Cari disini...
Seputarfakta.com - Nuraini -
Seputar Kaltim
Ilustrasi nyamuk DBD. (Foto: Freepik)
Bontang - Ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) di Bontang masih belum mereda. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mencatat kasus justru banyak menyerang kelompok usia anak hingga remaja sepanjang awal 2026.
Dinkes Kota Bontang mencatat 51 kasus DBD terjadi pada periode Januari hingga Maret 2026, dengan satu kasus kematian.
Tak hanya itu, total notifikasi kasus dengue yang mencakup Demam Dengue (DD) dan DBD mencapai 197 laporan. Angka tersebut menunjukkan penyebaran penyakit akibat gigitan nyamuk aedes aegypti masih menjadi perhatian serius.
Secara sebaran, kasus ditemukan di berbagai wilayah kelurahan dengan jumlah yang cukup tinggi. Kondisi ini memperlihatkan potensi penularan masih merata dan belum terkendali sepenuhnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bontang, Nur Asma menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menekan angka kasus.
“Kasus DBD hingga Maret tercatat 51 dengan satu kematian. Seluruh laporan dengue mencapai 197 kasus,” ujar Nur Asma.
Menurutnya peningkatan kewaspadaan harus dimulai dari lingkungan rumah. Upaya pencegahan seperti 3M Plus menguras, menutup dan mendaur ulang dinilai efektif jika dilakukan secara konsisten.
Dinkes juga mengingatkan pemeriksaan jentik secara rutin dan menjaga kebersihan lingkungan menjadi langkah sederhana, namun krusial untuk memutus rantai penularan.
Dengan dominasi kasus pada usia muda, pengawasan orang tua dan kesadaran kolektif masyarakat menjadi kunci agar lonjakan kasus tidak terus berlanjut.
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Nuraini -
Seputar Kaltim

Ilustrasi nyamuk DBD. (Foto: Freepik)
Bontang - Ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) di Bontang masih belum mereda. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mencatat kasus justru banyak menyerang kelompok usia anak hingga remaja sepanjang awal 2026.
Dinkes Kota Bontang mencatat 51 kasus DBD terjadi pada periode Januari hingga Maret 2026, dengan satu kasus kematian.
Tak hanya itu, total notifikasi kasus dengue yang mencakup Demam Dengue (DD) dan DBD mencapai 197 laporan. Angka tersebut menunjukkan penyebaran penyakit akibat gigitan nyamuk aedes aegypti masih menjadi perhatian serius.
Secara sebaran, kasus ditemukan di berbagai wilayah kelurahan dengan jumlah yang cukup tinggi. Kondisi ini memperlihatkan potensi penularan masih merata dan belum terkendali sepenuhnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bontang, Nur Asma menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menekan angka kasus.
“Kasus DBD hingga Maret tercatat 51 dengan satu kematian. Seluruh laporan dengue mencapai 197 kasus,” ujar Nur Asma.
Menurutnya peningkatan kewaspadaan harus dimulai dari lingkungan rumah. Upaya pencegahan seperti 3M Plus menguras, menutup dan mendaur ulang dinilai efektif jika dilakukan secara konsisten.
Dinkes juga mengingatkan pemeriksaan jentik secara rutin dan menjaga kebersihan lingkungan menjadi langkah sederhana, namun krusial untuk memutus rantai penularan.
Dengan dominasi kasus pada usia muda, pengawasan orang tua dan kesadaran kolektif masyarakat menjadi kunci agar lonjakan kasus tidak terus berlanjut.
(Sf/Lo)