Seputar Kaltim

    Atasi Persoalan Sampah, Pemkab Berau Tambah Dua Unit Insinerator

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    17 Januari 2026 pukul 15:48 WITA

    Pemasangan insinerator di Kampung Merancang Ulu, Kecamatan Gunung Tabur. (Foto: ist)

    Tanjung Redeb - Upaya pengurangan sampah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK). Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penambahan dua unit insinerator guna mengurangi beban penumpukan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).


    Kepala DLHK Kabupaten Berau, Mustakim Suharjana, mengatakan penambahan insinerator tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.


    "Untuk pengelolaan sampah, selain di Kampung Tanjung Batu, DLHK juga melakukan penambahan dua unit insinerator," ujar Mustakim.


    Ia pun menyebutkan dua unit insinerator tersebut telah dipasang di Kampung Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur, dan Kampung Merancang Ulu, Kecamatan Gunung Tabur. 


    "Alat ini bekerja secara mandiri tanpa bahan bakar maupun listrik. Asapnya sangat minim, dan hasil akhirnya hanya berupa abu," terangnya.


    Dirinya pun menjelaskan bahwa sistem kerja insinerator diawali dengan proses pemilahan sampah. Dimana, sampah yang memiliki nilai ekonomis akan dipisahkan untuk dijual, sedangkan sampah yang tidak bernilai akan dimusnahkan melalui insinerator hingga menjadi abu.


    "Jadi dipilah. Yang bisa menghasilkan uang dijual, yang tidak bernilai dimusnahkan menggunakan insinerator," katanya.


    Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam memilah sampah dari rumah. Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam keberhasilan pengelolaan sampah, khususnya di Kabupaten Berau yang dikenal sebagai daerah pariwisata.


    "Dengan dukungan teknologi insinerator dan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah, kami yakin permasalahan sampah di Kabupaten Berau dapat diatasi secara bertahap," ujarnya.


    Mustakim pun berharap dengan beroperasinya alat tersebut di tingkat TPST dapat mengurangi atau menekan volume sampah yang dikirim ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).


    "Harapannya, beban sampah di TPA juga bisa ditekan. Kedepan, TPS-TPS di sekitar kota juga akan kami pasang alat seperti ini, sehingga sampah yang dikirim ke TPA hanya berupa residu," tandasnya.


    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Atasi Persoalan Sampah, Pemkab Berau Tambah Dua Unit Insinerator

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    17 Januari 2026 pukul 15:48 WITA

    Pemasangan insinerator di Kampung Merancang Ulu, Kecamatan Gunung Tabur. (Foto: ist)

    Tanjung Redeb - Upaya pengurangan sampah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK). Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penambahan dua unit insinerator guna mengurangi beban penumpukan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).


    Kepala DLHK Kabupaten Berau, Mustakim Suharjana, mengatakan penambahan insinerator tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.


    "Untuk pengelolaan sampah, selain di Kampung Tanjung Batu, DLHK juga melakukan penambahan dua unit insinerator," ujar Mustakim.


    Ia pun menyebutkan dua unit insinerator tersebut telah dipasang di Kampung Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur, dan Kampung Merancang Ulu, Kecamatan Gunung Tabur. 


    "Alat ini bekerja secara mandiri tanpa bahan bakar maupun listrik. Asapnya sangat minim, dan hasil akhirnya hanya berupa abu," terangnya.


    Dirinya pun menjelaskan bahwa sistem kerja insinerator diawali dengan proses pemilahan sampah. Dimana, sampah yang memiliki nilai ekonomis akan dipisahkan untuk dijual, sedangkan sampah yang tidak bernilai akan dimusnahkan melalui insinerator hingga menjadi abu.


    "Jadi dipilah. Yang bisa menghasilkan uang dijual, yang tidak bernilai dimusnahkan menggunakan insinerator," katanya.


    Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam memilah sampah dari rumah. Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam keberhasilan pengelolaan sampah, khususnya di Kabupaten Berau yang dikenal sebagai daerah pariwisata.


    "Dengan dukungan teknologi insinerator dan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah, kami yakin permasalahan sampah di Kabupaten Berau dapat diatasi secara bertahap," ujarnya.


    Mustakim pun berharap dengan beroperasinya alat tersebut di tingkat TPST dapat mengurangi atau menekan volume sampah yang dikirim ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).


    "Harapannya, beban sampah di TPA juga bisa ditekan. Kedepan, TPS-TPS di sekitar kota juga akan kami pasang alat seperti ini, sehingga sampah yang dikirim ke TPA hanya berupa residu," tandasnya.


    (Sf/Rs)