Cari disini...
Seputar Kaltim
Kondisi banjir di Desa Sukaraja, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Rabu (15/1/2025).(Istimewa)
Penajam - Hujan dengan intensitas tinggi melanda wilayah Penajam Paser Utara (PPU) dan mengakibatkan banjir di Desa Sukaraja, Kecamatan Sepaku, Selasa (14/1/2025) pukul 17.00 WITA
Banjir ini akibat meluapnya volume air sungai hingga ke pemukiman warga yang berada di area rendah dekat bantaran sungai,.
Berdasarkan data terupdate dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU pada pukul 16.30 WITA Rabu hari ini, ada 174 rumah yang dihuni 174 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah 572 jiwa terdampak banjir.
“Kemarin kita baru menerima laporan dari warga bahwa terjadi banjir di desa. Jadi kami pun langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengawasan dan pendataan terhadap orang yang terkena dampak dari banjir ini,” ucap Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD PPU, Sukadi Kuncoro, Rabu (15/1/2025).
“Dari data yang kita kumpulkan di lokasi insiden, ada 12 RT yang ikut terdampak. Terbanyak terjadi di RT 07 dengan merendam 44 rumah yang dihuni 151 jiwa dan RT 25 merendam 49 rumah dihuni 160 jiwa,” tambahnya.
Kini, kondisi Tinggi Muka Air (TMA) di lokasi banjir telah berangsur surut, tapi untuk RT 07, 24 dan RT 25, kondisi pemukimannya terendam banjir.
“Korban yang terdampak tidak diungsikan karena kondisi banjir telah surut dan rumah yang terdampak bisa ditempati kembali,” ungkapnya.
Usai insiden ini, BPBD PPU melakukan pengecekan terhadap drainase guna memastikan bahwa tidak ada tumpukan sampah ataupun pepohonan yang menghambat aliran air.
“Kita cari tahu permasalahannya selain disebabkan hujan deras, bisa saja karena drainase yang tersumbat. Jadi kami ajak juga masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan apalagi saat ini sedang di musim hujan,” tandasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kondisi banjir di Desa Sukaraja, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Rabu (15/1/2025).(Istimewa)
Penajam - Hujan dengan intensitas tinggi melanda wilayah Penajam Paser Utara (PPU) dan mengakibatkan banjir di Desa Sukaraja, Kecamatan Sepaku, Selasa (14/1/2025) pukul 17.00 WITA
Banjir ini akibat meluapnya volume air sungai hingga ke pemukiman warga yang berada di area rendah dekat bantaran sungai,.
Berdasarkan data terupdate dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU pada pukul 16.30 WITA Rabu hari ini, ada 174 rumah yang dihuni 174 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah 572 jiwa terdampak banjir.
“Kemarin kita baru menerima laporan dari warga bahwa terjadi banjir di desa. Jadi kami pun langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengawasan dan pendataan terhadap orang yang terkena dampak dari banjir ini,” ucap Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD PPU, Sukadi Kuncoro, Rabu (15/1/2025).
“Dari data yang kita kumpulkan di lokasi insiden, ada 12 RT yang ikut terdampak. Terbanyak terjadi di RT 07 dengan merendam 44 rumah yang dihuni 151 jiwa dan RT 25 merendam 49 rumah dihuni 160 jiwa,” tambahnya.
Kini, kondisi Tinggi Muka Air (TMA) di lokasi banjir telah berangsur surut, tapi untuk RT 07, 24 dan RT 25, kondisi pemukimannya terendam banjir.
“Korban yang terdampak tidak diungsikan karena kondisi banjir telah surut dan rumah yang terdampak bisa ditempati kembali,” ungkapnya.
Usai insiden ini, BPBD PPU melakukan pengecekan terhadap drainase guna memastikan bahwa tidak ada tumpukan sampah ataupun pepohonan yang menghambat aliran air.
“Kita cari tahu permasalahannya selain disebabkan hujan deras, bisa saja karena drainase yang tersumbat. Jadi kami ajak juga masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan apalagi saat ini sedang di musim hujan,” tandasnya.
(Sf/By)