Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma. (Foto: dok/seputarfakta.com)
Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan memilih menerapkan strategi selektif dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur (Kaltim) 2026.
Tidak semua cabang olahraga akan diikuti. Sebaliknya, kontingen Balikpapan akan difokuskan pada nomor pertandingan yang dinilai memiliki peluang terbesar meraih medali.
Langkah tersebut diambil sebagai upaya mengoptimalkan penggunaan anggaran, sekaligus menjaga target prestasi di ajang olahraga tingkat provinsi yang akan digelar di Kabupaten Paser pada 14–28 November 2026.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma mengatakan, penyusunan kontingen masih menunggu data atlet dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Balikpapan. Selain itu, pemerintah juga masih menantikan terbitnya Petunjuk Teknis (Juknis) dan Technical Handbook (THB) dari Pemerintah Provinsi Kaltim sebagai acuan penentuan nomor pertandingan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan KONI Balikpapan untuk pendataan atlet. Kami juga meminta Dispora Kaltim segera menerbitkan THB agar jadwal dan kategori pertandingan bisa diketahui. Dari situ baru kami menentukan nomor-nomor yang memiliki peluang meraih medali,” ucap Ratih sapaan akrabnya kepada media, Jumat (24/7/2026).
Ia menjelaskan, Porprov VIII akan mempertandingkan 64 cabang olahraga. Namun, keterbatasan anggaran membuat Balikpapan harus menyusun prioritas agar dana yang tersedia dapat memberikan hasil maksimal.
Menurut Ratih, evaluasi prestasi atlet pada penyelenggaraan porprov sebelumnya menjadi salah satu dasar dalam menentukan cabang olahraga dan nomor pertandingan yang akan diikuti. Dengan cara tersebut, peluang meraih medali diharapkan lebih besar dibandingkan mengirim atlet secara menyeluruh.
“Prinsipnya bukan mengurangi semangat bertanding, tetapi memastikan setiap atlet yang diberangkatkan benar-benar memiliki peluang bersaing dan menghasilkan prestasi,” ujarnya.
Besaran anggaran kontingen hingga kini juga belum ditetapkan. Pemerintah masih menunggu kepastian jumlah atlet dan ofisial yang akan diberangkatkan sebelum mengajukan kebutuhan dana.
Anggaran tersebut nantinya akan mencakup biaya transportasi, akomodasi, penginapan, konsumsi, hingga uang saku atlet dan ofisial selama mengikuti porprov.
“Setelah data atlet sudah final, baru kami mengusulkan anggaran. Semua dihitung secara rinci, mulai dari akomodasi, penginapan, transportasi hingga uang saku atlet,” jelasnya.
Berdasarkan pengalaman penyelenggaraan porprov sebelumnya, kebutuhan anggaran kontingen Balikpapan diperkirakan berada pada kisaran Rp15 miliar hingga Rp16 miliar. Namun, angka tersebut masih bersifat estimasi dan dapat berubah menyesuaikan jumlah atlet yang lolos, serta nomor pertandingan yang diikuti.
Selain mempersiapkan kontingen porprov, Disparpora Balikpapan juga menyiapkan agenda promosi daerah melalui kegiatan nasional.
“Pada 18–19 Oktober 2026, Balikpapan akan menjadi tuan rumah pertemuan Perhimpunan Dokter Hewan Seluruh Indonesia (PDHI) yang diperkirakan diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai daerah,” lanjutnya.
Melalui kegiatan itu, pemerintah akan memperkenalkan potensi pariwisata Balikpapan lewat program city tour ke sejumlah destinasi unggulan, termasuk kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Balikpapan sebagai kota penyangga IKN, sekaligus pintu masuk wisata di Kaltim.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma. (Foto: dok/seputarfakta.com)
Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan memilih menerapkan strategi selektif dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur (Kaltim) 2026.
Tidak semua cabang olahraga akan diikuti. Sebaliknya, kontingen Balikpapan akan difokuskan pada nomor pertandingan yang dinilai memiliki peluang terbesar meraih medali.
Langkah tersebut diambil sebagai upaya mengoptimalkan penggunaan anggaran, sekaligus menjaga target prestasi di ajang olahraga tingkat provinsi yang akan digelar di Kabupaten Paser pada 14–28 November 2026.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma mengatakan, penyusunan kontingen masih menunggu data atlet dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Balikpapan. Selain itu, pemerintah juga masih menantikan terbitnya Petunjuk Teknis (Juknis) dan Technical Handbook (THB) dari Pemerintah Provinsi Kaltim sebagai acuan penentuan nomor pertandingan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan KONI Balikpapan untuk pendataan atlet. Kami juga meminta Dispora Kaltim segera menerbitkan THB agar jadwal dan kategori pertandingan bisa diketahui. Dari situ baru kami menentukan nomor-nomor yang memiliki peluang meraih medali,” ucap Ratih sapaan akrabnya kepada media, Jumat (24/7/2026).
Ia menjelaskan, Porprov VIII akan mempertandingkan 64 cabang olahraga. Namun, keterbatasan anggaran membuat Balikpapan harus menyusun prioritas agar dana yang tersedia dapat memberikan hasil maksimal.
Menurut Ratih, evaluasi prestasi atlet pada penyelenggaraan porprov sebelumnya menjadi salah satu dasar dalam menentukan cabang olahraga dan nomor pertandingan yang akan diikuti. Dengan cara tersebut, peluang meraih medali diharapkan lebih besar dibandingkan mengirim atlet secara menyeluruh.
“Prinsipnya bukan mengurangi semangat bertanding, tetapi memastikan setiap atlet yang diberangkatkan benar-benar memiliki peluang bersaing dan menghasilkan prestasi,” ujarnya.
Besaran anggaran kontingen hingga kini juga belum ditetapkan. Pemerintah masih menunggu kepastian jumlah atlet dan ofisial yang akan diberangkatkan sebelum mengajukan kebutuhan dana.
Anggaran tersebut nantinya akan mencakup biaya transportasi, akomodasi, penginapan, konsumsi, hingga uang saku atlet dan ofisial selama mengikuti porprov.
“Setelah data atlet sudah final, baru kami mengusulkan anggaran. Semua dihitung secara rinci, mulai dari akomodasi, penginapan, transportasi hingga uang saku atlet,” jelasnya.
Berdasarkan pengalaman penyelenggaraan porprov sebelumnya, kebutuhan anggaran kontingen Balikpapan diperkirakan berada pada kisaran Rp15 miliar hingga Rp16 miliar. Namun, angka tersebut masih bersifat estimasi dan dapat berubah menyesuaikan jumlah atlet yang lolos, serta nomor pertandingan yang diikuti.
Selain mempersiapkan kontingen porprov, Disparpora Balikpapan juga menyiapkan agenda promosi daerah melalui kegiatan nasional.
“Pada 18–19 Oktober 2026, Balikpapan akan menjadi tuan rumah pertemuan Perhimpunan Dokter Hewan Seluruh Indonesia (PDHI) yang diperkirakan diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai daerah,” lanjutnya.
Melalui kegiatan itu, pemerintah akan memperkenalkan potensi pariwisata Balikpapan lewat program city tour ke sejumlah destinasi unggulan, termasuk kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Balikpapan sebagai kota penyangga IKN, sekaligus pintu masuk wisata di Kaltim.
(Sf/Lo)