Seputar Kaltim

    Bandara Internasional Nusantara Bersiap Layani Penerbangan Komersial, Status Baru Tengah Diproses

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    09 Desember 2025 pukul 20:36 WITA

    Bandar Udara Internasional Nusantara kini tengah menunggu penyelesaian proses perubahan status dari Bandara Khusus menjadi Bandara Umum. (Foto: Otorita/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Upaya membuka layanan penerbangan komersial di Ibu Kota Nusantara (IKN) memasuki tahap penting. Bandar Udara Internasional Nusantara kini tengah menunggu penyelesaian proses perubahan status dari Bandara Khusus menjadi Bandara Umum, langkah yang menjadi syarat utama sebelum melayani penerbangan komersial.

    Plt. Kepala Bandara Internasional Nusantara, Imam Alwan menjelaskan bahwa sejak memperoleh Sertifikat Bandar Udara (SBU) pada 12 Juni 2025 lalu, bandara tersebut beroperasi sebagai bandara khusus sehingga hanya dapat melayani pesawat kenegaraan, pesawat pemerintah, serta penerbangan charter dan private flight.

    “Perubahan status ini sangat penting agar bandara dapat membuka layanan penerbangan komersial,” ucap Imam dalam siaran persnya, Selasa (8/12/2025).

    Seluruh fasilitas sisi udara termasuk runway, taxiway, apron, dan helipad telah rampung. Di area darat, tahap pertama pembangunan juga sudah selesai dengan hadirnya Terminal VVIP dan VIP, menara ATC, fasilitas darurat, gedung perkantoran, hingga rumah ibadah.

    Saat ini, pekerjaan lanjutan berupa penataan lanskap dan pembangunan jalan perimeter ditargetkan selesai pada akhir Desember 2025.

    “Pada tahap berikutnya, bandara akan dilengkapi fasilitas imigrasi, karantina, dan bea cukai untuk menunjang penerbangan internasional,” jelasnya.

    Secara internasional, bandara ini telah terdaftar di ICAO dengan kode WALK. Dengan runway 3.000 meter terpanjang di Kalimantan, bandara dirancang mampu menerima pesawat wide body terbesar seperti Boeing 777-300 dan Airbus A380. Kemampuan ini memungkinkan penerbangan jarak jauh langsung, termasuk ke Timur Tengah dan Eropa.

    “Bandara juga menyediakan apron seluas 97.189 meter persegi serta Terminal VVIP dan VIP dengan kapasitas hingga 1,6 juta penumpang per tahun,” lanjutnya.

    Sejak beroperasi pada 12 Juni 2025, bandara telah melayani berbagai penerbangan, termasuk Boeing 737-400 TNI AU, helikopter TNI AD, pesawat kalibrasi Beechcraft, hingga private jet Bombardier Challenger CL 604.

    Imam menyebut pemerintah saat ini menyiapkan penyesuaian regulasi sebagai landasan hukum layanan komersial. Perubahan status menjadi Bandara Umum menjadi elemen utama dalam proses tersebut.

    Bandara Internasional Nusantara dibangun berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 31 Tahun 2023 untuk mendukung konektivitas dan kegiatan pemerintahan di IKN.

    “Kami terus meningkatkan fasilitas agar bandara siap melayani masyarakat dan menjadi penggerak mobilitas serta pembangunan IKN,” ujar Imam.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Bandara Internasional Nusantara Bersiap Layani Penerbangan Komersial, Status Baru Tengah Diproses

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    09 Desember 2025 pukul 20:36 WITA

    Bandar Udara Internasional Nusantara kini tengah menunggu penyelesaian proses perubahan status dari Bandara Khusus menjadi Bandara Umum. (Foto: Otorita/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Upaya membuka layanan penerbangan komersial di Ibu Kota Nusantara (IKN) memasuki tahap penting. Bandar Udara Internasional Nusantara kini tengah menunggu penyelesaian proses perubahan status dari Bandara Khusus menjadi Bandara Umum, langkah yang menjadi syarat utama sebelum melayani penerbangan komersial.

    Plt. Kepala Bandara Internasional Nusantara, Imam Alwan menjelaskan bahwa sejak memperoleh Sertifikat Bandar Udara (SBU) pada 12 Juni 2025 lalu, bandara tersebut beroperasi sebagai bandara khusus sehingga hanya dapat melayani pesawat kenegaraan, pesawat pemerintah, serta penerbangan charter dan private flight.

    “Perubahan status ini sangat penting agar bandara dapat membuka layanan penerbangan komersial,” ucap Imam dalam siaran persnya, Selasa (8/12/2025).

    Seluruh fasilitas sisi udara termasuk runway, taxiway, apron, dan helipad telah rampung. Di area darat, tahap pertama pembangunan juga sudah selesai dengan hadirnya Terminal VVIP dan VIP, menara ATC, fasilitas darurat, gedung perkantoran, hingga rumah ibadah.

    Saat ini, pekerjaan lanjutan berupa penataan lanskap dan pembangunan jalan perimeter ditargetkan selesai pada akhir Desember 2025.

    “Pada tahap berikutnya, bandara akan dilengkapi fasilitas imigrasi, karantina, dan bea cukai untuk menunjang penerbangan internasional,” jelasnya.

    Secara internasional, bandara ini telah terdaftar di ICAO dengan kode WALK. Dengan runway 3.000 meter terpanjang di Kalimantan, bandara dirancang mampu menerima pesawat wide body terbesar seperti Boeing 777-300 dan Airbus A380. Kemampuan ini memungkinkan penerbangan jarak jauh langsung, termasuk ke Timur Tengah dan Eropa.

    “Bandara juga menyediakan apron seluas 97.189 meter persegi serta Terminal VVIP dan VIP dengan kapasitas hingga 1,6 juta penumpang per tahun,” lanjutnya.

    Sejak beroperasi pada 12 Juni 2025, bandara telah melayani berbagai penerbangan, termasuk Boeing 737-400 TNI AU, helikopter TNI AD, pesawat kalibrasi Beechcraft, hingga private jet Bombardier Challenger CL 604.

    Imam menyebut pemerintah saat ini menyiapkan penyesuaian regulasi sebagai landasan hukum layanan komersial. Perubahan status menjadi Bandara Umum menjadi elemen utama dalam proses tersebut.

    Bandara Internasional Nusantara dibangun berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 31 Tahun 2023 untuk mendukung konektivitas dan kegiatan pemerintahan di IKN.

    “Kami terus meningkatkan fasilitas agar bandara siap melayani masyarakat dan menjadi penggerak mobilitas serta pembangunan IKN,” ujar Imam.

    (Sf/Rs)