Seputar Kaltim

    BAKTI Komdigi Tinjau Maratua, Warga Minta Kualitas Internet Ditingkatkan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    12 Juni 2026 pukul 19:32 WITA

    Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Fadhilah Mathar saat ditemui di Dermaga Wisata Sanggam. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    BERAU – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melaksanakan kegiatan Infrastruk Tour 2026 ke Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kaltim. 

    Kegiatan ini bertujuan untuk melihat secara langsung dampak pembangunan infrastruktur telekomunikasi terhadap kehidupan masyarakat di salah satu pulau terluar Indonesia tersebut.

    Dalam kunjungan tersebut, rombongan BAKTI meninjau sejumlah lokasi strategis, mulai dari sekolah, kampung, kantor desa, Pos Angkatan Laut (Pos AL), hingga titik penyediaan akses internet 4G di Desa Bohe Silian.

    Direktur Utama BAKTI Komdigi, Fadhilah Mathar mengatakan, hasil evaluasi lapangan menunjukkan kehadiran infrastruktur telekomunikasi telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Namun di sisi lain, masyarakat juga menginginkan layanan yang lebih baik dan lebih merata.

    “Alhamdulillah kami kembali tiba di Tanjung Redeb setelah melakukan kunjungan ke Maratua. Dari hasil evaluasi yang kami temui, banyak manfaat yang telah dirasakan masyarakat dari hadirnya akses internet dan sinyal 4G. Namun masyarakat juga masih menuntut peningkatan kualitas layanan,” ucap Fadhilah saat ditemui awak media, Jumat (12/6/2026).

    Menurutnya, tuntutan tersebut merupakan hal yang wajar karena masyarakat ingin memanfaatkan internet secara optimal, tidak hanya untuk kebutuhan komunikasi, tetapi juga untuk mendukung produktivitas dan pertumbuhan ekonomi di wilayah kepulauan terluar.

    “Kami meyakini bahwa harapan masyarakat ini didasarkan pada keinginan untuk memanfaatkan internet demi meningkatkan produktivitas dan ekonomi mereka,” jelasnya.

    Fadhilah menegaskan pengembangan ekosistem digital di Maratua tidak dapat dilakukan oleh pemerintah pusat semata. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, pihak swasta, hingga komunitas lokal agar manfaat transformasi digital dapat dirasakan secara maksimal.

    “Saya berharap kami semua dapat bekerja sama. Bukan hanya pemerintah pusat melalui Kementerian Komdigi, tetapi juga pemerintah provinsi, kabupaten, desa, sektor swasta dan masyarakat setempat untuk bersama-sama memajukan Maratua,” imbuhnya.

    Terkait peran BAKTI ke depan, ia menekankan pentingnya memastikan seluruh infrastruktur internet dan jaringan 4G yang telah dibangun benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat.

    “Kami berharap seluruh instalasi internet maupun sinyal 4G yang telah dipasang dapat mendorong produktivitas masyarakat. Ketika produktivitas meningkat, maka ekonomi akan tumbuh, lapangan kerja bertambah dan sektor pendidikan juga akan semakin berkembang,” paparnya.

    Dirinya juga mengaitkan pembangunan konektivitas digital dengan target pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, pencapaian target tersebut harus dimulai dari langkah-langkah konkret sejak sekarang.

    “Target Indonesia 2045 tidak bisa dicapai secara instan. Prosesnya panjang dan harus dimulai dari saat ini. Bahkan tahun 2034 menjadi salah satu tonggak penting yang harus dipersiapkan dengan baik,” katanya.

    Karena itu, lanjut Fadhilah, penguatan infrastruktur konektivitas harus menjadi prioritas pada 2026, 2027 dan tahun-tahun berikutnya. Salah satu target yang perlu diwujudkan adalah seluruh kawasan permukiman memiliki akses internet dan sinyal yang berkualitas.

    “Kami ingin seluruh wilayah permukiman memiliki kapasitas internet yang memadai, misalnya kecepatan seluler hingga 100 Mbps dan fixed broadband mencapai 250 Mbps,” lanjutnya.

    Kemudian, ketika konektivitas semakin baik, digitalisasi dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat maupun pemerintah untuk meningkatkan produktivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    BAKTI Komdigi Tinjau Maratua, Warga Minta Kualitas Internet Ditingkatkan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    12 Juni 2026 pukul 19:32 WITA

    Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Fadhilah Mathar saat ditemui di Dermaga Wisata Sanggam. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    BERAU – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melaksanakan kegiatan Infrastruk Tour 2026 ke Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kaltim. 

    Kegiatan ini bertujuan untuk melihat secara langsung dampak pembangunan infrastruktur telekomunikasi terhadap kehidupan masyarakat di salah satu pulau terluar Indonesia tersebut.

    Dalam kunjungan tersebut, rombongan BAKTI meninjau sejumlah lokasi strategis, mulai dari sekolah, kampung, kantor desa, Pos Angkatan Laut (Pos AL), hingga titik penyediaan akses internet 4G di Desa Bohe Silian.

    Direktur Utama BAKTI Komdigi, Fadhilah Mathar mengatakan, hasil evaluasi lapangan menunjukkan kehadiran infrastruktur telekomunikasi telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Namun di sisi lain, masyarakat juga menginginkan layanan yang lebih baik dan lebih merata.

    “Alhamdulillah kami kembali tiba di Tanjung Redeb setelah melakukan kunjungan ke Maratua. Dari hasil evaluasi yang kami temui, banyak manfaat yang telah dirasakan masyarakat dari hadirnya akses internet dan sinyal 4G. Namun masyarakat juga masih menuntut peningkatan kualitas layanan,” ucap Fadhilah saat ditemui awak media, Jumat (12/6/2026).

    Menurutnya, tuntutan tersebut merupakan hal yang wajar karena masyarakat ingin memanfaatkan internet secara optimal, tidak hanya untuk kebutuhan komunikasi, tetapi juga untuk mendukung produktivitas dan pertumbuhan ekonomi di wilayah kepulauan terluar.

    “Kami meyakini bahwa harapan masyarakat ini didasarkan pada keinginan untuk memanfaatkan internet demi meningkatkan produktivitas dan ekonomi mereka,” jelasnya.

    Fadhilah menegaskan pengembangan ekosistem digital di Maratua tidak dapat dilakukan oleh pemerintah pusat semata. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, pihak swasta, hingga komunitas lokal agar manfaat transformasi digital dapat dirasakan secara maksimal.

    “Saya berharap kami semua dapat bekerja sama. Bukan hanya pemerintah pusat melalui Kementerian Komdigi, tetapi juga pemerintah provinsi, kabupaten, desa, sektor swasta dan masyarakat setempat untuk bersama-sama memajukan Maratua,” imbuhnya.

    Terkait peran BAKTI ke depan, ia menekankan pentingnya memastikan seluruh infrastruktur internet dan jaringan 4G yang telah dibangun benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat.

    “Kami berharap seluruh instalasi internet maupun sinyal 4G yang telah dipasang dapat mendorong produktivitas masyarakat. Ketika produktivitas meningkat, maka ekonomi akan tumbuh, lapangan kerja bertambah dan sektor pendidikan juga akan semakin berkembang,” paparnya.

    Dirinya juga mengaitkan pembangunan konektivitas digital dengan target pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, pencapaian target tersebut harus dimulai dari langkah-langkah konkret sejak sekarang.

    “Target Indonesia 2045 tidak bisa dicapai secara instan. Prosesnya panjang dan harus dimulai dari saat ini. Bahkan tahun 2034 menjadi salah satu tonggak penting yang harus dipersiapkan dengan baik,” katanya.

    Karena itu, lanjut Fadhilah, penguatan infrastruktur konektivitas harus menjadi prioritas pada 2026, 2027 dan tahun-tahun berikutnya. Salah satu target yang perlu diwujudkan adalah seluruh kawasan permukiman memiliki akses internet dan sinyal yang berkualitas.

    “Kami ingin seluruh wilayah permukiman memiliki kapasitas internet yang memadai, misalnya kecepatan seluler hingga 100 Mbps dan fixed broadband mencapai 250 Mbps,” lanjutnya.

    Kemudian, ketika konektivitas semakin baik, digitalisasi dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat maupun pemerintah untuk meningkatkan produktivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

    (Sf/Lo)