Seputar Kaltim

    B-Connect, Upaya Pemkot Balikpapan Hadirkan Layanan Pantauan Lalu Lintas

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    02 September 2026 pukul 14:34 WITA

    Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud saat berada di auditorium Balai Kota. (Foto: dok/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mulai memperkuat sistem pengawasan lalu lintas dan keamanan melalui pelayanan B-Connect di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan.

    Sistem berbasis kamera tersebut diharapkan tidak hanya membantu memantau kondisi lalu lintas, tetapi juga memberikan dukungan bagi pemerintah dan aparat dalam menjaga keamanan, serta menciptakan rasa aman bagi masyarakat.

    “Kamera yang terintegrasi dalam B-Connect mampu merekam aktivitas di jalan secara jelas, termasuk waktu dan tanggal kejadian,” ucap Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud kepada media, Rabu (2/9/2026).

    Menurutnya, rekaman tersebut dapat digunakan untuk membantu penanganan apabila terjadi insiden, termasuk dugaan tindak kriminal.

    “Positifnya adalah mampu memantau pergerakan jalan, pergerakan warga, termasuk juga kalau ada insiden seperti tindakan kriminal. Itu bisa langsung kami pantau,” terangnya.

    Rahmad berharap keberadaan sistem tersebut juga dapat menjadi upaya pencegahan terhadap tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan kondusivitas Kota Balikpapan.

    “Mudah-mudahan sistem ini akan mampu tetap menjaga kondusif Kota Balikpapan. Ini pesan secara langsung kepada warga, khususnya yang punya niat tidak baik terhadap Kota Balikpapan, itu akan terpantau,” ujarnya.

    Meski demikian, dia menyadari penggunaan kamera pengawas berkaitan dengan persoalan privasi. Ia memastikan informasi yang bersifat pribadi tidak akan dibuka kepada publik.

    “Ini sifatnya silent dan privasi, tidak akan dibuka untuk publik. Tapi saya hanya mengingatkan bahwa pergerakan kami, pergerakan kendaraan, itu akan terpantau dengan jelas,” sebutnya.

    Pemkot Balikpapan juga berencana memperluas jaringan kamera pengawas ke berbagai kawasan permukiman. Mulai tahun depan, CCTV ditargetkan dipasang di sejumlah titik di seluruh wilayah kota, termasuk kawasan perumahan dan gang.

    Rahmad mengatakan, perluasan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

    “Insyaallah tahun depan di setiap sudut Kota Balikpapan, termasuk perumahan dan gang akan dipasang juga CCTV,” tuturnya.

    Dirinya berharap keberadaan sistem pengawasan tersebut dapat memberikan jaminan keamanan, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih tenang.

    “Gunanya memberikan jaminan kepada warga Kota Balikpapan, bahwa kami hidup dalam keadaan aman dan nyaman. Warga Kota Balikpapan harus tenang,” tegasnya.

    Selain untuk memantau lalu lintas dan keamanan, B-Connect juga dirancang terhubung dengan kepolisian dan sejumlah perangkat daerah.

    Pihaknya bahkan meminta sistem tersebut dapat digunakan untuk mendukung pengawasan penggunaan kendaraan dinas. Salah satunya untuk memastikan kendaraan dinas digunakan sesuai ketentuan, termasuk di luar jam kerja.

    “Kalau kepala dinas pakai mobil di luar jam kerja, itu akan dapat teguran kalau disalahgunakan,” tuturnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    B-Connect, Upaya Pemkot Balikpapan Hadirkan Layanan Pantauan Lalu Lintas

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    02 September 2026 pukul 14:34 WITA

    Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud saat berada di auditorium Balai Kota. (Foto: dok/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mulai memperkuat sistem pengawasan lalu lintas dan keamanan melalui pelayanan B-Connect di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan.

    Sistem berbasis kamera tersebut diharapkan tidak hanya membantu memantau kondisi lalu lintas, tetapi juga memberikan dukungan bagi pemerintah dan aparat dalam menjaga keamanan, serta menciptakan rasa aman bagi masyarakat.

    “Kamera yang terintegrasi dalam B-Connect mampu merekam aktivitas di jalan secara jelas, termasuk waktu dan tanggal kejadian,” ucap Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud kepada media, Rabu (2/9/2026).

    Menurutnya, rekaman tersebut dapat digunakan untuk membantu penanganan apabila terjadi insiden, termasuk dugaan tindak kriminal.

    “Positifnya adalah mampu memantau pergerakan jalan, pergerakan warga, termasuk juga kalau ada insiden seperti tindakan kriminal. Itu bisa langsung kami pantau,” terangnya.

    Rahmad berharap keberadaan sistem tersebut juga dapat menjadi upaya pencegahan terhadap tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan kondusivitas Kota Balikpapan.

    “Mudah-mudahan sistem ini akan mampu tetap menjaga kondusif Kota Balikpapan. Ini pesan secara langsung kepada warga, khususnya yang punya niat tidak baik terhadap Kota Balikpapan, itu akan terpantau,” ujarnya.

    Meski demikian, dia menyadari penggunaan kamera pengawas berkaitan dengan persoalan privasi. Ia memastikan informasi yang bersifat pribadi tidak akan dibuka kepada publik.

    “Ini sifatnya silent dan privasi, tidak akan dibuka untuk publik. Tapi saya hanya mengingatkan bahwa pergerakan kami, pergerakan kendaraan, itu akan terpantau dengan jelas,” sebutnya.

    Pemkot Balikpapan juga berencana memperluas jaringan kamera pengawas ke berbagai kawasan permukiman. Mulai tahun depan, CCTV ditargetkan dipasang di sejumlah titik di seluruh wilayah kota, termasuk kawasan perumahan dan gang.

    Rahmad mengatakan, perluasan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

    “Insyaallah tahun depan di setiap sudut Kota Balikpapan, termasuk perumahan dan gang akan dipasang juga CCTV,” tuturnya.

    Dirinya berharap keberadaan sistem pengawasan tersebut dapat memberikan jaminan keamanan, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih tenang.

    “Gunanya memberikan jaminan kepada warga Kota Balikpapan, bahwa kami hidup dalam keadaan aman dan nyaman. Warga Kota Balikpapan harus tenang,” tegasnya.

    Selain untuk memantau lalu lintas dan keamanan, B-Connect juga dirancang terhubung dengan kepolisian dan sejumlah perangkat daerah.

    Pihaknya bahkan meminta sistem tersebut dapat digunakan untuk mendukung pengawasan penggunaan kendaraan dinas. Salah satunya untuk memastikan kendaraan dinas digunakan sesuai ketentuan, termasuk di luar jam kerja.

    “Kalau kepala dinas pakai mobil di luar jam kerja, itu akan dapat teguran kalau disalahgunakan,” tuturnya.

    (Sf/Lo)