Balikpapan Siapkan Kota Ramah Anak, Fokus Benahi Lingkungan hingga Pendidikan di Tingkat RT

    Seputarfakta.com - Maya Sari -

    Seputar Kaltim

    25 Mei 2025 05:07 WIB

    Menyambut evaluasi program Kota Layak Anak (KLA) pada 12 Juni 2025 mendatang, Pemerintah Kota Balikpapan terus lakukan pembenahan di enam aspek utama. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Kota Balikpapan terus berbenah demi menjadi tempat yang lebih aman dan nyaman bagi anak-anak. Menyambut evaluasi program Kota Layak Anak (KLA) pada 12 Juni 2025, pemerintah kota tengah memfokuskan perhatian pada perbaikan di enam aspek utama, mulai dari lingkungan keluarga hingga perlindungan khusus anak.

    Saat ini, Balikpapan sudah berada di kategori utama dalam penilaian nasional KLA. Namun, ada sejumlah poin penting yang masih harus diperkuat, terutama di tingkat kelurahan dan RT.

    “Kami terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan perlindungan anak, terutama pada indikator yang belum maksimal,” ucap Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Balikpapan, Nursyamsiarni D. Larose kepada media, Minggu (25/5/2025).

    Ada enam aspek yang jadi perhatian dalam evaluasi KLA diantaranya, Hak sipil dan kebebasan anak, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dan kesejahteraan, pendidikan dan kegiatan budaya, pemanfaatan waktu luang, dan perlindungan khusus.

    “Balikpapan telah berhasil memenuhi standar di aspek pertama, namun lima klaster lainnya masih membutuhkan banyak perbaikan,” akunya.

    Sebagai bentuk komitmen, Pemkot telah menerbitkan Perda KLA dan menyiapkan program strategis seperti standarisasi lembaga ramah anak dan penandaan khusus di anggaran kota. Fasilitas seperti ruang bermain ramah anak juga sedang dikembangkan, termasuk rencana peluncuran Ruang Bermain Inklusif (RBI) oleh Menteri PPA pada Agustus 2025.

    “Forum Anak aktif dari tingkat kota hingga kelurahan, dan sejumlah kegiatan seperti Jambore Anak serta pemilihan Duta Forum Anak akan digelar untuk menumbuhkan partisipasi anak dalam pembangunan kota,” terangnya.

    Selain itu, Balikpapan juga terus meningkatkan perlindungan terhadap anak dari berbagai kasus kekerasan. Selain aplikasi pelaporan kekerasan, kota ini telah membentuk satuan perlindungan anak di tingkat RT dan kelurahan.

    “Anak-anak jalanan, anak putus sekolah, hingga kasus bullying dan kekerasan masih menjadi tantangan besar. Tapi dengan kerja sama lintas sektor dan keterlibatan masyarakat, kami optimis bisa menciptakan kota yang benar-benar ramah anak,” tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Balikpapan Siapkan Kota Ramah Anak, Fokus Benahi Lingkungan hingga Pendidikan di Tingkat RT

    Seputarfakta.com - Maya Sari -

    Seputar Kaltim

    25 Mei 2025 05:07 WIB

    Menyambut evaluasi program Kota Layak Anak (KLA) pada 12 Juni 2025 mendatang, Pemerintah Kota Balikpapan terus lakukan pembenahan di enam aspek utama. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Kota Balikpapan terus berbenah demi menjadi tempat yang lebih aman dan nyaman bagi anak-anak. Menyambut evaluasi program Kota Layak Anak (KLA) pada 12 Juni 2025, pemerintah kota tengah memfokuskan perhatian pada perbaikan di enam aspek utama, mulai dari lingkungan keluarga hingga perlindungan khusus anak.

    Saat ini, Balikpapan sudah berada di kategori utama dalam penilaian nasional KLA. Namun, ada sejumlah poin penting yang masih harus diperkuat, terutama di tingkat kelurahan dan RT.

    “Kami terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan perlindungan anak, terutama pada indikator yang belum maksimal,” ucap Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Balikpapan, Nursyamsiarni D. Larose kepada media, Minggu (25/5/2025).

    Ada enam aspek yang jadi perhatian dalam evaluasi KLA diantaranya, Hak sipil dan kebebasan anak, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dan kesejahteraan, pendidikan dan kegiatan budaya, pemanfaatan waktu luang, dan perlindungan khusus.

    “Balikpapan telah berhasil memenuhi standar di aspek pertama, namun lima klaster lainnya masih membutuhkan banyak perbaikan,” akunya.

    Sebagai bentuk komitmen, Pemkot telah menerbitkan Perda KLA dan menyiapkan program strategis seperti standarisasi lembaga ramah anak dan penandaan khusus di anggaran kota. Fasilitas seperti ruang bermain ramah anak juga sedang dikembangkan, termasuk rencana peluncuran Ruang Bermain Inklusif (RBI) oleh Menteri PPA pada Agustus 2025.

    “Forum Anak aktif dari tingkat kota hingga kelurahan, dan sejumlah kegiatan seperti Jambore Anak serta pemilihan Duta Forum Anak akan digelar untuk menumbuhkan partisipasi anak dalam pembangunan kota,” terangnya.

    Selain itu, Balikpapan juga terus meningkatkan perlindungan terhadap anak dari berbagai kasus kekerasan. Selain aplikasi pelaporan kekerasan, kota ini telah membentuk satuan perlindungan anak di tingkat RT dan kelurahan.

    “Anak-anak jalanan, anak putus sekolah, hingga kasus bullying dan kekerasan masih menjadi tantangan besar. Tapi dengan kerja sama lintas sektor dan keterlibatan masyarakat, kami optimis bisa menciptakan kota yang benar-benar ramah anak,” tutupnya.

    (Sf/Rs)