Cari disini...
Seputar Kaltim
Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo. (Foto: Dok/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo mendorong para duta muda kota untuk menjadi agen informasi dalam menyampaikan berbagai program pembangunan pemerintah kepada masyarakat luas.
Dalam kesempatan itu, Bagus menyampaikan pesan penting kepada generasi muda agar terus semangat dalam menempuh pendidikan.
“Sebagai anak muda, kita harus terus belajar dan menyelesaikan pendidikan secepat mungkin. Itu adalah modal utama untuk ikut membangun daerah,” ucap Wawali kepada media, Sabtu (4/10/2025).
Selain itu, para duta muda juga melontarkan berbagai pertanyaan kritis seputar isu-isu pembangunan di Balikpapan. Mulai dari penanganan banjir, pelayanan air bersih, hingga pengelolaan sampah menjadi topik utama yang dibahas.
“Terkait pengelolaan sampah, Pemerintah Kota Balikpapan telah mulai melakukan pemilahan sampah dari tingkat RT,” terang Bagus.
Selain itu, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) juga terus dikembangkan untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“TPA kami diperkirakan hanya cukup untuk dua tahun lagi. Namun saat ini kami sudah berhasil mengurangi volume sampah sebesar 30 persen. Harapannya ke depan bisa mencapai 50 persen hingga 100 persen,” lanjutnya.
Ia juga menegaskan pengolahan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, partisipasi aktif masyarakat juga diperlukan. Sementara itu, untuk area jalan protokol dan fasilitas umum, tanggung jawabnya berada di bawah Dinas Lingkungan Hidup.
Menjawab pertanyaan soal banjir, dirinya menyebutkan bahwa pemerintah kota (pemkot) telah melakukan berbagai upaya seperti revitalisasi saluran dan pembangunan sistem pengendali banjir.
“Kami juga membangun hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal untuk menampung air hujan sebelum masuk ke sistem drainase kota. Ini bagian dari strategi jangka panjang penanggulangan banjir,” jelasnya.
Dalam hal pelayanan air bersih, dipaparkan program jangka pendek hingga jangka panjang. Dalam waktu dekat, pemkot akan memanfaatkan air baku dari bangunan pengendali banjir. Untuk jangka menengah, perluasan Waduk Aji Raden akan dilakukan untuk menambah pasokan air hingga 200 liter per detik.
Sementara untuk jangka panjang, pemkot tengah mengkaji penyambungan pipa dari Sistem Mahakam dan Ibu Kota Negara (IKN) Semoi menuju Manggar.
“Jika berhasil direalisasikan, program ini ditargetkan mampu memasok hingga 1.000 liter air bersih per detik,” paparnya.
Wawali mengapresiasi sikap kritis para duta muda dalam menyampaikan pertanyaan dan masukan. Ia berharap mereka bisa menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat.
“Mereka cukup kritis dan aktif bertanya. Harapannya mereka bisa menjadi agen informasi yang menyampaikan program-program pemerintah kota kepada masyarakat luas,” tutupnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo. (Foto: Dok/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo mendorong para duta muda kota untuk menjadi agen informasi dalam menyampaikan berbagai program pembangunan pemerintah kepada masyarakat luas.
Dalam kesempatan itu, Bagus menyampaikan pesan penting kepada generasi muda agar terus semangat dalam menempuh pendidikan.
“Sebagai anak muda, kita harus terus belajar dan menyelesaikan pendidikan secepat mungkin. Itu adalah modal utama untuk ikut membangun daerah,” ucap Wawali kepada media, Sabtu (4/10/2025).
Selain itu, para duta muda juga melontarkan berbagai pertanyaan kritis seputar isu-isu pembangunan di Balikpapan. Mulai dari penanganan banjir, pelayanan air bersih, hingga pengelolaan sampah menjadi topik utama yang dibahas.
“Terkait pengelolaan sampah, Pemerintah Kota Balikpapan telah mulai melakukan pemilahan sampah dari tingkat RT,” terang Bagus.
Selain itu, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) juga terus dikembangkan untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“TPA kami diperkirakan hanya cukup untuk dua tahun lagi. Namun saat ini kami sudah berhasil mengurangi volume sampah sebesar 30 persen. Harapannya ke depan bisa mencapai 50 persen hingga 100 persen,” lanjutnya.
Ia juga menegaskan pengolahan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, partisipasi aktif masyarakat juga diperlukan. Sementara itu, untuk area jalan protokol dan fasilitas umum, tanggung jawabnya berada di bawah Dinas Lingkungan Hidup.
Menjawab pertanyaan soal banjir, dirinya menyebutkan bahwa pemerintah kota (pemkot) telah melakukan berbagai upaya seperti revitalisasi saluran dan pembangunan sistem pengendali banjir.
“Kami juga membangun hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal untuk menampung air hujan sebelum masuk ke sistem drainase kota. Ini bagian dari strategi jangka panjang penanggulangan banjir,” jelasnya.
Dalam hal pelayanan air bersih, dipaparkan program jangka pendek hingga jangka panjang. Dalam waktu dekat, pemkot akan memanfaatkan air baku dari bangunan pengendali banjir. Untuk jangka menengah, perluasan Waduk Aji Raden akan dilakukan untuk menambah pasokan air hingga 200 liter per detik.
Sementara untuk jangka panjang, pemkot tengah mengkaji penyambungan pipa dari Sistem Mahakam dan Ibu Kota Negara (IKN) Semoi menuju Manggar.
“Jika berhasil direalisasikan, program ini ditargetkan mampu memasok hingga 1.000 liter air bersih per detik,” paparnya.
Wawali mengapresiasi sikap kritis para duta muda dalam menyampaikan pertanyaan dan masukan. Ia berharap mereka bisa menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat.
“Mereka cukup kritis dan aktif bertanya. Harapannya mereka bisa menjadi agen informasi yang menyampaikan program-program pemerintah kota kepada masyarakat luas,” tutupnya.
(Sf/Lo)