Seputar Kaltim

    Awal 2024, 28 Kasus DBD Terdeteksi di Balikpapan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Buniyamin
    25 Januari 2024 pukul 13:48 WITA

    Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Andi Sri Juliarti. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Balikpapan menjadi perhatian semua pihak, termasuk Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan.

    Kepala DKK Balikpapan Andi Sri Juliarti menyampaikan, kasus kematian akibat DBD di Balikpapan pada awal 2024 ini mengalami penurunan dibandingkan pada Januari 2023 lalu.

    Untuk kasus DBD di awal 2024, ada sekitar 28 kasus dan semua sudah bisa tertangani dengan baik, tidak ada kematian.

    "Di 2022, jumlah kematian sebanyak tujuh orang, sedangkan di 2023 turun menjadi empat orang. Sementara untuk kasus DBD di 2023 sebanyak 2.195 kasus, kalau di 2022 sebanyak 1.897 kasus," ucap dr Dio, sapaannya.

    Diterangkan, penurunan kasus ini karena vaksin DBD yang diberikan dan ini merupakan sebuah inovasi untuk penanggulangan kasus DBD yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Kaltim.

    "Untuk di Balikpapan pengadaan vaksinnya berasal dari APBD Provinsi Kaltim, dan berdasarkan SK Gubernur kami ditetapkan sebagai pilot project," terangnya.

    Program ini merupakan pertama di Indonesia pemberian vaksin dilaksanakan secara gratis. Pihaknya menerima sebanyak 9.800 dosis yang sudah dimulai didistribusikan sejak Juni 2023 lalu, sampai di launching oleh Pj Gubernur pada tanggal 12 November 2023 kemarin.

    Dari 9.800 dosis tersebut pastinya tidak mencukupi untuk orang yang ada di kota Balikpapan, sehingga harus benar-benar dipikirkan supaya tepat sasaran.

    "Kami melihat dari usia mana DBD ini banyak terjadi, ternyata paling tinggi berada pada rentang usia lima sampai 14 tahun. Kemudian, untuk memudahkan dalam pemberian vaksin, kmi cari ketika mereka berkumpul di sekolah," ungkapnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Awal 2024, 28 Kasus DBD Terdeteksi di Balikpapan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Buniyamin
    25 Januari 2024 pukul 13:48 WITA

    Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Andi Sri Juliarti. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Balikpapan menjadi perhatian semua pihak, termasuk Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan.

    Kepala DKK Balikpapan Andi Sri Juliarti menyampaikan, kasus kematian akibat DBD di Balikpapan pada awal 2024 ini mengalami penurunan dibandingkan pada Januari 2023 lalu.

    Untuk kasus DBD di awal 2024, ada sekitar 28 kasus dan semua sudah bisa tertangani dengan baik, tidak ada kematian.

    "Di 2022, jumlah kematian sebanyak tujuh orang, sedangkan di 2023 turun menjadi empat orang. Sementara untuk kasus DBD di 2023 sebanyak 2.195 kasus, kalau di 2022 sebanyak 1.897 kasus," ucap dr Dio, sapaannya.

    Diterangkan, penurunan kasus ini karena vaksin DBD yang diberikan dan ini merupakan sebuah inovasi untuk penanggulangan kasus DBD yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Kaltim.

    "Untuk di Balikpapan pengadaan vaksinnya berasal dari APBD Provinsi Kaltim, dan berdasarkan SK Gubernur kami ditetapkan sebagai pilot project," terangnya.

    Program ini merupakan pertama di Indonesia pemberian vaksin dilaksanakan secara gratis. Pihaknya menerima sebanyak 9.800 dosis yang sudah dimulai didistribusikan sejak Juni 2023 lalu, sampai di launching oleh Pj Gubernur pada tanggal 12 November 2023 kemarin.

    Dari 9.800 dosis tersebut pastinya tidak mencukupi untuk orang yang ada di kota Balikpapan, sehingga harus benar-benar dipikirkan supaya tepat sasaran.

    "Kami melihat dari usia mana DBD ini banyak terjadi, ternyata paling tinggi berada pada rentang usia lima sampai 14 tahun. Kemudian, untuk memudahkan dalam pemberian vaksin, kmi cari ketika mereka berkumpul di sekolah," ungkapnya.

    (Sf/By)