Seputar Kaltim

    Balikpapan Perjuangkan Status Kota Ramah Anak, Warga Kini Lebih Berani Melapor Kekerasan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Keluarga Berencana (DP3AKB) Balikpapan, Heria Prisni. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Kota Balikpapan tengah bersiap menjalani penilaian penting dari pemerintah pusat untuk mempertahankan predikat sebagai Kota Layak Anak (KLA) kategori Utama. Penilaian ini dijadwalkan berlangsung pada 12 Juni mendatang.

    Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Keluarga Berencana (DP3AKB) Balikpapan, Heria Prisni, status ini bukan sekadar gelar, tapi mencerminkan sejauh mana kota ini mampu menjadi tempat tumbuh yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak-anak.

    “Penilaian dilakukan dua tahun sekali. Tahun ini, kita akan dilihat apakah masih layak mempertahankan kategori utama atau tidak,” kata Heria kepada awak media, Senin (9/6/2025).

    Untuk mempertahankan status ini, Balikpapan tak tinggal diam. Pemerintah kota telah menetapkan Peraturan Daerah (Perda) khusus tentang KLA, dan memperkuatnya dengan berbagai aturan pendukung.

    Selain itu, sarana fisik seperti Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) juga terus dibangun, salah satunya yang sudah ada di kawasan Islamic Center dan taman bekapai.

    “Keamanan anak di RBRA jadi prioritas, makanya ada petugas yang selalu siaga di lokasi,” ucap Heria.

    Hal menarik lainnya, menurutnya, adalah meningkatnya laporan kasus kekerasan terhadap anak. Sekilas ini mungkin terlihat negatif, namun sebenarnya menunjukkan perubahan besar, karena masyarakat kini lebih sadar dan berani melapor.

    “Dulu mungkin orang takut atau bingung harus lapor ke mana. Sekarang, mereka sudah tahu hak anak harus dilindungi, dan kami siap menangani setiap laporan yang masuk,” jelasnya.

    Dengan berbagai langkah konkret ini, DP3AKB yakin Balikpapan tidak hanya mampu mempertahankan predikat KLA, tapi juga terus menjadi kota yang benar-benar berpihak pada masa depan generasi mudanya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Balikpapan Perjuangkan Status Kota Ramah Anak, Warga Kini Lebih Berani Melapor Kekerasan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Keluarga Berencana (DP3AKB) Balikpapan, Heria Prisni. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Kota Balikpapan tengah bersiap menjalani penilaian penting dari pemerintah pusat untuk mempertahankan predikat sebagai Kota Layak Anak (KLA) kategori Utama. Penilaian ini dijadwalkan berlangsung pada 12 Juni mendatang.

    Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Keluarga Berencana (DP3AKB) Balikpapan, Heria Prisni, status ini bukan sekadar gelar, tapi mencerminkan sejauh mana kota ini mampu menjadi tempat tumbuh yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak-anak.

    “Penilaian dilakukan dua tahun sekali. Tahun ini, kita akan dilihat apakah masih layak mempertahankan kategori utama atau tidak,” kata Heria kepada awak media, Senin (9/6/2025).

    Untuk mempertahankan status ini, Balikpapan tak tinggal diam. Pemerintah kota telah menetapkan Peraturan Daerah (Perda) khusus tentang KLA, dan memperkuatnya dengan berbagai aturan pendukung.

    Selain itu, sarana fisik seperti Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) juga terus dibangun, salah satunya yang sudah ada di kawasan Islamic Center dan taman bekapai.

    “Keamanan anak di RBRA jadi prioritas, makanya ada petugas yang selalu siaga di lokasi,” ucap Heria.

    Hal menarik lainnya, menurutnya, adalah meningkatnya laporan kasus kekerasan terhadap anak. Sekilas ini mungkin terlihat negatif, namun sebenarnya menunjukkan perubahan besar, karena masyarakat kini lebih sadar dan berani melapor.

    “Dulu mungkin orang takut atau bingung harus lapor ke mana. Sekarang, mereka sudah tahu hak anak harus dilindungi, dan kami siap menangani setiap laporan yang masuk,” jelasnya.

    Dengan berbagai langkah konkret ini, DP3AKB yakin Balikpapan tidak hanya mampu mempertahankan predikat KLA, tapi juga terus menjadi kota yang benar-benar berpihak pada masa depan generasi mudanya.

    (Sf/Rs)