Cari disini...
Seputar Kaltim
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud saat ditemui usai coffee morning. (Foto: maya sari/seputarfakta.com)
Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat terjadi saat kondisi lingkungan kering.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan untuk membuka area pertanian maupun ladang. Larangan serupa juga berlaku untuk pembakaran sampah, khususnya di kawasan yang berada di sekitar hutan dan wilayah yang rentan terbakar.
Rahmad mengatakan, imbauan tersebut telah disampaikan kepada camat, lurah, dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk diteruskan kepada masyarakat melalui ketua RT.
“Mari menjaga lingkungan, termasuk membakar lahan yang alasannya untuk pertanian, untuk tidak dilaksanakan dalam waktu dekat ini,” ucap Rahmad kepada awak media, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, langkah pencegahan perlu dilakukan sejak dini untuk mengantisipasi potensi kebakaran yang dapat meluas dan berdampak terhadap wilayah lain di Kalimantan.
Pemkot Balikpapan, kata dia, tidak ingin kebakaran hutan dan lahan terjadi di wilayahnya. Karena itu, koordinasi antarlembaga dan penyampaian informasi kepada masyarakat terus dilakukan.
“Kami tidak menginginkan itu terjadi di Kota Balikpapan. Imbauan dan tentunya saran sudah kami sampaikan melalui dinas-dinas terkait,” ujarnya.
Selain ancaman karhutla, dia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan potensi kebakaran permukiman. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah kebakaran rumah terjadi di Balikpapan sehingga kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan.
Ia meminta warga memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah, terutama kabel yang sudah lama digunakan atau mengalami kerusakan.
Sebutnya, pemeriksaan instalasi listrik penting dilakukan untuk mencegah korsleting yang dapat memicu kebakaran. Masyarakat juga diingatkan untuk memastikan kondisi rumah sebelum meninggalkannya.
“Kalau keluar rumah atau instalasi kami yang sudah terlalu lama, masalah kabel-kabel rumah itu perlu ditinjau dan dicek, sehingga tidak terjadi korsleting yang menyebabkan kebakaran,” imbuhnya.
Menghadapi potensi kebakaran, Pemkot Balikpapan juga memastikan kesiapan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan perangkat daerah terkait.
Dirinya mengatakan, pemerintah telah meminta BPBD mempersiapkan berbagai langkah yang diperlukan untuk menghadapi kemungkinan terjadinya kebakaran, baik di kawasan permukiman maupun wilayah yang rentan terhadap karhutla.
“Insyaallah artinya kami sudah siap. Saya melalui BPBD juga untuk mempersiapkan semua apa yang menjadi sesuatu yang harus kami lakukan,” ujarnya.
Pihaknya kembali menegaskan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas pembakaran dalam bentuk apa pun untuk membuka lahan pertanian atau ladang. Warga juga diminta tidak membakar sampah sembarangan, terutama di kawasan yang berdekatan dengan hutan.
Pemkot Balikpapan telah meminta OPD terkait, camat, dan lurah untuk memperkuat sosialisasi hingga ke tingkat RT. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, sehingga potensi kebakaran dapat dicegah sejak awal.
“Ini sudah kami tekankan dan perjelas kepada OPD terkait untuk menyampaikan kepada warga,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud saat ditemui usai coffee morning. (Foto: maya sari/seputarfakta.com)
Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat terjadi saat kondisi lingkungan kering.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan untuk membuka area pertanian maupun ladang. Larangan serupa juga berlaku untuk pembakaran sampah, khususnya di kawasan yang berada di sekitar hutan dan wilayah yang rentan terbakar.
Rahmad mengatakan, imbauan tersebut telah disampaikan kepada camat, lurah, dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk diteruskan kepada masyarakat melalui ketua RT.
“Mari menjaga lingkungan, termasuk membakar lahan yang alasannya untuk pertanian, untuk tidak dilaksanakan dalam waktu dekat ini,” ucap Rahmad kepada awak media, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, langkah pencegahan perlu dilakukan sejak dini untuk mengantisipasi potensi kebakaran yang dapat meluas dan berdampak terhadap wilayah lain di Kalimantan.
Pemkot Balikpapan, kata dia, tidak ingin kebakaran hutan dan lahan terjadi di wilayahnya. Karena itu, koordinasi antarlembaga dan penyampaian informasi kepada masyarakat terus dilakukan.
“Kami tidak menginginkan itu terjadi di Kota Balikpapan. Imbauan dan tentunya saran sudah kami sampaikan melalui dinas-dinas terkait,” ujarnya.
Selain ancaman karhutla, dia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan potensi kebakaran permukiman. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah kebakaran rumah terjadi di Balikpapan sehingga kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan.
Ia meminta warga memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah, terutama kabel yang sudah lama digunakan atau mengalami kerusakan.
Sebutnya, pemeriksaan instalasi listrik penting dilakukan untuk mencegah korsleting yang dapat memicu kebakaran. Masyarakat juga diingatkan untuk memastikan kondisi rumah sebelum meninggalkannya.
“Kalau keluar rumah atau instalasi kami yang sudah terlalu lama, masalah kabel-kabel rumah itu perlu ditinjau dan dicek, sehingga tidak terjadi korsleting yang menyebabkan kebakaran,” imbuhnya.
Menghadapi potensi kebakaran, Pemkot Balikpapan juga memastikan kesiapan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan perangkat daerah terkait.
Dirinya mengatakan, pemerintah telah meminta BPBD mempersiapkan berbagai langkah yang diperlukan untuk menghadapi kemungkinan terjadinya kebakaran, baik di kawasan permukiman maupun wilayah yang rentan terhadap karhutla.
“Insyaallah artinya kami sudah siap. Saya melalui BPBD juga untuk mempersiapkan semua apa yang menjadi sesuatu yang harus kami lakukan,” ujarnya.
Pihaknya kembali menegaskan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas pembakaran dalam bentuk apa pun untuk membuka lahan pertanian atau ladang. Warga juga diminta tidak membakar sampah sembarangan, terutama di kawasan yang berdekatan dengan hutan.
Pemkot Balikpapan telah meminta OPD terkait, camat, dan lurah untuk memperkuat sosialisasi hingga ke tingkat RT. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, sehingga potensi kebakaran dapat dicegah sejak awal.
“Ini sudah kami tekankan dan perjelas kepada OPD terkait untuk menyampaikan kepada warga,” pungkasnya.
(Sf/Rs)