Balikpapan Sudah Terapkan Konsep TKA Jauh Hari Lewat USBK

    Seputarfakta.com - Maya Sari -

    Seputar Kaltim

    20 Januari 2026 02:28 WIB

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Penerapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dicanangkan Kementerian Pendidikan dinilai tidak akan menjadi tantangan bagi Kota Balikpapan. Pasalnya, daerah ini telah lebih dulu menerapkan sistem serupa melalui Ujian Sekolah Berstandar Kota (USBK).

    Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan menegaskan, pengalaman panjang dalam melaksanakan USBK menjadi modal utama kesiapan daerah menghadapi kebijakan nasional tersebut.

    Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik mengatakan, konsep pengukuran kemampuan akademik siswa sudah lama diterapkan di Balikpapan.

    “Secara prinsip, TKA bukan hal baru bagi kami. Model seperti itu sudah kami jalankan melalui USBK,” ucap Irfan saat ditemui awak media, Selasa (20/1/2026).

    Ia menjelaskan, perbedaan utama antara USBK dan TKA terletak pada jumlah mata pelajaran yang diujikan. USBK mencakup delapan mata pelajaran, sedangkan TKA hanya dua.

    “Kendati demikian, tujuan keduanya sama, yakni mengukur capaian akademik dan standar kompetensi peserta didik,” jelasnya.

    Irfan menekankan bahwa USBK maupun TKA tidak digunakan sebagai penentu kelulusan siswa. Hasil tes tersebut berfungsi sebagai alat pemetaan kemampuan akademik guna melihat potensi dan prestasi siswa secara menyeluruh.

    “Ujian ini bukan untuk menentukan lulus atau tidak, tetapi untuk memetakan kemampuan akademik siswa dan menjadi dasar penyusunan prestasi mereka,” imbuhnya.

    Selama ini, hasil USBK juga telah dimanfaatkan dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), khususnya pada jalur prestasi dari jenjang sekolah dasar ke sekolah menengah pertama.

    “Siswa dengan peringkat tertentu dari hasil USBK dapat masuk melalui jalur prestasi, tentunya sesuai dengan kuota yang ditetapkan,” tambahnya.

    Dengan sistem yang telah berjalan matang, Disdikbud Balikpapan optimistis pelaksanaan TKA tidak akan menemui kendala berarti, baik dari sisi teknis, kesiapan sekolah, maupun pemahaman tenaga pendidik.

    “Ketika TKA mulai diterapkan secara nasional, Balikpapan pada dasarnya sudah siap karena konsepnya telah lama kami jalankan,” tuturnya.

    Kesiapan tersebut memperlihatkan posisi Balikpapan sebagai daerah yang adaptif terhadap kebijakan pendidikan nasional, sekaligus konsisten dalam upaya peningkatan mutu pendidikan berbasis pemetaan capaian akademik siswa.

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Balikpapan Sudah Terapkan Konsep TKA Jauh Hari Lewat USBK

    Seputarfakta.com - Maya Sari -

    Seputar Kaltim

    20 Januari 2026 02:28 WIB

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Penerapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dicanangkan Kementerian Pendidikan dinilai tidak akan menjadi tantangan bagi Kota Balikpapan. Pasalnya, daerah ini telah lebih dulu menerapkan sistem serupa melalui Ujian Sekolah Berstandar Kota (USBK).

    Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan menegaskan, pengalaman panjang dalam melaksanakan USBK menjadi modal utama kesiapan daerah menghadapi kebijakan nasional tersebut.

    Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik mengatakan, konsep pengukuran kemampuan akademik siswa sudah lama diterapkan di Balikpapan.

    “Secara prinsip, TKA bukan hal baru bagi kami. Model seperti itu sudah kami jalankan melalui USBK,” ucap Irfan saat ditemui awak media, Selasa (20/1/2026).

    Ia menjelaskan, perbedaan utama antara USBK dan TKA terletak pada jumlah mata pelajaran yang diujikan. USBK mencakup delapan mata pelajaran, sedangkan TKA hanya dua.

    “Kendati demikian, tujuan keduanya sama, yakni mengukur capaian akademik dan standar kompetensi peserta didik,” jelasnya.

    Irfan menekankan bahwa USBK maupun TKA tidak digunakan sebagai penentu kelulusan siswa. Hasil tes tersebut berfungsi sebagai alat pemetaan kemampuan akademik guna melihat potensi dan prestasi siswa secara menyeluruh.

    “Ujian ini bukan untuk menentukan lulus atau tidak, tetapi untuk memetakan kemampuan akademik siswa dan menjadi dasar penyusunan prestasi mereka,” imbuhnya.

    Selama ini, hasil USBK juga telah dimanfaatkan dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), khususnya pada jalur prestasi dari jenjang sekolah dasar ke sekolah menengah pertama.

    “Siswa dengan peringkat tertentu dari hasil USBK dapat masuk melalui jalur prestasi, tentunya sesuai dengan kuota yang ditetapkan,” tambahnya.

    Dengan sistem yang telah berjalan matang, Disdikbud Balikpapan optimistis pelaksanaan TKA tidak akan menemui kendala berarti, baik dari sisi teknis, kesiapan sekolah, maupun pemahaman tenaga pendidik.

    “Ketika TKA mulai diterapkan secara nasional, Balikpapan pada dasarnya sudah siap karena konsepnya telah lama kami jalankan,” tuturnya.

    Kesiapan tersebut memperlihatkan posisi Balikpapan sebagai daerah yang adaptif terhadap kebijakan pendidikan nasional, sekaligus konsisten dalam upaya peningkatan mutu pendidikan berbasis pemetaan capaian akademik siswa.

    (Sf/Rs)