Seputar Kaltim

    Bandara SAMS Sepinggan Siapkan Penguatan Layanan dan Keamanan Hadapi Lonjakan Penumpang Nataru

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    10 Desember 2025 pukul 18:56 WITA

    Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan perkuat koordinasi keamanan dan pelayanan jelang Nataru 225/2026. (Foto: Bandara/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Menjelang periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan mulai memperkuat koordinasi keamanan dan pelayanan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penerbangan dan kepadatan penumpang.

    Penguatan koordinasi itu dibahas dalam kegiatan Airport Security Committee (ASC) ke-6 dan Facilitation Committee (FAL) ke-2 yang digelar PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang SAMS Sepinggan.

    General Manager Bandara SAMS Sepinggan, Iwan Novi Hantoro mengatakan, seluruh pemangku kepentingan harus meningkatkan kesiapsiagaan karena lonjakan aktivitas bandara dipastikan terjadi.

    “Koordinasi lintas sektor adalah kunci penyelenggaraan angkutan udara yang aman dan lancar. Semua pihak perlu meningkatkan kerja sama, komunikasi, dan kewaspadaan,” ucap Iwan dalam siaran persnya, Rabu (10/12/2025).

    Menurut Iwan, sejumlah aspek strategis perlu diantisipasi selama puncak arus liburan, antara lain ketersediaan personel, kesiapan fasilitas terminal dan apron, keandalan alat navigasi, pengaturan slot time, keamanan penerbangan, mitigasi cuaca ekstrem, hingga manajemen antrean penumpang dan bagasi.

    “Sebagai bentuk kesiapan, bandara akan mengoperasikan Posko Terpadu Angkutan Udara Nataru 2025/2026 selama 21 hari, mulai 15 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026,” lanjutnya.

    Dirinya berharap forum koordinasi tersebut dapat memastikan seluruh prosedur dan fasilitas berjalan optimal, serta mendorong perbaikan berkelanjutan.

    “Kami berharap forum ini mampu menyelesaikan hambatan operasional dan menghasilkan rekomendasi yang bisa diterapkan secara konsisten oleh semua pihak,” paparnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Bandara SAMS Sepinggan Siapkan Penguatan Layanan dan Keamanan Hadapi Lonjakan Penumpang Nataru

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    10 Desember 2025 pukul 18:56 WITA

    Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan perkuat koordinasi keamanan dan pelayanan jelang Nataru 225/2026. (Foto: Bandara/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Menjelang periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan mulai memperkuat koordinasi keamanan dan pelayanan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penerbangan dan kepadatan penumpang.

    Penguatan koordinasi itu dibahas dalam kegiatan Airport Security Committee (ASC) ke-6 dan Facilitation Committee (FAL) ke-2 yang digelar PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang SAMS Sepinggan.

    General Manager Bandara SAMS Sepinggan, Iwan Novi Hantoro mengatakan, seluruh pemangku kepentingan harus meningkatkan kesiapsiagaan karena lonjakan aktivitas bandara dipastikan terjadi.

    “Koordinasi lintas sektor adalah kunci penyelenggaraan angkutan udara yang aman dan lancar. Semua pihak perlu meningkatkan kerja sama, komunikasi, dan kewaspadaan,” ucap Iwan dalam siaran persnya, Rabu (10/12/2025).

    Menurut Iwan, sejumlah aspek strategis perlu diantisipasi selama puncak arus liburan, antara lain ketersediaan personel, kesiapan fasilitas terminal dan apron, keandalan alat navigasi, pengaturan slot time, keamanan penerbangan, mitigasi cuaca ekstrem, hingga manajemen antrean penumpang dan bagasi.

    “Sebagai bentuk kesiapan, bandara akan mengoperasikan Posko Terpadu Angkutan Udara Nataru 2025/2026 selama 21 hari, mulai 15 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026,” lanjutnya.

    Dirinya berharap forum koordinasi tersebut dapat memastikan seluruh prosedur dan fasilitas berjalan optimal, serta mendorong perbaikan berkelanjutan.

    “Kami berharap forum ini mampu menyelesaikan hambatan operasional dan menghasilkan rekomendasi yang bisa diterapkan secara konsisten oleh semua pihak,” paparnya.

    (Sf/Rs)