Cari disini...
Seputar Kaltim
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud saat temui awak media. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Kota Balikpapan mencatat prestasi membanggakan di tingkat nasional setelah dinobatkan sebagai kota terbaik di Indonesia dalam upaya pengentasan kemiskinan. Penghargaan ini diraih berkat keberhasilan menekan angka kemiskinan hingga mencapai 1,97 persen, yang merupakan terendah secara nasional.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud menegaskan, capaian tersebut patut disyukuri, namun bukan menjadi akhir dari upaya pemerintah daerah.
“Angka 1,97 persen ini menunjukkan kami yang terendah di Indonesia. Namun, ini bukan akhir dari tugas kami. Artinya, masih ada warga yang perlu kami bantu agar keluar dari kemiskinan,” kata Rahmad kepada media, Selasa (28/4/2026).
Ia menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran pemerintah daerah, termasuk organisasi perangkat daerah (OPD) dan aparatur sipil negara (ASN), serta dukungan berbagai pihak.
“Ini kerja tim, bukan kerja perorangan. Kami berterima kasih kepada seluruh OPD, ASN, stakeholder, masyarakat, dan juga para pengusaha yang telah berkontribusi,” jelasnya.
Rahmad juga menyoroti peran dunia usaha dalam menekan angka kemiskinan. Menurutnya, investasi yang masuk ke Balikpapan turut membuka lapangan pekerjaan bagi tenaga kerja lokal.
“Ketika pengusaha berinvestasi, mereka membuka peluang kerja. Ini menjadi salah satu indikator penting dalam menekan angka kemiskinan,” imbuhnya.
Pemerintah kota, lanjutnya, berkomitmen memberikan kemudahan bagi investor, termasuk dalam proses perizinan, guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Selain itu, Rahmad mengingatkan pentingnya kesiapan tenaga kerja lokal agar mampu bersaing di dunia kerja.
“Kami mendorong masyarakat untuk meningkatkan keterampilan dan memenuhi kebutuhan industri, termasuk melalui pelatihan dan sertifikasi,” terangnya.
Di sisi lain, pemerintah juga terus mendorong pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui berbagai program, termasuk pembinaan ekonomi kreatif. Upaya ini dinilai mampu menggerakkan roda perekonomian di berbagai kawasan kota.
“Pertumbuhan ekonomi kami juga cukup tinggi, bahkan di atas rata-rata nasional. Namun inflasi tetap harus dijaga agar daya beli masyarakat tidak terganggu,” tambahnya.
Pemerintah Kota Balikpapan juga terus melakukan sinkronisasi data kesejahteraan masyarakat, termasuk terkait kepesertaan program jaminan sosial seperti BPJS, guna memastikan bantuan tepat sasaran.
“Ke depan, pendataan akan terus kami perbaiki agar lebih akurat, sehingga program bantuan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Rahmad menegaskan, meski telah meraih penghargaan nasional, pemerintah tidak akan berpuas diri dan akan terus meningkatkan kinerja dalam menekan angka kemiskinan.
“Capaian ini akan terus kami tingkatkan. Kami tidak boleh jumawa, karena masih banyak pekerjaan rumah ke depan,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud saat temui awak media. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Kota Balikpapan mencatat prestasi membanggakan di tingkat nasional setelah dinobatkan sebagai kota terbaik di Indonesia dalam upaya pengentasan kemiskinan. Penghargaan ini diraih berkat keberhasilan menekan angka kemiskinan hingga mencapai 1,97 persen, yang merupakan terendah secara nasional.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud menegaskan, capaian tersebut patut disyukuri, namun bukan menjadi akhir dari upaya pemerintah daerah.
“Angka 1,97 persen ini menunjukkan kami yang terendah di Indonesia. Namun, ini bukan akhir dari tugas kami. Artinya, masih ada warga yang perlu kami bantu agar keluar dari kemiskinan,” kata Rahmad kepada media, Selasa (28/4/2026).
Ia menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran pemerintah daerah, termasuk organisasi perangkat daerah (OPD) dan aparatur sipil negara (ASN), serta dukungan berbagai pihak.
“Ini kerja tim, bukan kerja perorangan. Kami berterima kasih kepada seluruh OPD, ASN, stakeholder, masyarakat, dan juga para pengusaha yang telah berkontribusi,” jelasnya.
Rahmad juga menyoroti peran dunia usaha dalam menekan angka kemiskinan. Menurutnya, investasi yang masuk ke Balikpapan turut membuka lapangan pekerjaan bagi tenaga kerja lokal.
“Ketika pengusaha berinvestasi, mereka membuka peluang kerja. Ini menjadi salah satu indikator penting dalam menekan angka kemiskinan,” imbuhnya.
Pemerintah kota, lanjutnya, berkomitmen memberikan kemudahan bagi investor, termasuk dalam proses perizinan, guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Selain itu, Rahmad mengingatkan pentingnya kesiapan tenaga kerja lokal agar mampu bersaing di dunia kerja.
“Kami mendorong masyarakat untuk meningkatkan keterampilan dan memenuhi kebutuhan industri, termasuk melalui pelatihan dan sertifikasi,” terangnya.
Di sisi lain, pemerintah juga terus mendorong pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui berbagai program, termasuk pembinaan ekonomi kreatif. Upaya ini dinilai mampu menggerakkan roda perekonomian di berbagai kawasan kota.
“Pertumbuhan ekonomi kami juga cukup tinggi, bahkan di atas rata-rata nasional. Namun inflasi tetap harus dijaga agar daya beli masyarakat tidak terganggu,” tambahnya.
Pemerintah Kota Balikpapan juga terus melakukan sinkronisasi data kesejahteraan masyarakat, termasuk terkait kepesertaan program jaminan sosial seperti BPJS, guna memastikan bantuan tepat sasaran.
“Ke depan, pendataan akan terus kami perbaiki agar lebih akurat, sehingga program bantuan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Rahmad menegaskan, meski telah meraih penghargaan nasional, pemerintah tidak akan berpuas diri dan akan terus meningkatkan kinerja dalam menekan angka kemiskinan.
“Capaian ini akan terus kami tingkatkan. Kami tidak boleh jumawa, karena masih banyak pekerjaan rumah ke depan,” pungkasnya.
(Sf/Rs)