Cari disini...
Seputarfakta.com - Maya Sari -
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Andi Sri Juliarty. (Foto:Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Balikpapan, Andi Sri Juliarty mengaku Kota Balikpapan masih kekurangan tenaga kesehatan (Nakes).
Selain tenaga kesehatan, sejumlah penyakit di Balikpapan juga alami peningkatan, seperti stunting dan tuberkulosis (TBC).
Kemudian penyakit yang banyak menyebabkan kematian dan menelan biaya tinggi seperti jantung, kanker hingga stroke.
"Selain itu Diabetes juga sangat berbahaya. Kami sekarang berupaya mengendalikan kasus yang naik, meski beberapa kasus itu tidak menular," ucap dr Dio, sapaan akrabnya, Jum'at (12/1/2024).
Dikatakan, jika DKK Balikpapan punya kewajiban untuk melengkapi sembilan jenis tenaga kesehatan di Puskesmas. Jika tidak terpenuhi, maka belum memenuhi standar.
Bahkan Dinkes Balikpapan juga harus menyiapkan tenaga kesehatan di dua rumah sakit yang akan dibangun pemerintah di Balikpapan Barat dan Timur.
“Kami Dinas Kesehatan akan terus berupaya bagaimana caranya mendapatkan tenaga kesehatan yang spesialis dan subspesialis,” akunya.
(Sf/By)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Maya Sari -
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Andi Sri Juliarty. (Foto:Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Balikpapan, Andi Sri Juliarty mengaku Kota Balikpapan masih kekurangan tenaga kesehatan (Nakes).
Selain tenaga kesehatan, sejumlah penyakit di Balikpapan juga alami peningkatan, seperti stunting dan tuberkulosis (TBC).
Kemudian penyakit yang banyak menyebabkan kematian dan menelan biaya tinggi seperti jantung, kanker hingga stroke.
"Selain itu Diabetes juga sangat berbahaya. Kami sekarang berupaya mengendalikan kasus yang naik, meski beberapa kasus itu tidak menular," ucap dr Dio, sapaan akrabnya, Jum'at (12/1/2024).
Dikatakan, jika DKK Balikpapan punya kewajiban untuk melengkapi sembilan jenis tenaga kesehatan di Puskesmas. Jika tidak terpenuhi, maka belum memenuhi standar.
Bahkan Dinkes Balikpapan juga harus menyiapkan tenaga kesehatan di dua rumah sakit yang akan dibangun pemerintah di Balikpapan Barat dan Timur.
“Kami Dinas Kesehatan akan terus berupaya bagaimana caranya mendapatkan tenaga kesehatan yang spesialis dan subspesialis,” akunya.
(Sf/By)