Cari disini...
Seputarfakta.com - Umar Daud -
Seputar Kaltim
Bendahara Yayasan FJDK Samarinda, Ayu (Foto : Umar Daud/Seputarfakata.com)
SAMARINDA - Kasus kekerasan yang dialami seorang balita N (4 tahun) di salah satu yayasan di Samarinda mencuat. Pengurus Yayasan Rumah Lansia dan Yatim Piatu Forum Jalinan Persaudaraan Kalimantan (FJDK) Samarinda membantah tudingan melakukan tindak penganiayaan.
Bendahara Yayasan FJDK Samarinda, Ayu, memberikan klarifikasi bahwa luka yang di kepala yang dialami N, disebabkan tantrum berat membuat anak tersebut kerap membenturkan kepala kedinding.
"Sejak awal N datang sudah mengidap epilepsi, sering kali kejang, tantrum berat hingga membenturkan kepalanya ke dinding," tegas Ayu saat dikonfirmasi Seputarfakta.com, Kamsi (3/7/2025).
"Benjolan besar di kepala N itu murni tindakan membenturkan kepala, bukan karena ada unsur tindak penganiayaan," tambahnya.
Selain itu, pihak yayasan mengaku, sejak awal balita N diserahkan kepengurus yayasan tidak ada keterbukaan mengenai kondisi anak tersebut. Yayasan pun sejak pertama sudah enggan menerima N, namun orang tua tetap memaksa.
Ayu pun menegaskan, terus memberikan kabar terkini terkait kondisi yang dialami balita kepada orang tuanya.
"Kami selalu menginformasikan ke ibunya sendiri tentang kondisi N, kami sudah menyuruh ibunya mengambil kembali tapi tidak direspons," paparnya.
Dirinya secara tegas menyampaikan, agar kasus tersebut bisa diusut tuntas sesegara mungkin. Sebab, kejadian ini, menurut Ayu, akan berimbas pada nama baik yayasan sendiri.
"Imbas dari ini semua bukan hanya ke panti, melainkan kepenghuni lainnya. Apalagi, ini panti swasta dan tidak memiliki donatur tetap, hanya mengandalkan dana pribadi untuk menjalankan yayasan," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Umar Daud -
Seputar Kaltim

Bendahara Yayasan FJDK Samarinda, Ayu (Foto : Umar Daud/Seputarfakata.com)
SAMARINDA - Kasus kekerasan yang dialami seorang balita N (4 tahun) di salah satu yayasan di Samarinda mencuat. Pengurus Yayasan Rumah Lansia dan Yatim Piatu Forum Jalinan Persaudaraan Kalimantan (FJDK) Samarinda membantah tudingan melakukan tindak penganiayaan.
Bendahara Yayasan FJDK Samarinda, Ayu, memberikan klarifikasi bahwa luka yang di kepala yang dialami N, disebabkan tantrum berat membuat anak tersebut kerap membenturkan kepala kedinding.
"Sejak awal N datang sudah mengidap epilepsi, sering kali kejang, tantrum berat hingga membenturkan kepalanya ke dinding," tegas Ayu saat dikonfirmasi Seputarfakta.com, Kamsi (3/7/2025).
"Benjolan besar di kepala N itu murni tindakan membenturkan kepala, bukan karena ada unsur tindak penganiayaan," tambahnya.
Selain itu, pihak yayasan mengaku, sejak awal balita N diserahkan kepengurus yayasan tidak ada keterbukaan mengenai kondisi anak tersebut. Yayasan pun sejak pertama sudah enggan menerima N, namun orang tua tetap memaksa.
Ayu pun menegaskan, terus memberikan kabar terkini terkait kondisi yang dialami balita kepada orang tuanya.
"Kami selalu menginformasikan ke ibunya sendiri tentang kondisi N, kami sudah menyuruh ibunya mengambil kembali tapi tidak direspons," paparnya.
Dirinya secara tegas menyampaikan, agar kasus tersebut bisa diusut tuntas sesegara mungkin. Sebab, kejadian ini, menurut Ayu, akan berimbas pada nama baik yayasan sendiri.
"Imbas dari ini semua bukan hanya ke panti, melainkan kepenghuni lainnya. Apalagi, ini panti swasta dan tidak memiliki donatur tetap, hanya mengandalkan dana pribadi untuk menjalankan yayasan," pungkasnya.
(Sf/Rs)