Balikpapan Matangkan Persiapan Hadapi POPDA 2025, Target Juara Diusung

    Seputarfakta.com - Maya Sari -

    Seputar Kaltim

    26 Juni 2025 07:24 WIB

    Kepala Dinas Pariwisata, Olahraga dan Pemuda Kota Balikpapan, dr. Ratih Kusuma. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pariwisata, Olahraga dan Pemuda (Disparpora) tengah mematangkan persiapan untuk menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2025. 

    Kegiatan ini dijadwalkan akan mempertandingkan 16 cabang olahraga (cabor) tingkat pelajar dari seluruh daerah di Kaltim.

    Kepala Disparpora Kota Balikpapan, dr. Ratih Kusuma, mengatakan bahwa pihaknya kini tengah berkoordinasi dengan masing-masing cabor untuk segera melakukan seleksi atlet. Hal ini dilakukan agar persiapan bisa berjalan maksimal.

    “Sudah ada informasi dari provinsi, ada 16 cabor yang akan dipertandingkan. Tentu kami harus segera menyampaikan ini ke cabor-cabor agar mereka cepat melakukan seleksi atlet,” ucap Ratih saat ditemui awak media di Balai Kota, Kamis (26/6/2025).

    Tak hanya soal teknis pertandingan, Disparpora juga tengah menghitung kebutuhan anggaran untuk mendukung seluruh kegiatan kontingen Balikpapan selama POPDA berlangsung.

    Mulai dari perlengkapan seragam defile, akomodasi, transportasi, konsumsi hingga kebutuhan logistik lainnya.

    “Kami ingin semua terfasilitasi dengan baik, termasuk efisiensi anggaran agar semua kebutuhan bisa diakomodasi,” tambahnya.

    Tidak hanya itu, Ratih juga menyebutkan bahwa pihaknya tengah memperjuangkan bonus bagi para atlet yang berprestasi di ajang PON dan Pertaprof. Ia berharap, besaran bonus bisa minimal setara dengan yang diberikan pada PON Papua empat tahun lalu.

    “Tentu ini juga bentuk penghargaan kami bagi atlet yang sudah mengharumkan nama daerah. Semoga bonus bisa segera diberikan,” tuturnya.

    Dalam ajang POPDA tahun ini, Balikpapan diperkirakan akan mengirim sekitar 350 atlet dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga SMA/SMK. Beberapa cabor unggulan seperti panahan, pencak silat, judo, dan karate diharapkan mampu menyumbang banyak medali.

    “Kami menargetkan juara. Dengan jumlah atlet dan kekuatan cabor yang dimiliki, kami optimis bisa meraih prestasi terbaik,” pungkasnya.

    POPDA merupakan ajang kompetisi olahraga antar pelajar yang digelar setiap dua tahun sekali, sebagai sarana pencarian bibit atlet muda berbakat di daerah.

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Balikpapan Matangkan Persiapan Hadapi POPDA 2025, Target Juara Diusung

    Seputarfakta.com - Maya Sari -

    Seputar Kaltim

    26 Juni 2025 07:24 WIB

    Kepala Dinas Pariwisata, Olahraga dan Pemuda Kota Balikpapan, dr. Ratih Kusuma. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pariwisata, Olahraga dan Pemuda (Disparpora) tengah mematangkan persiapan untuk menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2025. 

    Kegiatan ini dijadwalkan akan mempertandingkan 16 cabang olahraga (cabor) tingkat pelajar dari seluruh daerah di Kaltim.

    Kepala Disparpora Kota Balikpapan, dr. Ratih Kusuma, mengatakan bahwa pihaknya kini tengah berkoordinasi dengan masing-masing cabor untuk segera melakukan seleksi atlet. Hal ini dilakukan agar persiapan bisa berjalan maksimal.

    “Sudah ada informasi dari provinsi, ada 16 cabor yang akan dipertandingkan. Tentu kami harus segera menyampaikan ini ke cabor-cabor agar mereka cepat melakukan seleksi atlet,” ucap Ratih saat ditemui awak media di Balai Kota, Kamis (26/6/2025).

    Tak hanya soal teknis pertandingan, Disparpora juga tengah menghitung kebutuhan anggaran untuk mendukung seluruh kegiatan kontingen Balikpapan selama POPDA berlangsung.

    Mulai dari perlengkapan seragam defile, akomodasi, transportasi, konsumsi hingga kebutuhan logistik lainnya.

    “Kami ingin semua terfasilitasi dengan baik, termasuk efisiensi anggaran agar semua kebutuhan bisa diakomodasi,” tambahnya.

    Tidak hanya itu, Ratih juga menyebutkan bahwa pihaknya tengah memperjuangkan bonus bagi para atlet yang berprestasi di ajang PON dan Pertaprof. Ia berharap, besaran bonus bisa minimal setara dengan yang diberikan pada PON Papua empat tahun lalu.

    “Tentu ini juga bentuk penghargaan kami bagi atlet yang sudah mengharumkan nama daerah. Semoga bonus bisa segera diberikan,” tuturnya.

    Dalam ajang POPDA tahun ini, Balikpapan diperkirakan akan mengirim sekitar 350 atlet dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga SMA/SMK. Beberapa cabor unggulan seperti panahan, pencak silat, judo, dan karate diharapkan mampu menyumbang banyak medali.

    “Kami menargetkan juara. Dengan jumlah atlet dan kekuatan cabor yang dimiliki, kami optimis bisa meraih prestasi terbaik,” pungkasnya.

    POPDA merupakan ajang kompetisi olahraga antar pelajar yang digelar setiap dua tahun sekali, sebagai sarana pencarian bibit atlet muda berbakat di daerah.

    (Sf/Rs)