Seputar Kaltim

    Bahasa Kutai Segera Diimplementasikan, Jadi Mulok di Sekolah

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    21 Juni 2024 pukul 08:53 WITA

    Penulis Kurikulum Bahasa Kutai, Sulaiman. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Bahasa Kutai merupakan bahasa asli penduduk Kutai Kartanegara (Kukar) dan akan menjadi Muatan Lokal (Mulok) untuk sekolah-sekolah.

    Penulis Kurikulum Bahasa Kutai, Sulaiman mengatakan kini buku tersebut masih dalam proses penyusunan materi.

    “Kami juga sudah berkomunikasi dengan kantor bahasa di provinsi Kaltim untuk memperkuat implementasinya,” kata Sulaiman Kamis (20/6/2024) malam.

    Ia menyebut dalam proses menjalankan kurikulum bahasa daerah di setiap sekolah ini, pemerintah telah melakukan berbagai tahapan seperti sosialisasi ke setiap kecamatan di Kabupaten Kukar. 

    “Program ini sudah melalui tahapan uji coba juga di tahun lalu, kalau untuk tahun ini kita akan implementasikan secara penuh,” sebutnya.

    Kata dia, penerapan mulok bahasa kutai di sekolah ini tidak hanya diterapkan secara tertulis untuk para murid, Disdikbud ingin guru-guru mengajar menggunakan bahasa kutai.

    Untuk itu, pemerintah telah memberikan pelatihan kepada guru-guru tersebut.
    “Bahasa yang di pakai itu kita mulai dari bahasa kutai Tenggarong dulu, kemudian nanti kita lakukan penggunaan bahasa kutai ulu, karena bahasa kutai ulu itu memang beda logatnya,” ungkapnya.

    Sulaiman juga mengingatkan pentingnya semboyan ‘Tri Gatra Bahasa’ artinya setiap orang harus mengutamakan bahasa nasional, menguasai bahasa asing, dan melestarikan bahasa daerah. 

    “Jangan sampai modernisasi itu mengikis kebudayaan terutama bahasa daerah kita saat ini,” pungkasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Bahasa Kutai Segera Diimplementasikan, Jadi Mulok di Sekolah

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    21 Juni 2024 pukul 08:53 WITA

    Penulis Kurikulum Bahasa Kutai, Sulaiman. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Bahasa Kutai merupakan bahasa asli penduduk Kutai Kartanegara (Kukar) dan akan menjadi Muatan Lokal (Mulok) untuk sekolah-sekolah.

    Penulis Kurikulum Bahasa Kutai, Sulaiman mengatakan kini buku tersebut masih dalam proses penyusunan materi.

    “Kami juga sudah berkomunikasi dengan kantor bahasa di provinsi Kaltim untuk memperkuat implementasinya,” kata Sulaiman Kamis (20/6/2024) malam.

    Ia menyebut dalam proses menjalankan kurikulum bahasa daerah di setiap sekolah ini, pemerintah telah melakukan berbagai tahapan seperti sosialisasi ke setiap kecamatan di Kabupaten Kukar. 

    “Program ini sudah melalui tahapan uji coba juga di tahun lalu, kalau untuk tahun ini kita akan implementasikan secara penuh,” sebutnya.

    Kata dia, penerapan mulok bahasa kutai di sekolah ini tidak hanya diterapkan secara tertulis untuk para murid, Disdikbud ingin guru-guru mengajar menggunakan bahasa kutai.

    Untuk itu, pemerintah telah memberikan pelatihan kepada guru-guru tersebut.
    “Bahasa yang di pakai itu kita mulai dari bahasa kutai Tenggarong dulu, kemudian nanti kita lakukan penggunaan bahasa kutai ulu, karena bahasa kutai ulu itu memang beda logatnya,” ungkapnya.

    Sulaiman juga mengingatkan pentingnya semboyan ‘Tri Gatra Bahasa’ artinya setiap orang harus mengutamakan bahasa nasional, menguasai bahasa asing, dan melestarikan bahasa daerah. 

    “Jangan sampai modernisasi itu mengikis kebudayaan terutama bahasa daerah kita saat ini,” pungkasnya.

    (Sf/By)