Seputar Kaltim

    Balikpapan Dorong Anak Masuk PAUD Lewat Program Wajib Belajar 13 Tahun

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    02 Mei 2026 pukul 12:51 WITA

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan meluncurkan tiga program strategis untuk memperkuat pendidikan, khususnya pada jenjang anak usia dini.

    Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Irfan Taufik mengatakan salah satu program utama yang diluncurkan adalah kebijakan wajib belajar 13 tahun yang dimulai dari pendidikan pra-SD atau Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Program tersebut direncanakan mulai diterapkan pada 2027.

    “Tahun ini kami mulai dengan tahap sosialisasi kepada masyarakat, agar anak-anak sudah mengikuti PAUD sebelum masuk sekolah dasar,” ucap Irfan kepada awak media, Sabtu (2/5/2026).

    Ia menjelaskan program ini bertujuan memutus mata rantai anak yang tidak mengenyam pendidikan sejak dini. Selama ini masih banyak orang tua yang lebih memilih mendorong anak mengikuti bimbingan belajar (bimbel) dibandingkan PAUD.

    Padahal PAUD tidak hanya mengajarkan kemampuan dasar seperti membaca, menulis dan berhitung, tetapi juga berperan penting dalam pembentukan karakter dan perkembangan kognitif anak.

    “Di PAUD, anak belajar bersosialisasi, beradaptasi dengan lingkungan, serta berinteraksi dengan teman dan guru. Ini yang tidak didapatkan di bimbel,” jelasnya.

    Selain itu, Disdikbud juga meluncurkan buku karya Bunda PAUD Kota Balikpapan yang mengangkat kearifan lokal berjudul Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Buku tersebut diharapkan dapat memperkuat pendidikan karakter anak sejak dini.

    “Buku ini merupakan karya Bunda PAUD yang langsung kami luncurkan hari ini sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter,” tambahnya.

    Program ketiga yang diperkenalkan adalah penguatan literasi anak melalui kolaborasi antara Disdikbud, Bunda PAUD dan Tim Penggerak PKK Kota Balikpapan. Program ini merupakan pengembangan dari karya sebelumnya berjudul Aku Cinta Balikpapan, yang kini difokuskan pada peningkatan literasi.

    Melalui program bertajuk Balikpapan Cinta Literasi, kampanye literasi akan disampaikan dalam bentuk video yang ditayangkan di berbagai ruang publik, seperti pusat perbelanjaan, hotel, videotron, hingga fasilitas umum lainnya.

    “Tujuannya untuk meningkatkan minat baca dan literasi anak-anak melalui media yang lebih menarik dan mudah diakses,” terangnya.

    Dalam peringatan Hardiknas tahun ini, pelaksanaan upacara juga melibatkan siswa sebagai petugas, mulai dari pembaca doa hingga pembaca Undang-undang Dasar 1945. Keterlibatan juga datang dari siswa Sekolah Luar Biasa (SLB), termasuk siswa kelas VIII yang turut membacakan teks UUD 1945.

    “Langkah ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri serta semangat partisipasi aktif siswa dalam kegiatan pendidikan,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Balikpapan Dorong Anak Masuk PAUD Lewat Program Wajib Belajar 13 Tahun

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    02 Mei 2026 pukul 12:51 WITA

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan meluncurkan tiga program strategis untuk memperkuat pendidikan, khususnya pada jenjang anak usia dini.

    Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Irfan Taufik mengatakan salah satu program utama yang diluncurkan adalah kebijakan wajib belajar 13 tahun yang dimulai dari pendidikan pra-SD atau Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Program tersebut direncanakan mulai diterapkan pada 2027.

    “Tahun ini kami mulai dengan tahap sosialisasi kepada masyarakat, agar anak-anak sudah mengikuti PAUD sebelum masuk sekolah dasar,” ucap Irfan kepada awak media, Sabtu (2/5/2026).

    Ia menjelaskan program ini bertujuan memutus mata rantai anak yang tidak mengenyam pendidikan sejak dini. Selama ini masih banyak orang tua yang lebih memilih mendorong anak mengikuti bimbingan belajar (bimbel) dibandingkan PAUD.

    Padahal PAUD tidak hanya mengajarkan kemampuan dasar seperti membaca, menulis dan berhitung, tetapi juga berperan penting dalam pembentukan karakter dan perkembangan kognitif anak.

    “Di PAUD, anak belajar bersosialisasi, beradaptasi dengan lingkungan, serta berinteraksi dengan teman dan guru. Ini yang tidak didapatkan di bimbel,” jelasnya.

    Selain itu, Disdikbud juga meluncurkan buku karya Bunda PAUD Kota Balikpapan yang mengangkat kearifan lokal berjudul Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Buku tersebut diharapkan dapat memperkuat pendidikan karakter anak sejak dini.

    “Buku ini merupakan karya Bunda PAUD yang langsung kami luncurkan hari ini sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter,” tambahnya.

    Program ketiga yang diperkenalkan adalah penguatan literasi anak melalui kolaborasi antara Disdikbud, Bunda PAUD dan Tim Penggerak PKK Kota Balikpapan. Program ini merupakan pengembangan dari karya sebelumnya berjudul Aku Cinta Balikpapan, yang kini difokuskan pada peningkatan literasi.

    Melalui program bertajuk Balikpapan Cinta Literasi, kampanye literasi akan disampaikan dalam bentuk video yang ditayangkan di berbagai ruang publik, seperti pusat perbelanjaan, hotel, videotron, hingga fasilitas umum lainnya.

    “Tujuannya untuk meningkatkan minat baca dan literasi anak-anak melalui media yang lebih menarik dan mudah diakses,” terangnya.

    Dalam peringatan Hardiknas tahun ini, pelaksanaan upacara juga melibatkan siswa sebagai petugas, mulai dari pembaca doa hingga pembaca Undang-undang Dasar 1945. Keterlibatan juga datang dari siswa Sekolah Luar Biasa (SLB), termasuk siswa kelas VIII yang turut membacakan teks UUD 1945.

    “Langkah ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri serta semangat partisipasi aktif siswa dalam kegiatan pendidikan,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)