Seputar Kaltim

    Balikpapan Jalin Kerja Sama Smart City dengan Kota Yokohama

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    08 Agustus 2025 pukul 20:46 WITA

    Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo saat menerima kunjungan delegasi dari Kota Yokohama, Jepang. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menerima kunjungan delegasi dari Kota Yokohama, Jepang, beserta sejumlah pimpinan perusahaan asal kota tersebut, kemarin (7/8/2025). Kunjungan ini menjadi langkah awal penjajakan kerja sama dalam pengembangan konsep smart city di Balikpapan.

    Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menyambut baik inisiatif dari Yokohama yang dikenal sebagai salah satu kota smart city terkemuka di dunia. Ia menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi peluang strategis bagi Balikpapan, untuk belajar dan menerapkan teknologi serta tata kelola kota pintar.

    “Yokohama adalah salah satu kota yang sudah diakui dunia sebagai smart city. Ini kesempatan baik bagi kami untuk belajar dan merencanakan pengelolaan kota yang lebih modern dan efisien,” ucap Bagus saat dikonfirmasi awak media, Jumat (8/8/2025).

    Delegasi Yokohama juga mengundang Pemkot Balikpapan untuk menghadiri seminar dan forum kota-kota dunia yang akan digelar pada bulan November mendatang. Forum tersebut akan menjadi ajang untuk bertukar pengetahuan dan mencari peluang kerja sama multilateral.

    Menurutnya, kunjungan ini sangat penting karena Yokohama ingin memahami secara langsung kebutuhan Kota Balikpapan agar dapat menyusun proposal bisnis, membentuk konsorsium perusahaan, serta menemukan mitra lokal yang sesuai.

    “Kunjungan ini bernilai strategis. Diharapkan mampu menarik minat perusahaan-perusahaan Yokohama untuk membangun infrastruktur di Balikpapan, terutama di sektor air minum, air limbah, dan transportasi,” terangnya.

    Balikpapan dinilai memiliki posisi penting sebagai pintu gerbang utama menuju Ibu Kota Nusantara (IKN). Meskipun bukan ibu kota provinsi, Balikpapan adalah salah satu kota terbesar di Kaltim yang memiliki peran vital dalam perekonomian, khususnya di sektor minyak dan gas (migas).

    Kota ini juga dikenal sebagai salah satu kota yang nyaman untuk ditinggali. Berdasarkan Most Livable City Index oleh Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (2017), Balikpapan pernah menempati peringkat ketiga kota paling layak huni di Indonesia dengan nilai kelayakan 65,8 persen.

    “Bahkan tahun 2015, Balikpapan dinobatkan sebagai kota paling dicintai di dunia oleh World Wildlife Fund (WWF), mengungguli 43 kota lainnya,” lanjutnya.

    Lanjutnya, kerja sama dengan Yokohama diharapkan dapat membuka peluang investasi dan transfer teknologi dalam berbagai sektor seperti industri, perdagangan, serta transportasi. Pemkot Balikpapan optimistis, dengan pengalaman dan teknologi yang dimiliki Yokohama, kota ini dapat bertransformasi menjadi kota modern dan cerdas.

    “Kami ingin Balikpapan tidak hanya menjadi kota modern, tetapi juga smart city yang mendukung visi Indonesia sebagai negara maju dan berkelanjutan,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Balikpapan Jalin Kerja Sama Smart City dengan Kota Yokohama

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    08 Agustus 2025 pukul 20:46 WITA

    Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo saat menerima kunjungan delegasi dari Kota Yokohama, Jepang. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menerima kunjungan delegasi dari Kota Yokohama, Jepang, beserta sejumlah pimpinan perusahaan asal kota tersebut, kemarin (7/8/2025). Kunjungan ini menjadi langkah awal penjajakan kerja sama dalam pengembangan konsep smart city di Balikpapan.

    Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menyambut baik inisiatif dari Yokohama yang dikenal sebagai salah satu kota smart city terkemuka di dunia. Ia menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi peluang strategis bagi Balikpapan, untuk belajar dan menerapkan teknologi serta tata kelola kota pintar.

    “Yokohama adalah salah satu kota yang sudah diakui dunia sebagai smart city. Ini kesempatan baik bagi kami untuk belajar dan merencanakan pengelolaan kota yang lebih modern dan efisien,” ucap Bagus saat dikonfirmasi awak media, Jumat (8/8/2025).

    Delegasi Yokohama juga mengundang Pemkot Balikpapan untuk menghadiri seminar dan forum kota-kota dunia yang akan digelar pada bulan November mendatang. Forum tersebut akan menjadi ajang untuk bertukar pengetahuan dan mencari peluang kerja sama multilateral.

    Menurutnya, kunjungan ini sangat penting karena Yokohama ingin memahami secara langsung kebutuhan Kota Balikpapan agar dapat menyusun proposal bisnis, membentuk konsorsium perusahaan, serta menemukan mitra lokal yang sesuai.

    “Kunjungan ini bernilai strategis. Diharapkan mampu menarik minat perusahaan-perusahaan Yokohama untuk membangun infrastruktur di Balikpapan, terutama di sektor air minum, air limbah, dan transportasi,” terangnya.

    Balikpapan dinilai memiliki posisi penting sebagai pintu gerbang utama menuju Ibu Kota Nusantara (IKN). Meskipun bukan ibu kota provinsi, Balikpapan adalah salah satu kota terbesar di Kaltim yang memiliki peran vital dalam perekonomian, khususnya di sektor minyak dan gas (migas).

    Kota ini juga dikenal sebagai salah satu kota yang nyaman untuk ditinggali. Berdasarkan Most Livable City Index oleh Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (2017), Balikpapan pernah menempati peringkat ketiga kota paling layak huni di Indonesia dengan nilai kelayakan 65,8 persen.

    “Bahkan tahun 2015, Balikpapan dinobatkan sebagai kota paling dicintai di dunia oleh World Wildlife Fund (WWF), mengungguli 43 kota lainnya,” lanjutnya.

    Lanjutnya, kerja sama dengan Yokohama diharapkan dapat membuka peluang investasi dan transfer teknologi dalam berbagai sektor seperti industri, perdagangan, serta transportasi. Pemkot Balikpapan optimistis, dengan pengalaman dan teknologi yang dimiliki Yokohama, kota ini dapat bertransformasi menjadi kota modern dan cerdas.

    “Kami ingin Balikpapan tidak hanya menjadi kota modern, tetapi juga smart city yang mendukung visi Indonesia sebagai negara maju dan berkelanjutan,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)