Cari disini...
Seputar Kaltim
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud saat ditemui di halaman Balai Kota. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Penilaian yang dilakukan KPK setiap triwulan memberikan hasil yang baik untuk Kota Balikpapan.
Hal ini terbukti, bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan berhasil menduduki peringkat 1 Monitoring Center for Prevention (MCP) untuk regional Kaltim pada triwulan ketiga.
Pada kesempatan ini, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud mengatakan, Balikpapan masuk dalam urutan ke-37 di Indonesia dengan capaian MCP tahun 2023 sebesar 93,51 poin.
"Ini wujud komitmen kami menjalankan tata kelola pemerintahan yang baik. Sehubungan dengan itu, kami mendorong implementasi zona integritas di masing-masing OPD, terutama dalam hal pelayanan," ucapnya, Kamis (9/5/2024).
Ia menambahkan, dengan hadirnya Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK ini, diharapkan dapat membantu Pemkot untuk dapat melaksanakan tata kelola pemerintah yang baik dan akuntabel.
Tujuannya untuk mewujudkan Balikpapan sebagai Wilayah Bebas Korupsi (WBK), yang kemudian menjadi Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).
Tidak hanya itu, Pemkot juga mengadakan bimbingan teknis (Bimtek) keluarga berintegritas. Dengan tema hasil korupsi bukanlah rezeki, mari bersama membangun Balikpapan bebas korupsi.
"Ini menjadi upaya pencegahan korupsi di dalam lingkungan keluarga, sehingga pasangan suami istri ini mendukung pencegahan korupsi di lingkungan Pemkot Balikpapan," jelasnya.
Harapannya, bimtek ini dapat memberikan dorongan kuat untuk pasangan suami istri agar berkomitmen menjauhi tindakan korupsi. Sehingga bisa saling mengingatkan bahwa rezeki tidak akan tertukar dan hasil korupsi bukan dari rezeki.
"Jika rumah tangga ini sudah dibenahi dengan baik, maka pengaruh dari luar juga bisa diminimalisir," paparnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud saat ditemui di halaman Balai Kota. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Penilaian yang dilakukan KPK setiap triwulan memberikan hasil yang baik untuk Kota Balikpapan.
Hal ini terbukti, bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan berhasil menduduki peringkat 1 Monitoring Center for Prevention (MCP) untuk regional Kaltim pada triwulan ketiga.
Pada kesempatan ini, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud mengatakan, Balikpapan masuk dalam urutan ke-37 di Indonesia dengan capaian MCP tahun 2023 sebesar 93,51 poin.
"Ini wujud komitmen kami menjalankan tata kelola pemerintahan yang baik. Sehubungan dengan itu, kami mendorong implementasi zona integritas di masing-masing OPD, terutama dalam hal pelayanan," ucapnya, Kamis (9/5/2024).
Ia menambahkan, dengan hadirnya Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK ini, diharapkan dapat membantu Pemkot untuk dapat melaksanakan tata kelola pemerintah yang baik dan akuntabel.
Tujuannya untuk mewujudkan Balikpapan sebagai Wilayah Bebas Korupsi (WBK), yang kemudian menjadi Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).
Tidak hanya itu, Pemkot juga mengadakan bimbingan teknis (Bimtek) keluarga berintegritas. Dengan tema hasil korupsi bukanlah rezeki, mari bersama membangun Balikpapan bebas korupsi.
"Ini menjadi upaya pencegahan korupsi di dalam lingkungan keluarga, sehingga pasangan suami istri ini mendukung pencegahan korupsi di lingkungan Pemkot Balikpapan," jelasnya.
Harapannya, bimtek ini dapat memberikan dorongan kuat untuk pasangan suami istri agar berkomitmen menjauhi tindakan korupsi. Sehingga bisa saling mengingatkan bahwa rezeki tidak akan tertukar dan hasil korupsi bukan dari rezeki.
"Jika rumah tangga ini sudah dibenahi dengan baik, maka pengaruh dari luar juga bisa diminimalisir," paparnya.
(Sf/Rs)