Bandara APT Pranoto Samarinda Buka Pintu untuk Taksi Online, Wajib Ikuti Aturan Tarif Zonasi

    Seputarfakta.com - Maulana -

    Seputar Kaltim

    25 Maret 2026 06:48 WIB

    Tempat penjemputan taksi di Bandara APT Pranoto. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Bandara APT Pranoto Samarinda tengah bersiap memberikan pengalaman mobilitas yang lebih baik bagi para penumpang. 

    Pihak pengelola bandara kebanggaan Kota Tepian ini secara resmi membuka peluang kerja sama bagi penyedia layanan transportasi atau taksi online.

    Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan pilihan layanan transportasi bagi para pengguna jasa penerbangan.

    Kepala Kantor Badan Layanan Umum (BLU) UPBU APT Pranoto Samarinda, I Kadek Yuli Sastrawan menyampaikan inisiatif ini diawali dengan koordinasi bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda. 

    Beranjak dari sana, pihak bandara telah mengundang tiga aplikator raksasa transportasi online, yakni Maxim, Gojek dan Grab untuk membahas peluang kerja sama.

    "Kita berharap mereka (aplikator online) ada kerja sama di sini sehingga bisa memberikan pelayanan yang sama dengan bandara-bandara lain," ujar Kadek, Senin (23/3/2026).

    Kadek menjelaskan proses kerja sama masih berada pada tahap pengkajian. Skema yang digunakan adalah Business to Business (B2B), sehingga pihak bandara memberikan ruang penuh bagi ketiga aplikator untuk menghitung kelayakan komersial dalam membuka stan atau titik layanan resmi di dalam area bandara.

    Salah satu aplikator, yakni Gojek dikabarkan telah merampungkan kajian internalnya. Meski begitu, pihak pengelola bandara masih menunggu tindak lanjut dan realisasi teknis di lapangan.

    Berdampingan dengan Taksi Konvensional

    Kehadiran layanan taksi online di dalam bandara sering kali memicu kekhawatiran dari pihak taksi konvensional. 

    Menjawab ini, Kadek menegaskan taksi online tidak dihadirkan untuk menggeser armada konvensional yang selama ini sudah beroperasi. Justru sebaliknya, keduanya diharapkan bisa saling melengkapi. 

    "Ini dalam rangka peningkatan pelayanan kepada penumpang. Langkah baiknya taksi online juga bisa bekerja sama di sini dan berjalan berdampingan dengan taksi konvensional," tambahnya.

    Agar persaingan tetap sehat, pengelola Bandara APT Pranoto menetapkan aturan main yang jelas, khususnya terkait tarif. 

    Berkaca pada selisih harga antara tarif zonasi bandara dan tarif aplikasi yang kerap terpaut puluhan ribu rupiah, Kadek menegaskan pentingnya keselarasan harga.

    Masyarakat tentu akan mencari layanan terbaik dengan harga termurah. Oleh karena itu, taksi online yang nantinya beroperasi dari dalam bandara diwajibkan untuk menyesuaikan harganya.

    "Jadi saya sampaikan ke mereka, kalau memang nanti bermitra di sini ya kita akan samakan, ikut tarif zonasi yang ada. Ketika titik jemputnya di dalam bandara, harganya paling tidak sama. Namun jika titik jemputnya di luar bandara, itu silakan saja, sudah bukan urusan kami lagi," tutup Kadek.


    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Bandara APT Pranoto Samarinda Buka Pintu untuk Taksi Online, Wajib Ikuti Aturan Tarif Zonasi

    Seputarfakta.com - Maulana -

    Seputar Kaltim

    25 Maret 2026 06:48 WIB

    Tempat penjemputan taksi di Bandara APT Pranoto. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Bandara APT Pranoto Samarinda tengah bersiap memberikan pengalaman mobilitas yang lebih baik bagi para penumpang. 

    Pihak pengelola bandara kebanggaan Kota Tepian ini secara resmi membuka peluang kerja sama bagi penyedia layanan transportasi atau taksi online.

    Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan pilihan layanan transportasi bagi para pengguna jasa penerbangan.

    Kepala Kantor Badan Layanan Umum (BLU) UPBU APT Pranoto Samarinda, I Kadek Yuli Sastrawan menyampaikan inisiatif ini diawali dengan koordinasi bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda. 

    Beranjak dari sana, pihak bandara telah mengundang tiga aplikator raksasa transportasi online, yakni Maxim, Gojek dan Grab untuk membahas peluang kerja sama.

    "Kita berharap mereka (aplikator online) ada kerja sama di sini sehingga bisa memberikan pelayanan yang sama dengan bandara-bandara lain," ujar Kadek, Senin (23/3/2026).

    Kadek menjelaskan proses kerja sama masih berada pada tahap pengkajian. Skema yang digunakan adalah Business to Business (B2B), sehingga pihak bandara memberikan ruang penuh bagi ketiga aplikator untuk menghitung kelayakan komersial dalam membuka stan atau titik layanan resmi di dalam area bandara.

    Salah satu aplikator, yakni Gojek dikabarkan telah merampungkan kajian internalnya. Meski begitu, pihak pengelola bandara masih menunggu tindak lanjut dan realisasi teknis di lapangan.

    Berdampingan dengan Taksi Konvensional

    Kehadiran layanan taksi online di dalam bandara sering kali memicu kekhawatiran dari pihak taksi konvensional. 

    Menjawab ini, Kadek menegaskan taksi online tidak dihadirkan untuk menggeser armada konvensional yang selama ini sudah beroperasi. Justru sebaliknya, keduanya diharapkan bisa saling melengkapi. 

    "Ini dalam rangka peningkatan pelayanan kepada penumpang. Langkah baiknya taksi online juga bisa bekerja sama di sini dan berjalan berdampingan dengan taksi konvensional," tambahnya.

    Agar persaingan tetap sehat, pengelola Bandara APT Pranoto menetapkan aturan main yang jelas, khususnya terkait tarif. 

    Berkaca pada selisih harga antara tarif zonasi bandara dan tarif aplikasi yang kerap terpaut puluhan ribu rupiah, Kadek menegaskan pentingnya keselarasan harga.

    Masyarakat tentu akan mencari layanan terbaik dengan harga termurah. Oleh karena itu, taksi online yang nantinya beroperasi dari dalam bandara diwajibkan untuk menyesuaikan harganya.

    "Jadi saya sampaikan ke mereka, kalau memang nanti bermitra di sini ya kita akan samakan, ikut tarif zonasi yang ada. Ketika titik jemputnya di dalam bandara, harganya paling tidak sama. Namun jika titik jemputnya di luar bandara, itu silakan saja, sudah bukan urusan kami lagi," tutup Kadek.


    (Sf/Lo)