Cari disini...
Seputar Kaltim
Pelaksanaan bimtek PAM TPS untuk wilayah Kecamatan Samarinda Seberang yang digelar di Hotel Harris Samarinda, Jumat (25/10/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dalam upaya memastikan keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) mendatang, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Samarinda menggelar bimbingan teknis (bimtek) untuk petugas pengamanan dan ketertiban (PAM) tempat pemungutan suara (TPS).
Sekretaris Bakesbangpol Kota Samarinda, Miftahurrizqa, menyatakan bahwa bimtek ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas para petugas PAM TPS. Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap, dengan pembagian per kecamatan untuk meningkatkan efektivitas pelatihan.
“Kami berharap ilmu dan pemahaman yang didapat selama bimtek ini dapat diterapkan dengan baik saat pilkada nanti,” ungkap Miftahurrizqa saat diwawancara usai Bimtek di Hotel Harris Samarinda, Jumat (25/10/2024).
Ia menyebut, sebagian besar peserta secara keluruhan terdapat sekitar 95 persen telah memiliki pengalaman dalam pemilu sebelumnya. Meskipun demikian, bimtek kali ini juga berfungsi sebagai penyegaran dan pemahaman tentang perubahan peraturan terbaru.
Salah satu hal penting yang disampaikan adalah mengenai keberadaan pemantau, yang diperbolehkan berada di dalam TPS ketika ada lawan dengan kotak kosong. Sesuai dengan kondisi yang ada di Samarinda, di mana dalam pemilihan wali kota dan wakil wali kota hanya terdapat satu pasangan calon (Paslon), yang berarti akan melawan kolom kosong.
Pelaksanaan bimtek ini direncanakan berlangsung sebanyak 10 kali sesuai dengan jumlah kecamatan yang ada di Samarinda, untuk memastikan setiap sesi dapat fokus dan efektif.
Selepas kegiatan bimtek ini, Miftah mengatakan bakal dilakukan pengukuhan para peserta sebagai PAM TPS yang dijadwalkan pada tanggal 6 November. Selain itu, pada tanggal 21 Oktober, akan dilakukan penyerahan tanggung jawab dari Pemerintah Kota ke Polresta, sehingga mereka akan berada di bawah pengawasan Polresta.
"Saat ini, mereka masih berstatus calon. Setelah pengukuhan, mereka akan resmi bertugas sebagai PAM TPS," ungkapnya.
Total PAM TPS ini, ia menyebut ada sekitar 2.404 anggota. Dimana jumlah tersebut merupakan dua kali lipat dari jumlah TPS yang ada di Samarinda.
Melalui bimtek ini, pihaknya berharap para petugas PAM TPS dapat menjalankan tugas mereka dengan baik, menjaga keamanan, dan menciptakan suasana yang kondusif selama pelaksanaan pilkada mendatang.
Plt Wali Kota Samarinda, Rusmadi Wongso, menilai pelaksana bimtek ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas para petugas. Meski sejauh ini pelaksanaan pemilihan selalu berjalan dengan damai, menurutnya antisipasi tetap perlu dilakukan, sekaligus menjadi upaya dalam menjaga kepercayaan masyarakat.
Menurutnya setiap Anggota PAM TPS perlu pengetahuan tentang Pilkada akan dapat memahami tugas dan fungsinya dengan baik dan posisinya saat pelaksanaan tahapan Pilkada Serentak mulai dari kampanye, pencoblosan hingga perhitungan suara.
"Petugas PAM TPS baik Polri maupun LINMAS bertanggung jawab penuh terhadap Pengamanan dan Pengawalan Kotak serta Surat Suara sejak tiba di TPS dan Petugas PAM TPS apabila terjadi permasalahan di TPS maka petugas PAM wajib mengamankan dokumen- dokumen perhitungan suara," ungkap Rusmadi.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pelaksanaan bimtek PAM TPS untuk wilayah Kecamatan Samarinda Seberang yang digelar di Hotel Harris Samarinda, Jumat (25/10/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dalam upaya memastikan keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) mendatang, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Samarinda menggelar bimbingan teknis (bimtek) untuk petugas pengamanan dan ketertiban (PAM) tempat pemungutan suara (TPS).
Sekretaris Bakesbangpol Kota Samarinda, Miftahurrizqa, menyatakan bahwa bimtek ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas para petugas PAM TPS. Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap, dengan pembagian per kecamatan untuk meningkatkan efektivitas pelatihan.
“Kami berharap ilmu dan pemahaman yang didapat selama bimtek ini dapat diterapkan dengan baik saat pilkada nanti,” ungkap Miftahurrizqa saat diwawancara usai Bimtek di Hotel Harris Samarinda, Jumat (25/10/2024).
Ia menyebut, sebagian besar peserta secara keluruhan terdapat sekitar 95 persen telah memiliki pengalaman dalam pemilu sebelumnya. Meskipun demikian, bimtek kali ini juga berfungsi sebagai penyegaran dan pemahaman tentang perubahan peraturan terbaru.
Salah satu hal penting yang disampaikan adalah mengenai keberadaan pemantau, yang diperbolehkan berada di dalam TPS ketika ada lawan dengan kotak kosong. Sesuai dengan kondisi yang ada di Samarinda, di mana dalam pemilihan wali kota dan wakil wali kota hanya terdapat satu pasangan calon (Paslon), yang berarti akan melawan kolom kosong.
Pelaksanaan bimtek ini direncanakan berlangsung sebanyak 10 kali sesuai dengan jumlah kecamatan yang ada di Samarinda, untuk memastikan setiap sesi dapat fokus dan efektif.
Selepas kegiatan bimtek ini, Miftah mengatakan bakal dilakukan pengukuhan para peserta sebagai PAM TPS yang dijadwalkan pada tanggal 6 November. Selain itu, pada tanggal 21 Oktober, akan dilakukan penyerahan tanggung jawab dari Pemerintah Kota ke Polresta, sehingga mereka akan berada di bawah pengawasan Polresta.
"Saat ini, mereka masih berstatus calon. Setelah pengukuhan, mereka akan resmi bertugas sebagai PAM TPS," ungkapnya.
Total PAM TPS ini, ia menyebut ada sekitar 2.404 anggota. Dimana jumlah tersebut merupakan dua kali lipat dari jumlah TPS yang ada di Samarinda.
Melalui bimtek ini, pihaknya berharap para petugas PAM TPS dapat menjalankan tugas mereka dengan baik, menjaga keamanan, dan menciptakan suasana yang kondusif selama pelaksanaan pilkada mendatang.
Plt Wali Kota Samarinda, Rusmadi Wongso, menilai pelaksana bimtek ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas para petugas. Meski sejauh ini pelaksanaan pemilihan selalu berjalan dengan damai, menurutnya antisipasi tetap perlu dilakukan, sekaligus menjadi upaya dalam menjaga kepercayaan masyarakat.
Menurutnya setiap Anggota PAM TPS perlu pengetahuan tentang Pilkada akan dapat memahami tugas dan fungsinya dengan baik dan posisinya saat pelaksanaan tahapan Pilkada Serentak mulai dari kampanye, pencoblosan hingga perhitungan suara.
"Petugas PAM TPS baik Polri maupun LINMAS bertanggung jawab penuh terhadap Pengamanan dan Pengawalan Kotak serta Surat Suara sejak tiba di TPS dan Petugas PAM TPS apabila terjadi permasalahan di TPS maka petugas PAM wajib mengamankan dokumen- dokumen perhitungan suara," ungkap Rusmadi.
(Sf/Rs)