Cari disini...
Seputar Kaltim
BLK di Limunjan, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Berau yang berlokasi di kawasan Limunjan, Kecamatan Sambaliung, ditargetkan mulai beroperasi pada Januari 2026. Meski proses pembangunan dilakukan secara bertahap, pemerintah daerah memastikan fasilitas yang telah rampung akan segera difungsikan.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau, Zulkifli Azhari, menyampaikan bahwa berdasarkan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), penyelesaian pembangunan fisik BLK ditargetkan selesai pada Desember 2025.
"Kita targetkan operasional Januari. Fisik bangunan diselesaikan Desember. Sekarang kita sedang mengusulkan anggaran untuk mebel dan alat pelatihan ke DPRD agar bisa langsung digunakan," jelas Zulkifli, Rabu, (24/9/2025).
Ia pun mengatakan bahwa berdasarkan data DPUPR hingga September 2025, progres pembangunan fisik BLK telah mencapai sekitar 54–57 persen.
"Fasilitas asrama bagi peserta pelatihan telah selesai, Tetapi gedung utama untuk pelatihan masih dalam tahap penyelesaian," tuturnya.
Selain itu, dirinya juga menyampaikan bahwa Disnakertrans telah menyiapkan program pelatihan yang akan dimulai awal tahun mendatang.
"Pada tahap awal, Kita utamakan jurusan alat berat dulu. Mengingat tingginya kebutuhan operator di sektor pertambangan Berau. Tapi ke depan bisa dikembangkan ke jurusan lain sesuai permintaan desa dan dunia usaha," tambahnya.
Sementara itu, ia menjelaskan untuk peserta yang mengikuti pelatihan akan direkrut dari pemuda lokal. Dimana, rekrutmen peserta akan didasarkan pada usulan kebutuhan dari musrenbang kampung-kampung serta hasil pemetaan pasar kerja oleh Disnakertrans.
"Kita tidak melatih asal, tapi yang ada potensinya dan juga kebutuhannya ada," ujarnya.
Dirinya pun mengatakan bahwa BLK ini dibangun di atas lahan seluas lima hektare, dan ke depan akan dikembangkan untuk pelatihan multisektor, termasuk pariwisata, kewirausahaan, dan industri kreatif.
"Satu gedung dulu kita siapkan. Tapi secara bertahap, akan berkembang hingga semua unit pelatihan tersedia. Tergantung kebutuhan dan dukungan anggaran juga," katanya.
Terkait pendanaan, tahap awal pembangunan menyerap anggaran sebesar Rp8,8 miliar. Namun, untuk mendukung operasional Januari nanti, Disnakertrans mengusulkan tambahan sekitar Rp2 miliar lebih untuk pengadaan alat pelatihan dan fasilitas pendukung lainnya.
Setiap kelas pelatihan akan menampung maksimal 16 peserta sesuai standar Kementerian Ketenagakerjaan. Lulusan BLK akan mendapatkan sertifikat resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).
Zulkifli pun meminta dukungan penuh dari DPRD Berau untuk mengawal pengadaan fasilitas tambahan tersebut demi mempercepat pengoperasian BLK yang sangat dinanti masyarakat.
"Kalau alat dan mebel bisa segera terpenuhi, kita bisa mulai Januari. Maka itu, kami harap dewan ikut mengawal proses pengadaannya," tutupnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

BLK di Limunjan, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Berau yang berlokasi di kawasan Limunjan, Kecamatan Sambaliung, ditargetkan mulai beroperasi pada Januari 2026. Meski proses pembangunan dilakukan secara bertahap, pemerintah daerah memastikan fasilitas yang telah rampung akan segera difungsikan.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau, Zulkifli Azhari, menyampaikan bahwa berdasarkan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), penyelesaian pembangunan fisik BLK ditargetkan selesai pada Desember 2025.
"Kita targetkan operasional Januari. Fisik bangunan diselesaikan Desember. Sekarang kita sedang mengusulkan anggaran untuk mebel dan alat pelatihan ke DPRD agar bisa langsung digunakan," jelas Zulkifli, Rabu, (24/9/2025).
Ia pun mengatakan bahwa berdasarkan data DPUPR hingga September 2025, progres pembangunan fisik BLK telah mencapai sekitar 54–57 persen.
"Fasilitas asrama bagi peserta pelatihan telah selesai, Tetapi gedung utama untuk pelatihan masih dalam tahap penyelesaian," tuturnya.
Selain itu, dirinya juga menyampaikan bahwa Disnakertrans telah menyiapkan program pelatihan yang akan dimulai awal tahun mendatang.
"Pada tahap awal, Kita utamakan jurusan alat berat dulu. Mengingat tingginya kebutuhan operator di sektor pertambangan Berau. Tapi ke depan bisa dikembangkan ke jurusan lain sesuai permintaan desa dan dunia usaha," tambahnya.
Sementara itu, ia menjelaskan untuk peserta yang mengikuti pelatihan akan direkrut dari pemuda lokal. Dimana, rekrutmen peserta akan didasarkan pada usulan kebutuhan dari musrenbang kampung-kampung serta hasil pemetaan pasar kerja oleh Disnakertrans.
"Kita tidak melatih asal, tapi yang ada potensinya dan juga kebutuhannya ada," ujarnya.
Dirinya pun mengatakan bahwa BLK ini dibangun di atas lahan seluas lima hektare, dan ke depan akan dikembangkan untuk pelatihan multisektor, termasuk pariwisata, kewirausahaan, dan industri kreatif.
"Satu gedung dulu kita siapkan. Tapi secara bertahap, akan berkembang hingga semua unit pelatihan tersedia. Tergantung kebutuhan dan dukungan anggaran juga," katanya.
Terkait pendanaan, tahap awal pembangunan menyerap anggaran sebesar Rp8,8 miliar. Namun, untuk mendukung operasional Januari nanti, Disnakertrans mengusulkan tambahan sekitar Rp2 miliar lebih untuk pengadaan alat pelatihan dan fasilitas pendukung lainnya.
Setiap kelas pelatihan akan menampung maksimal 16 peserta sesuai standar Kementerian Ketenagakerjaan. Lulusan BLK akan mendapatkan sertifikat resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).
Zulkifli pun meminta dukungan penuh dari DPRD Berau untuk mengawal pengadaan fasilitas tambahan tersebut demi mempercepat pengoperasian BLK yang sangat dinanti masyarakat.
"Kalau alat dan mebel bisa segera terpenuhi, kita bisa mulai Januari. Maka itu, kami harap dewan ikut mengawal proses pengadaannya," tutupnya.
(Sf/Rs)