Seputar Kaltim

    Bahas Optimalisasi Peran APIP, Forkopimda Paser Gelar Studi Banding ke Pemkab Bandung

    Penulis:Sahrul|Redaktur:Buniyamin
    05 September 2024 pukul 11:29 WITA

    Sekda Paser (kiri) saat studi banding ke Pemkab Bandung (dok. Prokopim Paser)

    Tanah Grogot - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Paser melaksanakan studi banding ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung.

    Studi banding ini membahas optimalisasi peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).

    Sekretaris Daerah (Sekda) Paser, Katsul Wijaya mengatakan bahwa Forkopimda Paser tengah mengoptimalkan penyelenggaraan APIP dengan melihat inovasi dan sistem penerapannya di Bandung.

    Indikator kesuksesan dari kunjungan ini adalah perbaikan sistem kerja APIP menjadi lebih baik, SDM mendapatkan pengetahuan yang baru dan pelayanan lebih optimal berkualitas.

    “Kami bersama-sama membentuk pemerintahan yang baik, menjunjung tinggi asas akuntabilitas dan transparansi dengan pengendalian intern untuk mencapai tujuan organisasi yang efektif dan efisien,” kata Katsul.

    Sekda Bandung, Cakra Amiyana mengatakan Kabupaten Bandung memiliki 31 kecamatan, 10 kelurahan 270 desa. Sedangkan luas 174 ribu hektare, dan penduduk 3,7 juta jiwa.

    Di bawah kepemimpinan Bupati Bandung, Dadang Supriatna, prestasi terkait APIP mempunyai nilai kapabilitas 3. Selain itu, APBD tiap tahunnya juga meningkat, dari Rp5 triliun menjadi Rp7 triliun. 

    Hingga kini, pihaknya terus memperkuat APIP dan menerapkan kualitas audit. Ini berdampak pada pembangunan strategis daerah bisa berjalan dengan baik.

    Penilaian pengawas juga meningkat, seperti dari Ombudsman yang mencapai nilai A atau 96. "Kabupaten ini juga masuk dalam tiga kabupaten kota di Jawa Barat dipilih KPK sebagai daerah anti korupsi," katanya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Bahas Optimalisasi Peran APIP, Forkopimda Paser Gelar Studi Banding ke Pemkab Bandung

    Penulis:Sahrul|Redaktur:Buniyamin
    05 September 2024 pukul 11:29 WITA

    Sekda Paser (kiri) saat studi banding ke Pemkab Bandung (dok. Prokopim Paser)

    Tanah Grogot - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Paser melaksanakan studi banding ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung.

    Studi banding ini membahas optimalisasi peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).

    Sekretaris Daerah (Sekda) Paser, Katsul Wijaya mengatakan bahwa Forkopimda Paser tengah mengoptimalkan penyelenggaraan APIP dengan melihat inovasi dan sistem penerapannya di Bandung.

    Indikator kesuksesan dari kunjungan ini adalah perbaikan sistem kerja APIP menjadi lebih baik, SDM mendapatkan pengetahuan yang baru dan pelayanan lebih optimal berkualitas.

    “Kami bersama-sama membentuk pemerintahan yang baik, menjunjung tinggi asas akuntabilitas dan transparansi dengan pengendalian intern untuk mencapai tujuan organisasi yang efektif dan efisien,” kata Katsul.

    Sekda Bandung, Cakra Amiyana mengatakan Kabupaten Bandung memiliki 31 kecamatan, 10 kelurahan 270 desa. Sedangkan luas 174 ribu hektare, dan penduduk 3,7 juta jiwa.

    Di bawah kepemimpinan Bupati Bandung, Dadang Supriatna, prestasi terkait APIP mempunyai nilai kapabilitas 3. Selain itu, APBD tiap tahunnya juga meningkat, dari Rp5 triliun menjadi Rp7 triliun. 

    Hingga kini, pihaknya terus memperkuat APIP dan menerapkan kualitas audit. Ini berdampak pada pembangunan strategis daerah bisa berjalan dengan baik.

    Penilaian pengawas juga meningkat, seperti dari Ombudsman yang mencapai nilai A atau 96. "Kabupaten ini juga masuk dalam tiga kabupaten kota di Jawa Barat dipilih KPK sebagai daerah anti korupsi," katanya.

    (Sf/By)