Cari disini...
Seputar Kaltim
Kondisi kamar barakan yang hangus terbakar di Desa Sepaso, Bengalon. (Foto: Istimewa)
Sangatta - Kebakaran terjadi pada satu unit kamar barakan (bangsalan) enam pintu di Jalan M Yusuf RT 04/01, Desa Sepaso, Kecamatan Bengalon, Kamis (5/3/2026) dini hari. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta.
Kasi Pemadaman, Pengendali Operasi dan Komunikasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kutai Timur (Disdamkartan Kutim), Eko Purnomo, mengatakan pihaknya menerima informasi dari warga atas nama Ibu Amnah pada pukul 00.59 Wita.
Setelah menerima laporan, Disdamkartan Kutim langsung menurunkan sejumlah armada ke lokasi, yakni Unit Suplay 326, Unit Fire 311, Unit Suplay 304, satu unit operasional Damkar, serta satu unit mobil REDKAR Desa Sepaso. Pengamanan di lokasi turut melibatkan personel Polsek Bengalon dan PLN Kecamatan Bengalon.
“Unit tiba di lokasi sekitar pukul 01.10 Wita dan api berhasil dikendalikan bersama relawan REDKAR Desa Sepaso,” ujar Eko.
Ia menambahkan, rumah barakan yang terbakar merupakan satu pintu kamar dari total enam pintu barakan milik Ansar Karim dengan ukuran bangunan 10 x 12 meter. Luas area yang terdampak diperkirakan sekitar 4 x 10 meter.
Titik api awal diketahui berada di kamar yang disewa Muhammad Nurhadi bersama istri dan tiga anaknya. Selain itu, penghuni lain di barakan tersebut antara lain Fredy, Ismail, Jailani, Budi, Asbudi bersama keluarga, serta M. Yunus bersama keluarga.
“Korban jiwa nihil, tidak ada korban luka maupun meninggal dunia. Penyebab kebakaran diduga sementara akibat arus pendek listrik,” tambahnya.
Proses pemadaman sempat terkendala akses menuju tempat kejadian perkara (TKP) yang berada di belakang bangunan lain, dengan gang sempit dan cukup jauh dari jalan raya.
Api akhirnya berhasil dikendalikan tanpa merembet ke bangunan lain. Pihak Disdamkartan Kutim mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik guna mencegah kejadian serupa.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kondisi kamar barakan yang hangus terbakar di Desa Sepaso, Bengalon. (Foto: Istimewa)
Sangatta - Kebakaran terjadi pada satu unit kamar barakan (bangsalan) enam pintu di Jalan M Yusuf RT 04/01, Desa Sepaso, Kecamatan Bengalon, Kamis (5/3/2026) dini hari. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta.
Kasi Pemadaman, Pengendali Operasi dan Komunikasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kutai Timur (Disdamkartan Kutim), Eko Purnomo, mengatakan pihaknya menerima informasi dari warga atas nama Ibu Amnah pada pukul 00.59 Wita.
Setelah menerima laporan, Disdamkartan Kutim langsung menurunkan sejumlah armada ke lokasi, yakni Unit Suplay 326, Unit Fire 311, Unit Suplay 304, satu unit operasional Damkar, serta satu unit mobil REDKAR Desa Sepaso. Pengamanan di lokasi turut melibatkan personel Polsek Bengalon dan PLN Kecamatan Bengalon.
“Unit tiba di lokasi sekitar pukul 01.10 Wita dan api berhasil dikendalikan bersama relawan REDKAR Desa Sepaso,” ujar Eko.
Ia menambahkan, rumah barakan yang terbakar merupakan satu pintu kamar dari total enam pintu barakan milik Ansar Karim dengan ukuran bangunan 10 x 12 meter. Luas area yang terdampak diperkirakan sekitar 4 x 10 meter.
Titik api awal diketahui berada di kamar yang disewa Muhammad Nurhadi bersama istri dan tiga anaknya. Selain itu, penghuni lain di barakan tersebut antara lain Fredy, Ismail, Jailani, Budi, Asbudi bersama keluarga, serta M. Yunus bersama keluarga.
“Korban jiwa nihil, tidak ada korban luka maupun meninggal dunia. Penyebab kebakaran diduga sementara akibat arus pendek listrik,” tambahnya.
Proses pemadaman sempat terkendala akses menuju tempat kejadian perkara (TKP) yang berada di belakang bangunan lain, dengan gang sempit dan cukup jauh dari jalan raya.
Api akhirnya berhasil dikendalikan tanpa merembet ke bangunan lain. Pihak Disdamkartan Kutim mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik guna mencegah kejadian serupa.
(Sf/Rs)