Seputar Kaltim

    Balikpapan Jalani Verifikasi KLA 2025 oleh Kementerian PPPA

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Proses verifikasi lapangan evaluasi Kota Layak Anak (KLA) Tahun 2025. Demi wujudkan lingkungan aman dan sehat, serta menjadikan Balikpapan dalam mendukung tumbuh kembang anak. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mengikuti proses verifikasi lapangan dalam rangka evaluasi Kota Layak Anak (KLA) tahun 2025.

    Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom dan dipantau langsung oleh tim dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Kamis (12/6/2025).

    Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mewakili pemerintah kota dalam kegiatan ini. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada tim verifikator dari KemenPPPA atas proses evaluasi yang dilakukan.

    "Evaluasi ini penting untuk mengidentifikasi potensi serta tantangan dalam mewujudkan KLA di Balikpapan," ujar Bagus dalam sambutannya. 

    Ia menegaskan, bahwa Pemkot Balikpapan berkomitmen untuk terus berpihak pada hak dan perlindungan anak melalui berbagai program dan kegiatan, dengan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), lembaga masyarakat, tokoh agama, media, dan berbagai pihak lainnya.

    Sejumlah langkah strategis yang telah dilakukan Pemkot Balikpapan antara lain pengesahan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan KLA. Deklarasi Balikpapan sebagai KLA, pembentukan forum anak di seluruh enam kecamatan dan 34 kelurahan.

    Kemudian, pembentukan satuan pendidikan ramah anak dan dua lembaga perlindungan khusus ramah anak. Pengembangan rumah ibadah ramah anak di empat lokasi.

    “Pelayanan ramah anak di seluruh puskesmas dan fasilitas persalinan. Serta penerapan kawasan sehat tanpa rokok dan penghentian izin reklame rokok di seluruh wilayah kota,” lanjutnya.

    Bagus juga menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan organisasi non-pemerintah sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.

    “Dengan atau tanpa penilaian KLA, kami akan terus menjalankan tanggung jawab untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak Balikpapan,” tegasnya.

    Pemkot berharap anak-anak di Balikpapan dapat tumbuh sehat, cerdas, berkualitas, dan siap menjadi generasi penerus yang tangguh serta pemimpin masa depan.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Balikpapan Jalani Verifikasi KLA 2025 oleh Kementerian PPPA

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Proses verifikasi lapangan evaluasi Kota Layak Anak (KLA) Tahun 2025. Demi wujudkan lingkungan aman dan sehat, serta menjadikan Balikpapan dalam mendukung tumbuh kembang anak. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mengikuti proses verifikasi lapangan dalam rangka evaluasi Kota Layak Anak (KLA) tahun 2025.

    Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom dan dipantau langsung oleh tim dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Kamis (12/6/2025).

    Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mewakili pemerintah kota dalam kegiatan ini. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada tim verifikator dari KemenPPPA atas proses evaluasi yang dilakukan.

    "Evaluasi ini penting untuk mengidentifikasi potensi serta tantangan dalam mewujudkan KLA di Balikpapan," ujar Bagus dalam sambutannya. 

    Ia menegaskan, bahwa Pemkot Balikpapan berkomitmen untuk terus berpihak pada hak dan perlindungan anak melalui berbagai program dan kegiatan, dengan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), lembaga masyarakat, tokoh agama, media, dan berbagai pihak lainnya.

    Sejumlah langkah strategis yang telah dilakukan Pemkot Balikpapan antara lain pengesahan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan KLA. Deklarasi Balikpapan sebagai KLA, pembentukan forum anak di seluruh enam kecamatan dan 34 kelurahan.

    Kemudian, pembentukan satuan pendidikan ramah anak dan dua lembaga perlindungan khusus ramah anak. Pengembangan rumah ibadah ramah anak di empat lokasi.

    “Pelayanan ramah anak di seluruh puskesmas dan fasilitas persalinan. Serta penerapan kawasan sehat tanpa rokok dan penghentian izin reklame rokok di seluruh wilayah kota,” lanjutnya.

    Bagus juga menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan organisasi non-pemerintah sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.

    “Dengan atau tanpa penilaian KLA, kami akan terus menjalankan tanggung jawab untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak Balikpapan,” tegasnya.

    Pemkot berharap anak-anak di Balikpapan dapat tumbuh sehat, cerdas, berkualitas, dan siap menjadi generasi penerus yang tangguh serta pemimpin masa depan.

    (Sf/Rs)