Balikpapan Masih Kekurangan Tenaga Kesehatan

    Seputarfakta.com - Maya Sari -

    Seputar Kaltim

    12 Januari 2024 11:29 WIB

    Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Andi Sri Juliarty. (Foto:Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Balikpapan, Andi Sri Juliarty mengaku Kota Balikpapan masih kekurangan tenaga kesehatan (Nakes).

    Selain tenaga kesehatan, sejumlah penyakit di Balikpapan juga alami peningkatan, seperti stunting dan tuberkulosis (TBC).

    Kemudian penyakit yang banyak menyebabkan kematian dan menelan biaya tinggi seperti jantung, kanker hingga stroke.

    "Selain itu Diabetes juga sangat berbahaya. Kami sekarang berupaya mengendalikan kasus yang naik, meski beberapa kasus itu tidak menular," ucap dr Dio, sapaan akrabnya, Jum'at (12/1/2024).

    Dikatakan, jika DKK Balikpapan punya kewajiban untuk melengkapi sembilan jenis tenaga kesehatan di Puskesmas. Jika tidak terpenuhi, maka belum memenuhi standar.

    Bahkan Dinkes Balikpapan juga harus menyiapkan tenaga kesehatan di dua rumah sakit yang akan dibangun pemerintah di Balikpapan Barat dan Timur.

    “Kami Dinas Kesehatan akan terus berupaya bagaimana caranya mendapatkan tenaga kesehatan yang spesialis dan subspesialis,” akunya.

    (Sf/By)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Balikpapan Masih Kekurangan Tenaga Kesehatan

    Seputarfakta.com - Maya Sari -

    Seputar Kaltim

    12 Januari 2024 11:29 WIB

    Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Andi Sri Juliarty. (Foto:Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Balikpapan, Andi Sri Juliarty mengaku Kota Balikpapan masih kekurangan tenaga kesehatan (Nakes).

    Selain tenaga kesehatan, sejumlah penyakit di Balikpapan juga alami peningkatan, seperti stunting dan tuberkulosis (TBC).

    Kemudian penyakit yang banyak menyebabkan kematian dan menelan biaya tinggi seperti jantung, kanker hingga stroke.

    "Selain itu Diabetes juga sangat berbahaya. Kami sekarang berupaya mengendalikan kasus yang naik, meski beberapa kasus itu tidak menular," ucap dr Dio, sapaan akrabnya, Jum'at (12/1/2024).

    Dikatakan, jika DKK Balikpapan punya kewajiban untuk melengkapi sembilan jenis tenaga kesehatan di Puskesmas. Jika tidak terpenuhi, maka belum memenuhi standar.

    Bahkan Dinkes Balikpapan juga harus menyiapkan tenaga kesehatan di dua rumah sakit yang akan dibangun pemerintah di Balikpapan Barat dan Timur.

    “Kami Dinas Kesehatan akan terus berupaya bagaimana caranya mendapatkan tenaga kesehatan yang spesialis dan subspesialis,” akunya.

    (Sf/By)