Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan, Irfan Taufik. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Ratusan guru di Balikpapan akan memasuki masa pensiun pada akhir 2025. Kondisi ini membuat Pemerintah Kota Balikpapan menyiapkan rekrutmen besar-besaran pada 2026, dengan target 500 hingga 600 guru dan tenaga kependidikan (tendik).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan, Irfan Taufik, menyebut perekrutan ini penting agar sekolah dasar hingga menengah pertama tidak mengalami kekurangan tenaga pengajar.
“Kebutuhan tambahan guru juga dipicu oleh banyaknya guru yang pensiun pada akhir 2025. Jika tidak segera diisi, dikhawatirkan terjadi kekurangan guru, terutama di tingkat SD,” ujar Irfan, Rabu (10/9/2025).
Seleksi terbuka ini akan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Syarat utama, calon guru merupakan lulusan S1 sesuai bidang. “Guru Bahasa Indonesia harus lulusan S1 Bahasa Indonesia. Itu syarat utamanya,” kata Irfan.
Selain guru, Pemkot juga merekrut tendik untuk membantu administrasi, kebersihan, dan keamanan sekolah. “Guru bisa lebih fokus mengajar, karena tugas-tugas non-pengajaran akan ditangani oleh tendik,” jelasnya.
Pendaftaran direncanakan November–Desember 2026. Mereka yang lolos akan mulai bekerja Januari 2027 dengan kontrak kerja individu, skema yang dinilai memberi kejelasan tanggung jawab.
Program ini diperkirakan menelan anggaran Rp20 hingga Rp30 miliar, dengan jumlah formasi final ditetapkan November 2025 setelah menyesuaikan kondisi keuangan daerah.
“Tujuan kami agar tidak ada lagi sekolah yang kekurangan guru, terutama untuk mata pelajaran inti,” tutur Irfan.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan, Irfan Taufik. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Ratusan guru di Balikpapan akan memasuki masa pensiun pada akhir 2025. Kondisi ini membuat Pemerintah Kota Balikpapan menyiapkan rekrutmen besar-besaran pada 2026, dengan target 500 hingga 600 guru dan tenaga kependidikan (tendik).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan, Irfan Taufik, menyebut perekrutan ini penting agar sekolah dasar hingga menengah pertama tidak mengalami kekurangan tenaga pengajar.
“Kebutuhan tambahan guru juga dipicu oleh banyaknya guru yang pensiun pada akhir 2025. Jika tidak segera diisi, dikhawatirkan terjadi kekurangan guru, terutama di tingkat SD,” ujar Irfan, Rabu (10/9/2025).
Seleksi terbuka ini akan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Syarat utama, calon guru merupakan lulusan S1 sesuai bidang. “Guru Bahasa Indonesia harus lulusan S1 Bahasa Indonesia. Itu syarat utamanya,” kata Irfan.
Selain guru, Pemkot juga merekrut tendik untuk membantu administrasi, kebersihan, dan keamanan sekolah. “Guru bisa lebih fokus mengajar, karena tugas-tugas non-pengajaran akan ditangani oleh tendik,” jelasnya.
Pendaftaran direncanakan November–Desember 2026. Mereka yang lolos akan mulai bekerja Januari 2027 dengan kontrak kerja individu, skema yang dinilai memberi kejelasan tanggung jawab.
Program ini diperkirakan menelan anggaran Rp20 hingga Rp30 miliar, dengan jumlah formasi final ditetapkan November 2025 setelah menyesuaikan kondisi keuangan daerah.
“Tujuan kami agar tidak ada lagi sekolah yang kekurangan guru, terutama untuk mata pelajaran inti,” tutur Irfan.
(Sf/Rs)