Seputar Kaltim

    Audit BPK Temukan Catatan, Pembangunan RS Sayang Ibu Belum Bisa Dilanjutkan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    16 Juni 2026 pukul 12:02 WITA

    Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Budiono saat menemui masa aksi unjuk rasa. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pembangunan Rumah Sakit (RS) Sayang Ibu di Balikpapan Barat (Balbar) hingga kini belum dapat dilanjutkan setelah proyek tersebut resmi dihentikan. 

    DPRD Kota Balikpapan menyebut sejumlah persoalan, mulai dari masalah lahan hingga kemampuan kontraktor, menjadi penyebab mangkraknya proyek tersebut.

    Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Budiono mengatakan, pembangunan rumah sakit tersebut memang sudah dihentikan dan realisasi anggaran yang telah digunakan masih di bawah 20 persen dari total nilai proyek.

    “Pada dasarnya pembangunan Rumah Sakit Sayang Ibu Balikpapan Barat memang sudah stop. Anggaran yang terpakai sekitar kurang dari 20 persen,” ucap Budiono kepada media, Selasa (16/6/2026).

    Menurutnya, penggunaan anggaran tersebut juga menjadi perhatian dalam hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dalam audit tersebut ditemukan sejumlah catatan yang menjadi dasar penghentian proyek, karena dinilai tidak layak untuk dilanjutkan pada saat itu.

    “Di dalam anggaran yang terpakai itu ada beberapa catatan dari BPK. Artinya memang tidak ada kelayakan untuk dilaksanakan, mengingat waktu dan berbagai kendala yang ada,” jelasnya.

    Budiono menjelaskan, salah satu persoalan utama yang dihadapi proyek tersebut adalah status lahan yang belum sepenuhnya tuntas. Selain itu, terdapat rekomendasi dari BPK terkait pengelolaan anggaran yang telah digunakan.

    Ia menegaskan sisa anggaran yang tidak terpakai akan dikembalikan sesuai ketentuan. Sementara itu, denda yang dikenakan kepada pihak terkait juga telah disetorkan kembali ke kas Pemerintah Kota Balikpapan.

    “Walaupun di sana juga ada dendanya, tetapi denda-denda itu sudah dikembalikan ke pemerintah kota,” terangnya.

    Terkait aksi mahasiswa yang menyoroti proyek tersebut, ia menilai tuntutan tersebut wajar mengingat keberadaan rumah sakit sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya di wilayah Balikpapan Barat.

    Namun, pihaknya menekankan pembangunan tidak dapat dilanjutkan karena sejumlah persiapan awal dinilai belum matang.

    “Sebetulnya rumah sakit itu sangat diperlukan. Tetapi karena persiapan yang tidak matang, salah satunya persoalan lahan, ditambah kontraktornya juga kurang qualified, sehingga pembangunan tidak bisa dilanjutkan,” tambahnya.

    Mengenai kemungkinan kelanjutan proyek, kata dia, DPRD bersama pemerintah kota masih akan melakukan pembahasan lebih lanjut. Jika nantinya diputuskan untuk diteruskan, maka proses pembangunan harus melalui mekanisme tender ulang.

    “Pastinya akan kami bahas lagi, apakah memungkinkan untuk dilanjutkan, karena itu harus ditender ulang,” tuturnya..

    Sementara terkait penganggaran kembali, dirinya memastikan hingga saat ini belum ada usulan alokasi dana untuk melanjutkan pembangunan RS Sayang Ibu pada tahun anggaran 2027.

    “Untuk tahun 2027 belum ada usulan. Nanti akan kita lihat lagi saat pembahasan anggaran,” tegasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Audit BPK Temukan Catatan, Pembangunan RS Sayang Ibu Belum Bisa Dilanjutkan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    16 Juni 2026 pukul 12:02 WITA

    Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Budiono saat menemui masa aksi unjuk rasa. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pembangunan Rumah Sakit (RS) Sayang Ibu di Balikpapan Barat (Balbar) hingga kini belum dapat dilanjutkan setelah proyek tersebut resmi dihentikan. 

    DPRD Kota Balikpapan menyebut sejumlah persoalan, mulai dari masalah lahan hingga kemampuan kontraktor, menjadi penyebab mangkraknya proyek tersebut.

    Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Budiono mengatakan, pembangunan rumah sakit tersebut memang sudah dihentikan dan realisasi anggaran yang telah digunakan masih di bawah 20 persen dari total nilai proyek.

    “Pada dasarnya pembangunan Rumah Sakit Sayang Ibu Balikpapan Barat memang sudah stop. Anggaran yang terpakai sekitar kurang dari 20 persen,” ucap Budiono kepada media, Selasa (16/6/2026).

    Menurutnya, penggunaan anggaran tersebut juga menjadi perhatian dalam hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dalam audit tersebut ditemukan sejumlah catatan yang menjadi dasar penghentian proyek, karena dinilai tidak layak untuk dilanjutkan pada saat itu.

    “Di dalam anggaran yang terpakai itu ada beberapa catatan dari BPK. Artinya memang tidak ada kelayakan untuk dilaksanakan, mengingat waktu dan berbagai kendala yang ada,” jelasnya.

    Budiono menjelaskan, salah satu persoalan utama yang dihadapi proyek tersebut adalah status lahan yang belum sepenuhnya tuntas. Selain itu, terdapat rekomendasi dari BPK terkait pengelolaan anggaran yang telah digunakan.

    Ia menegaskan sisa anggaran yang tidak terpakai akan dikembalikan sesuai ketentuan. Sementara itu, denda yang dikenakan kepada pihak terkait juga telah disetorkan kembali ke kas Pemerintah Kota Balikpapan.

    “Walaupun di sana juga ada dendanya, tetapi denda-denda itu sudah dikembalikan ke pemerintah kota,” terangnya.

    Terkait aksi mahasiswa yang menyoroti proyek tersebut, ia menilai tuntutan tersebut wajar mengingat keberadaan rumah sakit sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya di wilayah Balikpapan Barat.

    Namun, pihaknya menekankan pembangunan tidak dapat dilanjutkan karena sejumlah persiapan awal dinilai belum matang.

    “Sebetulnya rumah sakit itu sangat diperlukan. Tetapi karena persiapan yang tidak matang, salah satunya persoalan lahan, ditambah kontraktornya juga kurang qualified, sehingga pembangunan tidak bisa dilanjutkan,” tambahnya.

    Mengenai kemungkinan kelanjutan proyek, kata dia, DPRD bersama pemerintah kota masih akan melakukan pembahasan lebih lanjut. Jika nantinya diputuskan untuk diteruskan, maka proses pembangunan harus melalui mekanisme tender ulang.

    “Pastinya akan kami bahas lagi, apakah memungkinkan untuk dilanjutkan, karena itu harus ditender ulang,” tuturnya..

    Sementara terkait penganggaran kembali, dirinya memastikan hingga saat ini belum ada usulan alokasi dana untuk melanjutkan pembangunan RS Sayang Ibu pada tahun anggaran 2027.

    “Untuk tahun 2027 belum ada usulan. Nanti akan kita lihat lagi saat pembahasan anggaran,” tegasnya.

    (Sf/Lo)