Cari disini...
Seputar Kaltim
Ketua KONI Kota Balikpapan, Gasali saat ditemui di Balai Kota. (Foto: Mayasari/seputarfakta.com
Balikpapan – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Balikpapan menyiapkan keberangkatan sekitar 1.100 atlet dan pelatih untuk mengikuti ajang olahraga. Namun, keterbatasan anggaran membuat pemerintah daerah perlu mencari dukungan tambahan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Ketua KONI Balikpapan, Gasali mengatakan, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) hanya memiliki alokasi anggaran untuk memberangkatkan maksimal 950 atlet dan pelatih. Sementara itu, setelah melalui proses verifikasi, jumlah peserta yang dinyatakan lolos mencapai sekitar 1.100 orang dari 59 cabang olahraga (cabor).
“Anggaran kami memang dari Disparpora itu diberikan batas maksimal untuk 950 atlet dan pelatih yang harus kami bawa, sesuai dengan kemampuan anggaran. Namun, setelah melihat antusiasme dan hasil verifikasi, yang lolos sekitar 1.100 orang bersama pelatih,” ucap Gasali saat ditemui awak media, Selasa (20/10/2026).
Ia menjelaskan, sebelumnya terdapat sekitar 1.300 atlet yang masuk dalam pendataan. Setelah dilakukan verifikasi, jumlah tersebut mengerucut menjadi sekitar 1.100 atlet dan pelatih yang dinyatakan lolos untuk diberangkatkan.
Dari jumlah tersebut, sekitar 950 orang merupakan atlet, sedangkan sisanya merupakan pelatih.
“Dengan demikian, masih terdapat sekitar 150 orang yang membutuhkan dukungan pembiayaan tambahan di luar alokasi anggaran Disparpora,” jelasnya.
Menurutnya, tingginya jumlah peserta tidak terlepas dari antusiasme para atlet yang telah menantikan kesempatan bertanding setelah empat tahun. Karena itu, pihaknya berupaya agar atlet dan pelatih yang telah lolos seleksi dapat mengikuti ajang tersebut.
“Setelah diverifikasi, antusiasme anak-anak kami memang sangat tinggi. Apalagi mereka sudah menunggu empat tahun. Ini menjadi perhatian bersama agar atlet yang sudah lolos bisa diberangkatkan,” katanya.
Untuk memenuhi kebutuhan anggaran tersebut, Disparpora telah berkoordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan, guna menjajaki dukungan pendanaan melalui CSR perusahaan. Dukungan tersebut diharapkan dapat menutupi kekurangan biaya keberangkatan bagi peserta yang belum terakomodasi dalam anggaran pemerintah.
Gasali mengakui, apabila dukungan CSR tidak terpenuhi, hal itu akan menjadi pekerjaan rumah yang harus dicarikan solusinya bersama.
“Maka itu, kami berharap para pelaku usaha dapat ikut berkontribusi dalam mendukung perkembangan olahraga di Kota Balikpapan,” paparnya.
Dia juga mengajak dunia usaha untuk memberikan perhatian terhadap pembinaan dan partisipasi atlet daerah. Kata dia, dukungan berbagai pihak diperlukan agar atlet yang telah melewati proses seleksi memiliki kesempatan untuk bertanding dan membawa nama baik Balikpapan.
“Yang selebihnya ini sudah kami koordinasikan dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mencari CSR, sebagai tambahan anggaran bagi sekitar 150 orang tersebut. Kami berharap pelaku usaha juga bisa membantu demi kemajuan olahraga Kota Balikpapan ke depan,” ungkapnya.
Ketua KONI menyebutkan, total anggaran yang disiapkan Disparpora mencapai kurang lebih Rp12 miliar. Namun, anggaran tersebut tidak seluruhnya diperuntukkan bagi akomodasi atlet dan pelatih, karena juga mencakup kebutuhan lain, termasuk bonus bagi atlet pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA).
Terkait target prestasi, ia mengatakan Balikpapan memiliki sekitar 23 cabang olahraga unggulan. Para atlet yang diberangkatkan telah melalui proses seleksi dengan mempertimbangkan potensi mereka untuk meraih medali.
Ia berharap seluruh atlet dapat tampil maksimal dan memberikan hasil terbaik bagi Kota Balikpapan. Bahkan, target menjadi juara umum menjadi salah satu harapan yang ingin diwujudkan melalui partisipasi dalam ajang tersebut.
“Targetnya tentu semua ingin meraih hasil maksimal. Kami ingin juara umum. Karena itu, saya percayakan kepada seluruh cabang olahraga, khususnya para atlet, agar bisa bertanding dengan maksimal,” tegasnya.
Selain persiapan atlet, pihaknya menekankan pentingnya peran KONI dalam memfasilitasi dan mengawal kebutuhan kontingen selama mengikuti pertandingan. Koordinasi antara seluruh pihak diharapkan dapat memastikan atlet dan pelatih memperoleh dukungan yang memadai selama kegiatan berlangsung.
“Dengan persiapan tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan berharap seluruh kontingen dapat mengikuti pertandingan dengan baik, menjaga kondisi selama kompetisi, serta meraih prestasi yang membanggakan bagi daerah,” tutupnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ketua KONI Kota Balikpapan, Gasali saat ditemui di Balai Kota. (Foto: Mayasari/seputarfakta.com
Balikpapan – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Balikpapan menyiapkan keberangkatan sekitar 1.100 atlet dan pelatih untuk mengikuti ajang olahraga. Namun, keterbatasan anggaran membuat pemerintah daerah perlu mencari dukungan tambahan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Ketua KONI Balikpapan, Gasali mengatakan, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) hanya memiliki alokasi anggaran untuk memberangkatkan maksimal 950 atlet dan pelatih. Sementara itu, setelah melalui proses verifikasi, jumlah peserta yang dinyatakan lolos mencapai sekitar 1.100 orang dari 59 cabang olahraga (cabor).
“Anggaran kami memang dari Disparpora itu diberikan batas maksimal untuk 950 atlet dan pelatih yang harus kami bawa, sesuai dengan kemampuan anggaran. Namun, setelah melihat antusiasme dan hasil verifikasi, yang lolos sekitar 1.100 orang bersama pelatih,” ucap Gasali saat ditemui awak media, Selasa (20/10/2026).
Ia menjelaskan, sebelumnya terdapat sekitar 1.300 atlet yang masuk dalam pendataan. Setelah dilakukan verifikasi, jumlah tersebut mengerucut menjadi sekitar 1.100 atlet dan pelatih yang dinyatakan lolos untuk diberangkatkan.
Dari jumlah tersebut, sekitar 950 orang merupakan atlet, sedangkan sisanya merupakan pelatih.
“Dengan demikian, masih terdapat sekitar 150 orang yang membutuhkan dukungan pembiayaan tambahan di luar alokasi anggaran Disparpora,” jelasnya.
Menurutnya, tingginya jumlah peserta tidak terlepas dari antusiasme para atlet yang telah menantikan kesempatan bertanding setelah empat tahun. Karena itu, pihaknya berupaya agar atlet dan pelatih yang telah lolos seleksi dapat mengikuti ajang tersebut.
“Setelah diverifikasi, antusiasme anak-anak kami memang sangat tinggi. Apalagi mereka sudah menunggu empat tahun. Ini menjadi perhatian bersama agar atlet yang sudah lolos bisa diberangkatkan,” katanya.
Untuk memenuhi kebutuhan anggaran tersebut, Disparpora telah berkoordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan, guna menjajaki dukungan pendanaan melalui CSR perusahaan. Dukungan tersebut diharapkan dapat menutupi kekurangan biaya keberangkatan bagi peserta yang belum terakomodasi dalam anggaran pemerintah.
Gasali mengakui, apabila dukungan CSR tidak terpenuhi, hal itu akan menjadi pekerjaan rumah yang harus dicarikan solusinya bersama.
“Maka itu, kami berharap para pelaku usaha dapat ikut berkontribusi dalam mendukung perkembangan olahraga di Kota Balikpapan,” paparnya.
Dia juga mengajak dunia usaha untuk memberikan perhatian terhadap pembinaan dan partisipasi atlet daerah. Kata dia, dukungan berbagai pihak diperlukan agar atlet yang telah melewati proses seleksi memiliki kesempatan untuk bertanding dan membawa nama baik Balikpapan.
“Yang selebihnya ini sudah kami koordinasikan dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mencari CSR, sebagai tambahan anggaran bagi sekitar 150 orang tersebut. Kami berharap pelaku usaha juga bisa membantu demi kemajuan olahraga Kota Balikpapan ke depan,” ungkapnya.
Ketua KONI menyebutkan, total anggaran yang disiapkan Disparpora mencapai kurang lebih Rp12 miliar. Namun, anggaran tersebut tidak seluruhnya diperuntukkan bagi akomodasi atlet dan pelatih, karena juga mencakup kebutuhan lain, termasuk bonus bagi atlet pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA).
Terkait target prestasi, ia mengatakan Balikpapan memiliki sekitar 23 cabang olahraga unggulan. Para atlet yang diberangkatkan telah melalui proses seleksi dengan mempertimbangkan potensi mereka untuk meraih medali.
Ia berharap seluruh atlet dapat tampil maksimal dan memberikan hasil terbaik bagi Kota Balikpapan. Bahkan, target menjadi juara umum menjadi salah satu harapan yang ingin diwujudkan melalui partisipasi dalam ajang tersebut.
“Targetnya tentu semua ingin meraih hasil maksimal. Kami ingin juara umum. Karena itu, saya percayakan kepada seluruh cabang olahraga, khususnya para atlet, agar bisa bertanding dengan maksimal,” tegasnya.
Selain persiapan atlet, pihaknya menekankan pentingnya peran KONI dalam memfasilitasi dan mengawal kebutuhan kontingen selama mengikuti pertandingan. Koordinasi antara seluruh pihak diharapkan dapat memastikan atlet dan pelatih memperoleh dukungan yang memadai selama kegiatan berlangsung.
“Dengan persiapan tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan berharap seluruh kontingen dapat mengikuti pertandingan dengan baik, menjaga kondisi selama kompetisi, serta meraih prestasi yang membanggakan bagi daerah,” tutupnya.
(Sf/Rs)