Seputar Kaltim
Operasi Patuh Mahakam 2026. (Foto: Padliannor)
Tana Paser - Operasi Patuh Mahakam 2026 yang dilaksanakan oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Paser telah berjalan sepekan. Pola razia konvensional yang kerap diidentikkan dengan penindakan tilang bagi para pelanggar kini tidak menjadi fokus utama dalam operasi tersebut.
Sebagai gantinya, Satlantas Polres Paser mengedepankan pendekatan persuasif yang dikombinasikan dengan edukasi langsung di lapangan. Langkah tersebut diambil karena melihat masih ditemukannya celah kesadaran masyarakat terkait pentingnya perlengkapan berkendara yang aman.
Kasatlantas Polres Paser, AKP Weny Wahyuningsih menyebut, kepatuhan warga dalam mengenakan pelindung kepala atau helm belum sepenuhnya optimal. Petugas di lapangan memilih menyentuh pengendara melalui teguran simpatik.
"Kesadaran masyarakat untuk memakai helm memang masih perlu terus ditingkatkan. Oleh karena itu, kami menyentuh masyarakat melalui pendekatan humanis," ujar AKP Weny Wahyuningsih, Senin (2/11/2026).
Pihaknya turun langsung ke lapangan guna memberikan edukasi kepada masyarakat terkait aturan lalu lintas serta membagikan helm kepada sejumlah pengendara di jalan yang tidak menggunakan helm.
Kebijakan tersebut sekaligus menegaskan orientasi utama dari operasi kepolisian tahun ini bukan sekadar menjaring atau menindak pelanggar sebanyak-banyaknya. Sasaran esensial yang ingin dicapai adalah menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas demi menekan angka kecelakaan di jalan raya.
Porsi penilangan hukum ditekan seminimal mungkin sesuai dengan arahan dari Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri. Penindakan represif melalui tilang hanya dialokasikan sekitar lima persen dari keseluruhan rangkaian kegiatan operasi.
"Fokus utama pelaksanaan operasi ini adalah tindakan preventif dan preemtif melalui imbauan serta ajakan. Penindakan penilangan hanya porsinya sekitar 5 persen sesuai arahan Korlantas. Harapan kita bersama adalah zero accident," jelasnya.
Pendekatan yang menitikberatkan pada tindakan preventif sejauh ini menunjukkan indikator keberhasilan yang positif di tingkat lokal.
AKP Weny menambahkan, data operasional cedera parah atau fatal dalam insiden di jalan raya mayoritas disebabkan oleh benturan keras di area kepala yang tidak terlindungi helm.
Sebagai penutup rangkaian operasi, jajaran Satlantas Polres Paser terus memperluas jangkauan sosialisasi ke berbagai lini strategis. Mulai dari titik-titik rawan di perempatan jalan utama perkotaan hingga menyasar lingkungan institusi pendidikan dan komunitas masyarakat secara berkelanjutan.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Operasi Patuh Mahakam 2026. (Foto: Padliannor)
Tana Paser - Operasi Patuh Mahakam 2026 yang dilaksanakan oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Paser telah berjalan sepekan. Pola razia konvensional yang kerap diidentikkan dengan penindakan tilang bagi para pelanggar kini tidak menjadi fokus utama dalam operasi tersebut.
Sebagai gantinya, Satlantas Polres Paser mengedepankan pendekatan persuasif yang dikombinasikan dengan edukasi langsung di lapangan. Langkah tersebut diambil karena melihat masih ditemukannya celah kesadaran masyarakat terkait pentingnya perlengkapan berkendara yang aman.
Kasatlantas Polres Paser, AKP Weny Wahyuningsih menyebut, kepatuhan warga dalam mengenakan pelindung kepala atau helm belum sepenuhnya optimal. Petugas di lapangan memilih menyentuh pengendara melalui teguran simpatik.
"Kesadaran masyarakat untuk memakai helm memang masih perlu terus ditingkatkan. Oleh karena itu, kami menyentuh masyarakat melalui pendekatan humanis," ujar AKP Weny Wahyuningsih, Senin (2/11/2026).
Pihaknya turun langsung ke lapangan guna memberikan edukasi kepada masyarakat terkait aturan lalu lintas serta membagikan helm kepada sejumlah pengendara di jalan yang tidak menggunakan helm.
Kebijakan tersebut sekaligus menegaskan orientasi utama dari operasi kepolisian tahun ini bukan sekadar menjaring atau menindak pelanggar sebanyak-banyaknya. Sasaran esensial yang ingin dicapai adalah menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas demi menekan angka kecelakaan di jalan raya.
Porsi penilangan hukum ditekan seminimal mungkin sesuai dengan arahan dari Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri. Penindakan represif melalui tilang hanya dialokasikan sekitar lima persen dari keseluruhan rangkaian kegiatan operasi.
"Fokus utama pelaksanaan operasi ini adalah tindakan preventif dan preemtif melalui imbauan serta ajakan. Penindakan penilangan hanya porsinya sekitar 5 persen sesuai arahan Korlantas. Harapan kita bersama adalah zero accident," jelasnya.
Pendekatan yang menitikberatkan pada tindakan preventif sejauh ini menunjukkan indikator keberhasilan yang positif di tingkat lokal.
AKP Weny menambahkan, data operasional cedera parah atau fatal dalam insiden di jalan raya mayoritas disebabkan oleh benturan keras di area kepala yang tidak terlindungi helm.
Sebagai penutup rangkaian operasi, jajaran Satlantas Polres Paser terus memperluas jangkauan sosialisasi ke berbagai lini strategis. Mulai dari titik-titik rawan di perempatan jalan utama perkotaan hingga menyasar lingkungan institusi pendidikan dan komunitas masyarakat secara berkelanjutan.
(Sf/Lo)