Seputar Kaltim

    Balikpapan Tegaskan Sekolah Bebas KKN, Literasi Jadi Fokus Utama Hardiknas 2026

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    02 Mei 2026 pukul 19:07 WITA

    Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud saat membaca sambutan pada upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di halaman Balai Kota. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Balikpapan menyoroti langkah nyata pemerintah kota (pemkot) dalam membenahi sistem pendidikan, terutama dari sisi transparansi dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). 

    Dalam upacara yang digelar di Halaman Balai Kota, Sabtu (2/5/2026), Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud memimpin penandatanganan komitmen bersama Satuan Tugas Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk memastikan proses penerimaan siswa berlangsung bersih dari praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

    Langkah ini menjadi sorotan utama karena menyasar langsung persoalan yang kerap muncul setiap tahun ajaran baru, yakni dugaan ketidakadilan dalam akses pendidikan.

    “Komitmen ini penting agar semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan,” ucap Rahmad. 

    Selain penegasan integritas, pemkot juga mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan budaya literasi. Salah satunya lewat peluncuran program Satu Guru Satu Buku (SAGU SAKU) yang ditujukan bagi guru SD dan SMP.

    Program ini mendorong para pendidik untuk aktif menulis dan menghasilkan karya, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi sekaligus memperkaya bahan ajar.

    “Tak hanya itu, pemerintah juga memperkenalkan buku tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat berbasis kearifan lokal Balikpapan, sebagai panduan pembentukan karakter siswa sejak dini,” terangnya.

    Di sisi lain, kebijakan wajib belajar satu tahun pra-sekolah dasar turut dicanangkan untuk memperkuat fondasi pendidikan anak sebelum memasuki jenjang formal.

    Rahmad menegaskan, pembangunan sektor pendidikan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada pemerataan akses dan peningkatan kualitas.

    “Pendidikan harus adil dan inklusif, tanpa membedakan latar belakang ekonomi maupun sosial,” tegasnya.

    Ia juga menekankan pentingnya literasi digital, sebagai bekal utama generasi muda menghadapi perkembangan zaman.

    Pemkot membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan komunitas, untuk mempercepat pemerataan pendidikan.

    “Momentum Hardiknas ini sekaligus menunjukkan arah kebijakan pendidikan Balikpapan yang tidak hanya simbolik, tetapi berorientasi pada pembenahan sistem dan peningkatan kapasitas manusia secara berkelanjutan,” pungkasnya. 

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Balikpapan Tegaskan Sekolah Bebas KKN, Literasi Jadi Fokus Utama Hardiknas 2026

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    02 Mei 2026 pukul 19:07 WITA

    Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud saat membaca sambutan pada upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di halaman Balai Kota. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Balikpapan menyoroti langkah nyata pemerintah kota (pemkot) dalam membenahi sistem pendidikan, terutama dari sisi transparansi dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). 

    Dalam upacara yang digelar di Halaman Balai Kota, Sabtu (2/5/2026), Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud memimpin penandatanganan komitmen bersama Satuan Tugas Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk memastikan proses penerimaan siswa berlangsung bersih dari praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

    Langkah ini menjadi sorotan utama karena menyasar langsung persoalan yang kerap muncul setiap tahun ajaran baru, yakni dugaan ketidakadilan dalam akses pendidikan.

    “Komitmen ini penting agar semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan,” ucap Rahmad. 

    Selain penegasan integritas, pemkot juga mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan budaya literasi. Salah satunya lewat peluncuran program Satu Guru Satu Buku (SAGU SAKU) yang ditujukan bagi guru SD dan SMP.

    Program ini mendorong para pendidik untuk aktif menulis dan menghasilkan karya, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi sekaligus memperkaya bahan ajar.

    “Tak hanya itu, pemerintah juga memperkenalkan buku tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat berbasis kearifan lokal Balikpapan, sebagai panduan pembentukan karakter siswa sejak dini,” terangnya.

    Di sisi lain, kebijakan wajib belajar satu tahun pra-sekolah dasar turut dicanangkan untuk memperkuat fondasi pendidikan anak sebelum memasuki jenjang formal.

    Rahmad menegaskan, pembangunan sektor pendidikan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada pemerataan akses dan peningkatan kualitas.

    “Pendidikan harus adil dan inklusif, tanpa membedakan latar belakang ekonomi maupun sosial,” tegasnya.

    Ia juga menekankan pentingnya literasi digital, sebagai bekal utama generasi muda menghadapi perkembangan zaman.

    Pemkot membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan komunitas, untuk mempercepat pemerataan pendidikan.

    “Momentum Hardiknas ini sekaligus menunjukkan arah kebijakan pendidikan Balikpapan yang tidak hanya simbolik, tetapi berorientasi pada pembenahan sistem dan peningkatan kapasitas manusia secara berkelanjutan,” pungkasnya. 

    (Sf/Lo)