Cari disini...
Seputar Kaltim
Paskibraka hadir dalam pembagian bendera di Gor Kadrie Oening. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Tahun ini, 40 pelajar terpilih dari 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur (Kaltim) tidak hanya dilatih untuk mengibarkan bendera, tetapi juga dipersiapkan untuk memikul tanggung jawab besar sebagai Duta Pancasila.
Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltim, Ahmad Firdaus Kurniawan, menegaskan bahwa tugas utama Paskibraka kini tidak lagi berhenti setelah bendera selesai diturunkan pada tanggal 17 Agustus.
"Setelah selesai bertugas sebagai pengibar bendera pusaka, mulai tanggal 18 Agustus dan seterusnya, mereka akan mengemban tugas yang jauh lebih berat sebagai Duta Pancasila Purna Paskibraka," ungkap Firdaus dihubungi Senin (10/8/2026).
Sebagai Duta Pancasila, ke-40 putra-putri daerah ini diharapkan mampu menjadi role model atau teladan bagi generasi muda.
Mereka dituntut untuk secara konsisten mengimplementasikan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan memberikan pengaruh positif di lingkungan masyarakat.
Untuk mencetak karakter kebangsaan yang kuat dan disiplin tinggi, para anggota Paskibraka ini harus melewati masa karantina dan pelatihan yang ketat.
Selama dikarantina di BPSDM Provinsi Kaltim sejak 26 Juli lalu, mereka menerima pembekalan mental spiritual, pemahaman ideologi, hingga wawasan kebangsaan.
Puncak dari persiapan ini adalah latihan fisik dan Peraturan Baris Berbaris (PBB) yang dilakukan dengan standar tinggi. Bahkan, menjelang hari H, para pelajar ini akan berlatih langsung bersama aparat militer dan kepolisian.
"Sekitar satu minggu terakhir menjelang tanggal 17 Agustus, formasi Paskibraka murni ini akan melakukan latihan gabungan secara utuh dengan Pasukan 45, yang terdiri dari unsur TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Polri," jelasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Paskibraka hadir dalam pembagian bendera di Gor Kadrie Oening. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Tahun ini, 40 pelajar terpilih dari 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur (Kaltim) tidak hanya dilatih untuk mengibarkan bendera, tetapi juga dipersiapkan untuk memikul tanggung jawab besar sebagai Duta Pancasila.
Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltim, Ahmad Firdaus Kurniawan, menegaskan bahwa tugas utama Paskibraka kini tidak lagi berhenti setelah bendera selesai diturunkan pada tanggal 17 Agustus.
"Setelah selesai bertugas sebagai pengibar bendera pusaka, mulai tanggal 18 Agustus dan seterusnya, mereka akan mengemban tugas yang jauh lebih berat sebagai Duta Pancasila Purna Paskibraka," ungkap Firdaus dihubungi Senin (10/8/2026).
Sebagai Duta Pancasila, ke-40 putra-putri daerah ini diharapkan mampu menjadi role model atau teladan bagi generasi muda.
Mereka dituntut untuk secara konsisten mengimplementasikan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan memberikan pengaruh positif di lingkungan masyarakat.
Untuk mencetak karakter kebangsaan yang kuat dan disiplin tinggi, para anggota Paskibraka ini harus melewati masa karantina dan pelatihan yang ketat.
Selama dikarantina di BPSDM Provinsi Kaltim sejak 26 Juli lalu, mereka menerima pembekalan mental spiritual, pemahaman ideologi, hingga wawasan kebangsaan.
Puncak dari persiapan ini adalah latihan fisik dan Peraturan Baris Berbaris (PBB) yang dilakukan dengan standar tinggi. Bahkan, menjelang hari H, para pelajar ini akan berlatih langsung bersama aparat militer dan kepolisian.
"Sekitar satu minggu terakhir menjelang tanggal 17 Agustus, formasi Paskibraka murni ini akan melakukan latihan gabungan secara utuh dengan Pasukan 45, yang terdiri dari unsur TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Polri," jelasnya.
(Sf/Rs)