Seputar Kaltim

    Bahas Ketahanan Pangan, Pj Gubernur Kaltim Singgung Slogan Kaltim Berdaulat 

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    27 Februari 2024 pukul 19:16 WITA

    Penjabat (PJ) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik saat Coffe Morning di ruang VVIP, Samarinda, Selasa (27/2/2024). (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Penjabat (PJ) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, mengingatkan pentingnya ketahanan pangan bagi Kaltim yang memiliki motto "Kaltim Berani untuk Berdaulat". Menurutnya, berdaulat berarti mampu mengelola mandiri di semua sektor, termasuk pangan.

    "Saya menerjemahkan apa itu berdaulat, yakni mampu mengelola mandiri di semua sektor. Ini kan visi, saya senang untuk mentrigger orang berani walau kita harus jujur melihat langkahnya apa," ungkap Akmal Malik saat berkumpul bersama wartawan Coffee Morning di ruang VVIP Kantor Gubernur, Samarinda, pada Selasa (27/2/2024).

    Akmal Malik mengatakan, meskipun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kaltim di atas nasional, yaitu 78, namun masih ada kekurangan di bidang pangan. Ia menilai, pemerintah daerah belum maksimal dalam mengembangkan sektor pertanian dan perikanan.

    "Kita apresiasi apa yang dilakukan pemerintah lama, hanya saja ketahanan pangan harus di redefinisi mana kata berdaulat itu. Ketika saya meninjau bulog, sayang sekali perhatian kita belum maksimal. Ketika petani lebih memilih menanam sawit. Itu mengapa ketika KSAD datang, beliau hadirkan air untuk sawah, saya terlecut. Hal ini bagus kalau kita lakukan di banyak titik," paparnya.

    Ia mencontohkan, di Balikpapan terdapat tiga Balai Benih Industri yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi pangan lokal. Selain itu, ada 85 Balai Penyuluhan Pertanian dan ribuan penyuluh pertanian yang bisa membantu petani.

    "Tidak perlu muluk-muluk. Misalnya di Balikpapan masing masing punya 5 hektar, tanami cabe. Kita tidak perlu datangkan cabe dari palu," ujarnya.

    Akmal Malik mengajak masyarakat Kaltim untuk tidak pesimis dan berani bertani. Ia mengatakan, pemerintah daerah akan memberikan fasilitas dan bantuan untuk mengembangkan sektor pangan.

    "Balikpapan jangan (bilang) tidak bisa bertani, buktikan dulu. Minimal punya demplot sehingga masyarakat menanam sama-sama. Kalau menyuruh orang bertani ibarat memandikan harus ke sungai," tegasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Bahas Ketahanan Pangan, Pj Gubernur Kaltim Singgung Slogan Kaltim Berdaulat 

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    27 Februari 2024 pukul 19:16 WITA

    Penjabat (PJ) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik saat Coffe Morning di ruang VVIP, Samarinda, Selasa (27/2/2024). (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Penjabat (PJ) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, mengingatkan pentingnya ketahanan pangan bagi Kaltim yang memiliki motto "Kaltim Berani untuk Berdaulat". Menurutnya, berdaulat berarti mampu mengelola mandiri di semua sektor, termasuk pangan.

    "Saya menerjemahkan apa itu berdaulat, yakni mampu mengelola mandiri di semua sektor. Ini kan visi, saya senang untuk mentrigger orang berani walau kita harus jujur melihat langkahnya apa," ungkap Akmal Malik saat berkumpul bersama wartawan Coffee Morning di ruang VVIP Kantor Gubernur, Samarinda, pada Selasa (27/2/2024).

    Akmal Malik mengatakan, meskipun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kaltim di atas nasional, yaitu 78, namun masih ada kekurangan di bidang pangan. Ia menilai, pemerintah daerah belum maksimal dalam mengembangkan sektor pertanian dan perikanan.

    "Kita apresiasi apa yang dilakukan pemerintah lama, hanya saja ketahanan pangan harus di redefinisi mana kata berdaulat itu. Ketika saya meninjau bulog, sayang sekali perhatian kita belum maksimal. Ketika petani lebih memilih menanam sawit. Itu mengapa ketika KSAD datang, beliau hadirkan air untuk sawah, saya terlecut. Hal ini bagus kalau kita lakukan di banyak titik," paparnya.

    Ia mencontohkan, di Balikpapan terdapat tiga Balai Benih Industri yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi pangan lokal. Selain itu, ada 85 Balai Penyuluhan Pertanian dan ribuan penyuluh pertanian yang bisa membantu petani.

    "Tidak perlu muluk-muluk. Misalnya di Balikpapan masing masing punya 5 hektar, tanami cabe. Kita tidak perlu datangkan cabe dari palu," ujarnya.

    Akmal Malik mengajak masyarakat Kaltim untuk tidak pesimis dan berani bertani. Ia mengatakan, pemerintah daerah akan memberikan fasilitas dan bantuan untuk mengembangkan sektor pangan.

    "Balikpapan jangan (bilang) tidak bisa bertani, buktikan dulu. Minimal punya demplot sehingga masyarakat menanam sama-sama. Kalau menyuruh orang bertani ibarat memandikan harus ke sungai," tegasnya.

    (Sf/Rs)