Desa Marah Halok yang 5 RT dengan total 86 KK yang terdampak, Desa Muara Pantun 8 KK, Desa Krayan 24 KK, Desa Long Segar 20 KK dan Desa Long Melah 6 KK.

    “Long Noran kami belum dapat informasi. Yang masuk baru dari RT-RT tersebut,” tambahnya.

    BPBD Kutim memastikan pemantauan terus dilakukan melalui jajaran kecamatan dan desa. Selain itu, BPBD telah menyalurkan perahu untuk membantu warga di desa-desa terdampak.

    “BPBD tetap melakukan pemantauan. Kami selalu siap siaga jika sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat dan harus segera turun ke lapangan dan Alhamdulillah kami sudah menyalurkan beberapa perahu pinjam pakai sampai ke tingkat desa,” katanya.

    Naim berharap penurunan debit air terus berlanjut agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal.

    “Pagi ini laporan yang masuk sudah turun sekitar empat jari. Mudah-mudahan saja terus menurun,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)