Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Balikpapan, C. Ratih Kusuma. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Sebelumnya Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo telah meninjau langsung kondisi sarana dan prasarana olahraga di Balikpapan Tennis Stadium. Dalam kunjungannya, ia melihat potensi besar stadion tersebut untuk dijadikan pusat pembinaan olahraga di kota Balikpapan.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Balikpapan, C. Ratih Kusuma, menyambut baik usulan tersebut. Ia mengatakan bahwa saat ini fasilitas olahraga memang sangat dibutuhkan, mengingat banyaknya cabang olahraga yang berkembang, baik olahraga prestasi, olahraga masyarakat, maupun olahraga disabilitas seperti Paralympic.
“Balikpapan Tennis Stadium ini memang kami kelola dan sifatnya multifungsi. Misalnya, tribun atas di area indoor kami manfaatkan untuk latihan judo, di bawahnya digunakan untuk tenis. Lapangan di luar juga sering digunakan untuk voli dan senam, terutama setiap Minggu pagi,” ucap Kepala Disparpora kepada media, Rabu (1/10/2025).
Ratih menjelaskan, bahwa pihaknya juga tengah menyusun kajian dan pemetaan fasilitas olahraga di seluruh Balikpapan. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi apa saja yang belum tersedia dan menentukan prioritas pembangunan.
“Salah satu usulan Disparpora adalah pembangunan kolam renang prestasi,” jelasnya.
Menurutnya, kolam renang sangat dibutuhkan karena banyak atlet yang berprestasi di cabang olahraga ini. Namun, latihan tidak bisa dilakukan di Tennis Stadium karena memerlukan fasilitas khusus.
“Kami masih menunggu lokasi pembangunan kolam renang yang tepat dan sesuai regulasi. Usulan sudah lama kami sampaikan, tetapi belum ada informasi pasti terkait lokasinya,” akunya.
Saat ini, para atlet renang masih menggunakan kolam renang di kawasan Mulawarman atau berlatih secara mandiri di tempat lain, seperti di Pantai Manggar.
Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya rutin memanfaatkan Balikpapan Tennis Stadium sebagai pusat kegiatan masyarakat. Setiap Minggu pagi, stadion tersebut ramai digunakan untuk senam bersama. Selain itu, fasilitas seperti gazebo juga dimanfaatkan oleh komunitas seni untuk latihan koreografi maupun menggelar berbagai event.
“Tempat ini memang kami promosikan sebagai sentra olahraga dan kegiatan masyarakat. Komunitas juga bisa memanfaatkannya untuk kegiatan seperti pentas seni, latihan, hingga event anak-anak sekolah,” tambahnya.
Disparpora hanya mengelola Balikpapan Tennis Stadium, sementara fasilitas besar lainnya seperti Stadion Batakan dan BSCC Dome dikelola oleh Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), serta Kawasan Olahraga Terpadu (KOT) oleh Dinas Lingkungan Hidup.
Meski demikian, pemeliharaan stadion menjadi tantangan tersendiri karena harus dilakukan dengan cepat dan efisien, terutama pada fasilitas indoor seperti lampu dan jaring tenis.
“Stadion ini juga disewakan dan banyak digunakan untuk latihan, acara, hingga konser. Jadi perawatan harus maksimal agar fasilitas tetap layak pakai,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Balikpapan, C. Ratih Kusuma. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Sebelumnya Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo telah meninjau langsung kondisi sarana dan prasarana olahraga di Balikpapan Tennis Stadium. Dalam kunjungannya, ia melihat potensi besar stadion tersebut untuk dijadikan pusat pembinaan olahraga di kota Balikpapan.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Balikpapan, C. Ratih Kusuma, menyambut baik usulan tersebut. Ia mengatakan bahwa saat ini fasilitas olahraga memang sangat dibutuhkan, mengingat banyaknya cabang olahraga yang berkembang, baik olahraga prestasi, olahraga masyarakat, maupun olahraga disabilitas seperti Paralympic.
“Balikpapan Tennis Stadium ini memang kami kelola dan sifatnya multifungsi. Misalnya, tribun atas di area indoor kami manfaatkan untuk latihan judo, di bawahnya digunakan untuk tenis. Lapangan di luar juga sering digunakan untuk voli dan senam, terutama setiap Minggu pagi,” ucap Kepala Disparpora kepada media, Rabu (1/10/2025).
Ratih menjelaskan, bahwa pihaknya juga tengah menyusun kajian dan pemetaan fasilitas olahraga di seluruh Balikpapan. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi apa saja yang belum tersedia dan menentukan prioritas pembangunan.
“Salah satu usulan Disparpora adalah pembangunan kolam renang prestasi,” jelasnya.
Menurutnya, kolam renang sangat dibutuhkan karena banyak atlet yang berprestasi di cabang olahraga ini. Namun, latihan tidak bisa dilakukan di Tennis Stadium karena memerlukan fasilitas khusus.
“Kami masih menunggu lokasi pembangunan kolam renang yang tepat dan sesuai regulasi. Usulan sudah lama kami sampaikan, tetapi belum ada informasi pasti terkait lokasinya,” akunya.
Saat ini, para atlet renang masih menggunakan kolam renang di kawasan Mulawarman atau berlatih secara mandiri di tempat lain, seperti di Pantai Manggar.
Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya rutin memanfaatkan Balikpapan Tennis Stadium sebagai pusat kegiatan masyarakat. Setiap Minggu pagi, stadion tersebut ramai digunakan untuk senam bersama. Selain itu, fasilitas seperti gazebo juga dimanfaatkan oleh komunitas seni untuk latihan koreografi maupun menggelar berbagai event.
“Tempat ini memang kami promosikan sebagai sentra olahraga dan kegiatan masyarakat. Komunitas juga bisa memanfaatkannya untuk kegiatan seperti pentas seni, latihan, hingga event anak-anak sekolah,” tambahnya.
Disparpora hanya mengelola Balikpapan Tennis Stadium, sementara fasilitas besar lainnya seperti Stadion Batakan dan BSCC Dome dikelola oleh Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), serta Kawasan Olahraga Terpadu (KOT) oleh Dinas Lingkungan Hidup.
Meski demikian, pemeliharaan stadion menjadi tantangan tersendiri karena harus dilakukan dengan cepat dan efisien, terutama pada fasilitas indoor seperti lampu dan jaring tenis.
“Stadion ini juga disewakan dan banyak digunakan untuk latihan, acara, hingga konser. Jadi perawatan harus maksimal agar fasilitas tetap layak pakai,” pungkasnya.
(Sf/Rs)