Cari disini...
Seputar Kaltim
Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Pemkab Kutai Timur (Kutim) masih menunggu hasil kajian LAPI Institut Teknologi Bandung (ITB) terkait kemungkinan Bandara Tanjung Bara melayani penerbangan umum.
Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim, Masrianto Suriansyah, mengatakan Bandara Tanjung Bara menjadi alternatif karena rencana pembangunan bandara masih terkendala aturan kebandarudaraan.
“Karena kita terkendala dengan aturan kebandarudaraan, untuk saat ini melalui kebijakan Bapak Bupati dan juga kerja sama yang baik dari manajemen perusahaan, insyaallah Bandara Tanjung Bara menjadi alternatif,” ujar Masrianto.
Ia mengatakan PT Kaltim Prima Coal (KPC) telah menunjuk LAPI ITB untuk melakukan kajian pengembangan Bandara Tanjung Bara.
“Manajemen perusahaan saat ini lagi melakukan kajian terkait dengan pengembangan Bandara Tanjung Bara ini ke depan. Apakah bisa untuk melayani penerbangan umum atau tidak,” ujarnya.
Masrianto menyebut Pemkab Kutim kini tinggal menunggu hasil kajian dan rekomendasi dari LAPI ITB.
“Kita tinggal menunggu hasil kajian dari LAPI ITB. Rekomendasinya seperti apa?” kata Masrianto.
Rencana pembangunan bandara tersebut masuk dalam visi dan misi Bupati Kutim serta 50 program prioritas. Pembahasannya juga masih dilakukan dengan Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan dengan mengacu pada aturan kebandarudaraan.
“Apakah Bandara Tanjung Bara ini bisa kita optimalisasi untuk melayani penerbangan umum ke depan sesuai dengan visi Bapak Bupati,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Pemkab Kutai Timur (Kutim) masih menunggu hasil kajian LAPI Institut Teknologi Bandung (ITB) terkait kemungkinan Bandara Tanjung Bara melayani penerbangan umum.
Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim, Masrianto Suriansyah, mengatakan Bandara Tanjung Bara menjadi alternatif karena rencana pembangunan bandara masih terkendala aturan kebandarudaraan.
“Karena kita terkendala dengan aturan kebandarudaraan, untuk saat ini melalui kebijakan Bapak Bupati dan juga kerja sama yang baik dari manajemen perusahaan, insyaallah Bandara Tanjung Bara menjadi alternatif,” ujar Masrianto.
Ia mengatakan PT Kaltim Prima Coal (KPC) telah menunjuk LAPI ITB untuk melakukan kajian pengembangan Bandara Tanjung Bara.
“Manajemen perusahaan saat ini lagi melakukan kajian terkait dengan pengembangan Bandara Tanjung Bara ini ke depan. Apakah bisa untuk melayani penerbangan umum atau tidak,” ujarnya.
Masrianto menyebut Pemkab Kutim kini tinggal menunggu hasil kajian dan rekomendasi dari LAPI ITB.
“Kita tinggal menunggu hasil kajian dari LAPI ITB. Rekomendasinya seperti apa?” kata Masrianto.
Rencana pembangunan bandara tersebut masuk dalam visi dan misi Bupati Kutim serta 50 program prioritas. Pembahasannya juga masih dilakukan dengan Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan dengan mengacu pada aturan kebandarudaraan.
“Apakah Bandara Tanjung Bara ini bisa kita optimalisasi untuk melayani penerbangan umum ke depan sesuai dengan visi Bapak Bupati,” pungkasnya.
(Sf/Rs)