Cari disini...
Seputarfakta.com - Muhammad Anshori -
Seputar Kaltim
Kegiatan pemuda saat malam hari. (Foto: Aan/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kutai Kartanegara (Kukar) terus memerketat penjagaan dan menutup ruang pelaku aksi balap liar di Kecamatan Tenggarong.
Kasatlantas Polres Kukar, AKP Ahmad Fandoli mengatakan pola pelanggaran selama Operasi Zebra Mahakam 2025 masih didominasi balapan liar, kemudian pengendara tidak menggunakan helm dan bergoncengan lebih dari satu.
AKP Fandoli menyebut, tren balap liar sampai kini masih menjadi perhatian serius. Untuk itu, berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 297, kebijakan penahanan kendaraan hingga tiga bulan bagi pelaku balap liar resmi berlaku di Kukar.
Ia mengungkap Satlantas Polres Kukar kini telah melakukan penjagaan ketat di setiap lokasi rawan aksi balap liar, termasuk memantau pergerakan pemuda melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang telah tersebar di Tenggarong.
“Beberapa aksi balap liar masih terjadi, ETLE memudahkan kami untuk memantau dan menangkap pelaku balap liar. Aduan dari masyarakat terkait aktivitas ini juga masih ada,” kata AKP Fandoli, Rabu (17/12/2025).
Ia menegaskan akan memberikan sanksi berat terhadap pelaku balap liar. Pihaknya juga telah memetakan sejumlah titik rawan pelanggaran dan kecelakaan. Jalur dua Jahab dan Jonggon menuju Kota Bangun menjadi lokasi dengan potensi pelanggaran paling tinggi.
Selanjutnya, Samboja hingga Loa Janan, titik rawan berada di kawasan Bukit Suharto, walau kini beberapa jalur mulai terurai dengan adanya akses jalan tol.
“Bagi warga yang sedang liburan kami harap berhati-hati, apalagi saat melintas di wilayah rawan,” ujarnya.
AKP Fandoli menyebut pihaknya tetap gencar melakukan sosialisasi keselamatan sebelum bersiap menghadapi Operasi Lilin 2025 pada akhir Desember.
Kata dia, hingga kini patroli malam untuk membasmi pelaku balap liar masih terus berjalan setiap hari pada jam rawan.
“Kita akan beri efek jera kepada mereka. Saya ingatkan lagi untuk para orang tua agar dapat bekerja sama melarang anaknya untuk tidak balapan, ini jauh lebih efektif. Kami hanya bisa menindak satu hingga lima orang, tapi pencegahan dari keluarga itu penting,” tegasnya.
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Muhammad Anshori -
Seputar Kaltim

Kegiatan pemuda saat malam hari. (Foto: Aan/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kutai Kartanegara (Kukar) terus memerketat penjagaan dan menutup ruang pelaku aksi balap liar di Kecamatan Tenggarong.
Kasatlantas Polres Kukar, AKP Ahmad Fandoli mengatakan pola pelanggaran selama Operasi Zebra Mahakam 2025 masih didominasi balapan liar, kemudian pengendara tidak menggunakan helm dan bergoncengan lebih dari satu.
AKP Fandoli menyebut, tren balap liar sampai kini masih menjadi perhatian serius. Untuk itu, berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 297, kebijakan penahanan kendaraan hingga tiga bulan bagi pelaku balap liar resmi berlaku di Kukar.
Ia mengungkap Satlantas Polres Kukar kini telah melakukan penjagaan ketat di setiap lokasi rawan aksi balap liar, termasuk memantau pergerakan pemuda melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang telah tersebar di Tenggarong.
“Beberapa aksi balap liar masih terjadi, ETLE memudahkan kami untuk memantau dan menangkap pelaku balap liar. Aduan dari masyarakat terkait aktivitas ini juga masih ada,” kata AKP Fandoli, Rabu (17/12/2025).
Ia menegaskan akan memberikan sanksi berat terhadap pelaku balap liar. Pihaknya juga telah memetakan sejumlah titik rawan pelanggaran dan kecelakaan. Jalur dua Jahab dan Jonggon menuju Kota Bangun menjadi lokasi dengan potensi pelanggaran paling tinggi.
Selanjutnya, Samboja hingga Loa Janan, titik rawan berada di kawasan Bukit Suharto, walau kini beberapa jalur mulai terurai dengan adanya akses jalan tol.
“Bagi warga yang sedang liburan kami harap berhati-hati, apalagi saat melintas di wilayah rawan,” ujarnya.
AKP Fandoli menyebut pihaknya tetap gencar melakukan sosialisasi keselamatan sebelum bersiap menghadapi Operasi Lilin 2025 pada akhir Desember.
Kata dia, hingga kini patroli malam untuk membasmi pelaku balap liar masih terus berjalan setiap hari pada jam rawan.
“Kita akan beri efek jera kepada mereka. Saya ingatkan lagi untuk para orang tua agar dapat bekerja sama melarang anaknya untuk tidak balapan, ini jauh lebih efektif. Kami hanya bisa menindak satu hingga lima orang, tapi pencegahan dari keluarga itu penting,” tegasnya.
(Sf/Lo)